Tulisan: Bagaimana Aku menjelaskan Tentangmu

Sutihat Suadh
Karya Sutihat Suadh Kategori Lainnya
dipublikasikan 11 Februari 2016
Tulisan: Bagaimana Aku menjelaskan Tentangmu

?

Rasanya aku tak pernah memiliki kata yang dapat menjelaskan tentangmu. Kamu memiliki dunia yang sama sekali berbeda denganku, dan cara berfikir kita pun tak pernah sama.


Kau tetap menjadi dirimu yang tidak peduli, padahal aku telah bertaruh dengan diriku untuk menerimamu kembali.
Aku pikir kita bisa menjadi teman bicara di berbagai kesempatan, tapi ternyata kita lebih banyak diam. Aku masih tak bisa menjelaskan tentangmu. Saat ini aku merasa lebih sepi dari sendiri. Seringkali kau bahkan tak pernah bertanya tentangku, bahkan aku harus selalu memulai pembicaraan kita, dan rasanya sudah tak lagi menyenangkan.

?

Bagaimana aku menjelaskan, jika keraguanku semakin jelas. Aku bukanlah tujuanmu, bukan. Segala tentangmu aku masih tak memahaminya. Aku selalu bertanya 'Apa kau yakin' dan kau selalu menjawab dengan nada yang sama. Bagaimana aku menjelaskan tentangmu, kau terasa lebih dingin.

?

Aku selalu merasa jika hanya aku yang bahagia dengan kebersamaan kita, hanya aku yang ingin kita memiliki tujuan, dan kau tidak. Apa ada kata-kataku yang salah. Itulah perasaanku padamu, mulai terasa getir.

Bagaimana aku menjelaskan tentangmu, kau selalu sibuk dengan hal-hal seperti pekerjaanmu, teman-temanmu, dan semua hal yang bukan aku. Aku selalu berusaha memahami segalanya dengan tidak banyak berkesah, dengan tidak membuat pikiranmu menjadi lebih penuh dengan segala hal-hal yang kuinginkan. Aku menahan segalanya, untuk tidak lebih dari sekedar mempertahankan tujuan kita. Meski saat ini aku merasa, tujuan itu sudah berada ditepian.

Entahlah, aku masih ingin memberimu waktu dan memberiku ruang untuk berfikir ulang tentang kita.
Apakah kita memiliki tujuan yang sama? Atau kita hanya mempertahankan yang sudah ada. Ada saat dimana aku merasa jalan yang kita lalui sudah sangat terjal, kakiku telah penuh luka. Dan kau masih menyisakan harapan di penghujungnya, ketika tanganmu berkali-kali meraihku.

Barangkali tujuanmu bukan aku.

Aku akan selalu berkata 'tidak apa', 'tidak masalah' dan hal-hal yang akan membuatmu lega. Meski untuk kesekian kalinya aku harus menahan sesak, tidakkah kau merasa demikian. Aku tak meminta perjalanan yang selalu menyenangkan, hanya saja perjalanan kita sudah tak lagi memberikan tujuan. Aku selalu bertahan menahan asa dipenghujungnya, agar kita tidak luruh.

Aku masih ingin menyentuh langit bersamamu, menikmati perjalanan kita.


Rabu,10 Februari 2016
Sutihatsuadh

  • view 286