Tulisan: Bagaimana Jika Aku Sungguh Mencintaimu

Sutihat Suadh
Karya Sutihat Suadh Kategori Lainnya
dipublikasikan 12 Februari 2016
Tulisan: Bagaimana Jika Aku Sungguh Mencintaimu

Membaca buku? 'Cinta adalah Perlawanan' karya penulis muda yang luar biasa Azhar Nurun Ala.


Sebagian dari isi bukunya menggambarkan setumpuk kekhawatiran dalam diriku. Seringnya aku merasa sendiri dengan setumpuk pertanyaan yang membutuhkan jawabanmu. "Adakah kau memiliki perasaan yang sama? Adakah kau sama khawatirnya denganku? (Azhar Nurun Ala)

Barangkali kau pun begitu, aku benar-benar tidak tahu. Kau berlalu, aku berlalu. Dan kita tetap diam seakan tidak saling peduli.? Kadang aku membenci sikap diam dan dinginmu pada hal-hal yang aku butuhkan, perhatian kecil misalnya. Dan barangkali kau mengutuki sifat emosionalku yang sering sekali meledak-ledak tak terkendali.
Aku tak bisa membaca tentangmu jika kita tak pernah bicara. Barangkali aku bukan kekasih yang baik, sebagaimana hari-hari kita tak selalu berjalan baik.

Bagaimana jika aku sungguh Mencintaimu. Perasaanku masih sama, sejak pertama kali jatuh hati padamu beberapa tahun tahun lalu. Kau masih laki-laki yang sama, dingin dan menularkan kebekuan dalam setiap pembicaraan kita. Kau masih sering mengabaikanku di setiap kesempatan, padahal aku selalu ingin bercerita tentang apa yang aku lakukan dari pagi hingga petang.


Kau bertanya apakah aku mau menikah denganmu ditahun yang kau rencanakan?

Aku tak pernah berencana untuk menikah, terbesitpun tidak. Aku tertawa kecil.

Keesokan harinya kita kembali membicarakan tentang tujuan, dan aku mengatakan padamu jika aku ingin menikah setelah lulus kuliah, entah apa yang kau pikirkan karena bahkan kita tak pernah bertemu. Kau tahu, bukan tanpa alasan aku mengatakannya padamu, aku ingin menerima tawaranmu.

?

Bagaimana jika aku sungguh mencintaimu. Kita bisa bersama meski terkadang kita terasa sangat membosankan. Aku akan melihatmu sepanjang waktu bersama tumpukan pekerjaan, dan aku akan menyuguhimu secangkir teh hangat yang kau minum setelah menjadi dingin. Kau akan tersenyum sesekali, dan aku akan kembali melihat punggungmu dari ruangan yang lain.

?

Lalu bagaimana dengan emosionalku yang terkadang tak bisa diajak kompromi. Aku mudah kesal dengan hal-hal yang tak berjalan sesuai keinginanku. Dan aku bisa mendiamimu berhari-hari jika kau tak memulai pembicaraan kita. Aku tidak suka diabaikan, dan? kau seringkali mengabaikanku dalam berbagai kesempatan. Bagaimana jika aku sungguh mencintaimu, bisakah kau merubah ketidaksukaanku, mengurangi kebekuan yang kau ciptakan.

?

Bagaimana jika aku sungguh mencintaimu dan kau tidak?

Seringnya aku merasa begitu, seringnya aku merasa seperti bertepuk sebelah tangan. Meski puluhan kali kau meyakinkanku tentang tujuan kita. Kau mengatakan jika kau membutuhkanku untuk mencairkan dinginmu. Karena kekurangan kita adalah bagian dari perjalanan yang tak menyenangkan yang pernah kau katakan padaku. Aku tak tahu bagaimana menerima yang semestinya. Aku membutuhkanmu untuk membicarakan semua hal yang tak bisa kubicarakan dengan yang lain. Aku ingin menikmati secangkir teh dikala hujan bersamamu, melihat hujan dari balik jendela kaca dan tawa kita terdengar lebih merdu disana.

?

Bagaimana jika aku sungguh mencintaimu ?

Aku tau semua tak bisa begitu saja berubah seperti power ranger, atau serial fantasy yang sering kita lihat ditelevisi. Aku tau kita membutuhkan lebih banyak waktu untuk saling memahami kekurangan kita. Kau tak bisa terus diam dalam dunia yang aku tak ketahui, karena cinta membutuhkan perlawanan, dan kau harus melawan tidak pedulimu. Aku sungguh mencintaimu, hingga aku bertahan dalam setiap kebekuan yang kau ciptakan. Dalam kesendirian yang lebih sepi dari sendiri. Bagaimana aku harus tetap melihat punggungmu diruangan yang lain. Kau tahu betul itu melelahkan.

?

Bisakah kau memberi jeda pada kita. Bagaimana jika aku sungguh mencintaimu? Bagaimana jika pada akhirnya aku tak bisa selalu memahamimu? Kau seperti soal matematika yang tak memiliki jawaban, aku tak pernah bisa mendefinisikan tentangmu.

?

Sutihat Rahayu Suadh

Jumat, 12 Februari 2016

?

?

  • view 183