Tulisan : Masalalu

Sutihat Suadh
Karya Sutihat Suadh Kategori Lainnya
dipublikasikan 07 Februari 2016
Tulisan : Masalalu

Bagaimana dengan seseorang dimasalalu yang kembali datang padamu ?"

Ada perasaan getir yang masih aku rasakan hingga sekarang, meski sudah enam tahun berlalu. Kenapa kau tiba-tiba datang dan menjelaskan segala penyesalanmu dimasalalu.?Aku tak pernah ingin mendengarnya sekarang, kau tahu.?

Aku masih ingat bagaimana penghianatanmu, bagaimana kau mengabaikanku setelah pergi; aku masih mengingatnya dengan jelas. Aku mendapati titik balik kehidupanku setelah kau pergi dan menyisakan segala perasaan sesal. Aku tergugu.?

Setelah kau meninggalkanku, kau bahkan tak pernah bertanya tentang keadaanku. Aku melihat bagaimana kau menikmati kehidupanmu, bagaimana kau akhirnya bahagia dengan pilihanmu. Aku terlalu sibuk bertahan, di lorong yang sepi, dalam ketakutan sendiri menikmati ruangan yang terasa lebih pasi. Kau bahkan tidak tahu, saat aku tak sadarkan diri berhari-hari, tak bisa berjalan dan menelan ratusan pil pahit.?

Aku mulai membencimu.?

?

Kenapa baru datang setelah semuanya baik-baik saja. Setelah aku telah menjadi orang yang berbeda. Setelah enam tahun. Dalam perjalananmu, barangkali aku pernah sebegitunya ingin kau lupakan. Aku mendapatimu tergugu menyesali segalanya, dan itu sangat menggangguku.

?

Tuhan telah memberiku kesempatan untuk hidup kedua kalinya. Manusia selalu dirancang untuk terluka, karena pada akhirnya kita akan menyadari Tuhan selalu menjadi tempat kita kembali. Aku menemukan jalanku saat aku tidak berdaya, saat aku mendengar Ayahku menangis meminta pada Tuhan agar memberiku kehidupan. Saat itu aku menutup mulut dengan kedua tanganku rapat-rapat. Aku selalu menahan asa dipenghujungnya, dan menemukan alasan untuk menjadi lebih kuat.

?

Kau dimana saat itu..?"

Kau menikmati kehidupanmu bukan. Sesekali aku melihat bagaimana kau sibuk membicarakan perasaanmu, bagaimana kau jatuh cinta lagi, bagaimana duniamu yang menyenangkan dan tidak ada aku disana. Bagimu, aku hanya jejak yang kau tinggalkan ditepian. Dimana kau saat aku terbaring, saat aku menelan ratusan pil pahit, saat aku sendiri di ruangan yang pasi. Kau tidak ada disana.

?

Aku memilih jalan yang berbeda sekarang. Saat kau mengatakan "Aku serius, aku ingin menikah denganmu" dengan tatapan putus asa. Aku masih butuh waktu, karena setiap kali melihat kebelakang aku menyadari jika aku masih belum bisa memaafkanmu. Aku masih butuh waktu untuk bisa menerima keberadaanmu sekarang. "Aku akan menunggumu" Lanjutmu.?

?

Dimana waktu, saat aku sudah bisa memaafkanmu. Jika saat itu kau masih berada ditempatmu, tak beranjak, dan masih menyesali segalanya barangkali aku bisa menerimamu kembali. Perasaanku masih berada ditempat yang sama.?