Tulisan: Definisi Cantik

Sutihat Suadh
Karya Sutihat Suadh Kategori Inspiratif
dipublikasikan 20 Juli 2016
Tulisan: Definisi Cantik



Kata-kata ini sepertinya selalu diidamkan atau dibenamkan pada pikiran sebagian wanita.
Lalu cantik yang bagaimana ?


Sering sekali saya mendengar, cantik itu relatif jadi cantik menurut kamu belum tentu menurut saya. Relatifitas itu perbandingan jadi akan selalu ada perbedaan pada definisi cantik.

Seperti halnya diberbagai negara. Disatu negara eropa, mereka dikatakan cantik ketika memiliki pinggang kecil, Di Iran wanita yang cantik adalah mereka yang memiliki hidung mancung dan mungil, Di Ethiopia, cantik itu adalah bekas luka cakar. Luka bekas di Ethiopia bukanlah luka yang tidak disengaja, justru mereka sengaja membuatnya sendiri dengan cara menyayat perut mereka. Itulah salah satu definisi cantik.

Setiap wanita pasti ingin selalu terlihat cantik. Namun sayang kebanyakan dari seluruh wanita hanya menghargai sebuah kecantikan dari bagaimana fisik mereka. Sehingga banyaknya operasi plastik, sedot lemak, memancungkan hidung, de el el. Yang memiliki resiko luar biasa mengerikan dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Belum untuk perawatan. make up, fashion, dsb. Menurut penelitian, wanita menggunakan 50% uang MEREKA untuk kecantikan.

Saya sering bertanya apa iya definisi cantik hanya dipandang sebatas fisik. Lalu bagaimana mereka yang memiliki fisik yang tidak sempurna. Melelahkan sekali mungkin. Tapi lihatlah dari kacamata islam, disana ada part-part bagaimana muslimah dengan kecantikan sejati mereka. Bukan karena wajah yang mulus atau body yang aduhai, tapi cantik dimata Tuhan {ALLAH}. Dan itu sudah dilupakan sekarang. Bahkan saya pernah mendengar ada seorang muslimah yang rela meninggalkan sholatnya hanya takut make-up yang dipakainya luntur, mashaallah. Atau beberapa orang yang berhijab namun memperlihatkan keindahan lekuk tubuh mereka dengan pakaian ketat sehingga melupakan fungsi jilbab itu sendiri yang diperuntukan sebagai pelindung. Semuanya hanya karena ingin terlihat cantik, terlihat fashionable. Itu semua karena bergesernya definisi cantik itu melalui padangan manusia. Dan kita sering sekali melupakan siapa yang menciptakan kecantikan itu.

Cantik itu relatif, ya itu benar. Karena pandangan setiap orang berbeda yang disebabkan kerelatifitan cara berfikirnyapun berbeda. Boleh saja wanita ingin terlihat cantik, karena Allah pun mencintai Keindahan. Tapi jadilah cantik di mataNYa, sebagai muslimah yang ta-at, yang menutup aurat, menghijabi kecantikan itu dengan akhlak dan peringai yang baik, dan sebagai bentuk kepatuhan kalian kepadaNya.

Didalam kitab yang kita yakini sebagai pedoman Hidup dan akan menyelamatkan kita dari siksa api neraka, jelas sekali disana diterangkan bagaimana kita sebagai muslimah dimuliakan, dengan peraturan berpakaian, pergaulan, dan segala hal yang pada akhirnya akan membawa kita pada definisi cantik yang sebenarnya.

Bagi saya sendiri, cantik itu bukan mereka yang memiliki wajah yang mulus, body yang aduhai, atau mereka yang fashionable. Tapi cantik itu adalah prihal pemahaman dan pengetahuan seseorang, semakin dia berilmu maka semakin cantik. Semakin dia bermanfaat bagi sesamanya, maka bertambah kecantikannya. Dan yang paling penting dari seorang wanita adalah agamanya, bagaimana ia memahami kehidupannya, cantik baginya adalah ketika ia bersujud, cantik baginya adalah ketika ia mampu menjaga hatinya agar tetap lapang.

Jadi Standar cantik itu harus diletakan ditempat yang tepat. Disandarkan pada pencipta kecantikan sejati. Bukan berarti kita tidak boleh bersolek karena sebagai manusia sosial kita harus memiliki eksistensi untuk diri kita, tapi jangan pernah menjadikan standar kecantikan dalam pikiran manusia, dan jangan berlebihan. Karena segala sesuatu yang berlebihan itu akan mendatangkan kemudhorotan untuk diri kita, jadi sederhana saja. Semakin sederhana, kau akan semakin terlihat cantik.

 

Sutihat Rahayu Suadh

Rabu, 20 Juli 2016

Gambar diambil dari Pinterest