Tulisan: Bagaimana Jika Kita Menua Nanti ?

Sutihat Suadh
Karya Sutihat Suadh Kategori Lainnya
dipublikasikan 26 Februari 2016
Tulisan: Bagaimana Jika Kita Menua Nanti ?

?

Aku pernah bertanya padamu suatu sore saat kita sedang duduk menikmati langit yang pekat, dimana rintik hujan sudah mulai turun. Tiba-tiba aku bertanya padamu, bagaimana saat kita menua nanti? Dan kau tersenyum tak menjawab pertanyaanku. Aku mengulangi pertanyaanku padamu, dan kau mengisyaratkan untukku menunggu. Aku menatapmu, lalu senyummu berubah menjadi tawa. Keningku berkerut dan aku mulai menarik nafas panjang.

"Menurutmu bagaimana jika kita menua nanti, tentu kita akan keriput.."Katamu sambil menahan tawa

"Kita akan menua bersama", Katamu

Pipiku kembali merona. Kita akan menua bersama? aku akan bahagia jika menua bersamamu. Saat kita bisa berbicara seperti sekarang, kita akan membicarakan banyak hal tentang perjalanan kita. Saat aku melahirkan putra-putri kita, dan kau mendapati dirimu sebagai seorang ayah. Saat mereka tumbuh sehat dengan kasih sayang yang tak habis kita berikan disepanjang perjalanan hingga mereka tumbuh dewasa.

Saat malam dimana beras kita habis, dan putra-putri kita menangis lalu kita saling meminta maaf karena perjalanan kita kembali tak menyenangkan. Kau mengutuki dirimu dan diam menatapku dengan kesedihan yang tak bisa kujelaskan. Kau tahu, bagiku kau adalah lelaki terbaik disepanjang perjalananku.

Saat menua nanti aku ingin menghabiskan waktu bersama denganmu. Saat putri kita jatuh cinta, dia akan membawakan seseorang yang dengan berani memintanya kepadamu, dan kau akan menjadikannya teman bicara bagimu, berbicara tentang apa saja. Dan jika putra kita jatuh cinta, dia akan membawakanku gadis cantik yang akan aku ajak kesana-kemari, dan bercerita tentang apa saja. Menyenangkan bukan.

Aku ingin menua bersamamu. Kita akan menanam banyak bunga, karena kau tahu aku sangat menyukai bunga-bunga yang mekar dipagi hari. Kita akan minum teh bersama yang kita dapatkan dari segala penjuru. Kau selalu tersenyum setelah selesai meminumnya. Kau akan membelai kepalaku dengan senyuman yang terus mengembang, dan pipiku kembali merona.

Aku penasaran, masihkah kau mencintaiku hingga kita menua nanti?

"Kau satu-satunya perempuan yang aku cintai, dan ingin aku ajak menua bersama"

Kau memang tidak romantis. Bahkan kau akan lebih banyak diam. Kau tidak akan pernah mengatakan hal-hal seperti "Aku mencintaimu" atau hal-hal yang akan membuatmu malu. Tapi sepanjang perjalanan kita, kau adalah lelaki yang paling membuatku bahagia.

Kau benar perjalanan kita tak selalu menyenangkan, tapi kau tak pernah berusaha melepaskan tanganku meski kita mendapati kaki kita penuh luka. Kau berusaha untuk menepati janjimu, membawaku ketempat yang paling menyenangkan. Menua bersamamu adalah hal yang paling aku inginkan. Aku ingin mengingat perjalanan kita hingga menua nanti, bersamamu.

Sutihat Rahayu Suadh
16 Februari 2016

  • view 255