Tulisan : Perjalanan Kita

Sutihat Suadh
Karya Sutihat Suadh Kategori Lainnya
dipublikasikan 05 Februari 2016
Tulisan : Perjalanan Kita

Dalam perjalanan kita aku sering menahan segala pertanyaanku tentang tujuan. Aku hanya berjalan dibelakangmu, dengan langkah yang kuhitung sedemikian banyaknya.

Jika kita sejengkal lebih dekat aku mulai mengatur jarak. Ada saat aku ingin kau melihat keberadaanku. Kau terus saja berjalan dengan langkah yang sama. Lalu aku kembali menghitung langkah kita.

Kau tahu, seberapa jauh aku mengikutimu tanpa tujuan. Kau hanya tersenyum di depan sana, mengisyaratkanku untuk tetap bersamamu dengan jarak. Aku menikmati perjalanan kita meski tanpa tujuan. Barangkali setiap kali dahaga, aku akan memberimu seteguk air yang kubawa.

Pernah suatu kali kau meminta untuk kita berjalan bersama, tanpa jarak. Kau khawatir jika langkahmu terlalu panjang, hingga melupakanku yang berada dibelakangmu. Aku lebih suka melihat punggungmu daripada menggenggam tanganmu. Aku lebih suka diam-diam memperhatikanmu, menghitung langkah kaki kita yang tak seirama. Aku ingin kau memiliki tujuan.

Dalam perjalanan kita pernah melewati jalan terjal. Saat itu melihat kearahku, menggapai tanganku yang kesulitan. Kakiku penuh luka, kau melihatnya dengan senyum pahit.
"Jika aku memiliki tujuan, maka dia adalah orang yang menghitung langkahku dalam perjalanan ini. Maukah kau berjalan bersamaku, menghabiskan sisa perjalanan kita dan membuat perjalanan yang lain, bersama."

Aku terdiam, menahan segala perasaan. Aku mengangguk pelan, menatap matanya lekat-lekat;
"Aku tidak ingin menjadi pilihan, tapi tujuanmu; kau tahu...?"

Kau kembali tersenyum. "Jarak yang kau buat selama ratusan hari, dalam perjalanan kita telah memberiku jawaban. Kau hanya menghitung langkah kakiku, memberiku air yang kau bawa kala dahaga, mengatasi segala kesulitanmu dengan terus menjagaku; itu sudah cukup memberiku jawaban tentang tujuan."

Disepanjang perjalanan kita, aku tak pernah mengutarakan tanya atau memintamu menjadikanku tujuan dari lelahnya kau mencari. Dalam perjalanan kita ditengah keragu-raguanmu, aku masih bahagia karena dapat menghitung langkah kakimu, melihat punggungmu dari jarak yang cukup jauh. Hingga suatu hari aku sadar, tujuan itu tidak selalu berada didepan sana, tapi bisa jadi tujuan adalah sesuatu yang berada dibelakangmu dengan kesabaran yang akhirnya kau sadari.

Kita tersenyum mengetahui semua itu. Aku menjadi tahu mengapa aku bisa hidup dalam pikiranmu karena kita memiliki tujuan yang sama. Hanya saja kita membutuhkan waktu yang cukup lama untuk meyakini segala sesuatunya. Perjalanan ini membuat pikiran kita menjadi selaras. Perjalanan ini membuatku mengenalmu.

Sutihat Rahayu Suadh; Perjalanan Kita
Jumat 5 Februari 2016

  • view 224