Tulisan : Menikahlah Denganku

Sutihat Suadh
Karya Sutihat Suadh Kategori Lainnya
dipublikasikan 13 Februari 2016
Tulisan : Menikahlah Denganku

Kau barangkali tidak mengerti dengan pikiranku. Bagaimana mungkin seseorang sepertiku mudah berubah pikiran. Aku pun tak memahaminya.

Barangkali kau pun pernah begitu, aku benar-benar tidak tahu. Saat kau berlalu dan aku berlalu. Dan kita tetap diam seakan tidak saling peduli. Pikiranku mulai terganggu. Barangkali benar jika aku mulai menyukainya, tentangmu. Kau masih tetap menjadi dirimu yang menyebalkan, yang menularkan kebekuan. Kau tak pernah berusaha menjadi pendengar yang baik atau pembicara yang hebat didepanku, kau tetap menjadi kau yang tak bisa aku definisikan.

Kadang aku membenci sikap diam dan dinginmu pada hal-hal yang aku butuhkan. Dan barangkali kau mengutuki sifat emosionalku yang sering sekali meledak-ledak tak terkendali.

Menikahlah denganku,
Barangkali aku tak bisa menjadi luar biasa atau dapat selalu memahamimu dalam setiap kesempatan. Saat kita bersama barangkali kita akan menjadi pasangan yang serius dan membosankan. Kuharap setelah menikah kita akan lebih banyak bicara. Kau akan bercerita tentang kegiatanmu dari pagi hingga petang, akupun begitu. Kita bertukar buku yang telah kita baca siang tadi dan mulai menceritakan apa yang kita inginkan dimasa depan.

Menikahlah denganku,
Barangkali aku masih saja kaku, dan marah karena hal-hal kecil, dan kau selalu menjadi lebih sabar sepanjang waktu. Kau akan menunggu kemarahanku mereda, dan kau memberikanku secangkir teh hangat atau memberiku selimut ketika aku selesai menangis dan tertidur. Kau akan berpikir semalaman lalu meminta maaf keesokan harinya. kau memang orang yang seperti itu dalam pikiranku.

Menikahlah denganku,
Aku akan menulis sepanjang malam, kau mengerjakan pekerjaanmu diruangan yang lain. Sesekali aku melihat punggungmu lalu kau melihatku yang mencuri pandang. Kau tersenyum dan melanjutkan pekerjaanmu, begitupun denganku. Tidakkah menurutmu itu menyenangkan.

Menikahlah denganku,
Kita saling mengenal sejak usia kita masih sangat muda dan tak dapat mendefinisikan perasaan. Setelahnya kita tak pernah bertemu, karena kita tak punya alasan untuk saling menyapa. Setelah tujuh tahun berlalu tanpa sengaja kita bertemu, dan menyatakan keinginanmu untuk menikah denganku. Dalam hati aku mengutuki kenekatanmu. Bertemu denganmu pun tak ada dalam rencanaku.

Kau, menikahlah denganku.

Sutihat rahayu suadh
13 Februari 2016

  • view 195