Tulisan: Dihadirkan, dan Menjadi Pelajaran

Sutihat Suadh
Karya Sutihat Suadh Kategori Lainnya
dipublikasikan 14 Desember 2016
Tulisan: Dihadirkan, dan Menjadi Pelajaran

Orang-orang baik yang telah kamu lewatkan mungkin menjadi pertanda bahwa; kamu belum sebaik dirinya atau kamu terlalu baik baginya.

Dan rasanya, memang tidak menyenangkan melewatkan yang demikian. Apalagi bila ia tiba-tiba muncul disaat kita sedang ragu-ragu pada kesiapan diri kita sendiri. Juga dengan kesadaran bahwa yang sebaik ini hanya sedikit sekali dan ia datang kepada kita. Bukan kepada yang lain.

Lalu kita terlalu lama dalam ragu. Terlalu lama mengulur waktu. Overthinking.

©kurniawangunadi

Saya membaca tulisan ini subuh tadi, barangkali tulisan-nya biasa saja tapi bermakna karena sedikitnya saya tahu bagaimana rasanya. Orang-orang baik yang telah saya lewatkan, orang-orang baik yang pernah saya lukai perasaannya karena ketidaksiapan dan keraguan-raguan.

Ketika saya terlalu lama mengulur waktu dan naif rasanya ketika berfikir bahwa orang baik pasti bersedia menunggu. Nayatanya tidak semua orang bisa sabar menunggu, dan perasaan manusia itu bergerak dan berubah.

Rasanya tidak menyenangkan ketika menyadari saya telah melewatkan hal-hal yang sebenarnya saya syukuri keberadaannya. Orang yang ditengah banyaknya pilihan dan tetap memilih saya bukan orang lain. Orang yang bersedia menunggu bertahun-tahun dan memilih tidak mengutarakan hingga keberanian-nya datang disaat kesiapan diri saya menerima tidak ada.

Ada banyak yang saya sesali, dan rasanya sangat tidak menyenangkan. Salah satu bagian tersulit dalam hidup ini adalah menerima orang lain. Lebih dari itu adalah menerima masa lalu orang lain. Begitu pun saya sendiri. Ingin rasanya orang lain bisa menerima saya dengan utuh. Saya telah banyak kehilangan orang-orang dekat, atau mungkin yang dulu saya rasa dekat, hanya karena terlalu lama dalam keraguan.

Memang ada fasenya. Dan saya bersyukur pernah melalui setiap fase tersebut. Termasuk dimana saya pernah memahami bahwa ada orang-orang baik yang dihadirkan dan menjadi pelajaran. Saya melihatnya hari ini, orang itu tumbuh bahagia dan saya merasa dia segalanya lebih dari saya. Barangkali memang harus demikian ceritanya. Saya melukai perasaannya. Dan saya seseorang yang menjadi jalan baginya untuk mendapatkan apa yang dia dapatkan saat ini. Dan saya seseorang yang menjadi perantara pembelajaran-pembelajaran berharga yang berhasil dia ambil dalam hidupnya. Dan saya pun berharap menjadi seseorang yang berhasil mengambil pembelajaran berharga darinya untuk lebih baik.

Sutihat Suadh
Serang, 14 Desember 2016

  • view 226