Tulisan: Tentang Rangga yang Meninggalkan Cinta

Sutihat Suadh
Karya Sutihat Suadh Kategori Lainnya
dipublikasikan 16 Mei 2016
Tulisan: Tentang Rangga yang Meninggalkan Cinta

Tulisan: Tentang Rangga yang Meninggalkan Cinta
 
Ada Apa Dengan Cinta 2 ?
 
Menonton film ini memberikan saya pemikiran baru tentang 'Meninggalkan'. Alasan menjadi jeda yang sampai pada akhirnya menjawab tanda tanya. Entah sampai pada tahun ke berapa, penjelasan itu benar-benar dapat kita dengarkan.
 
Saya sering mendengar tentang bagaimana jahatnya Rangga yang meninggalkan cinta. Semua ketidakadilan yang terarah kepada dirinya, karena dengan alasan apapun meninggalkan tetap saja salah, bukan. Bagi perempuan yang setia menunggu kedatangan, meninggalkan adalah kepahitan.
 
Entahlah, melihat Rangga saya lebih percaya bahwa ada hal-hal yang tak dapat dipahami meski meninggalkan selalu memiliki alasan terbaiknya. Ah, saya seperti memutar memori tentang meninggalkan sesuatu yang sebenarnya sangat ingin saya miliki. Saya selalu mengukur kebahagiannya dan membatasi setiap rindu menjadi jeda yang terkadang menusuk jantung. Jarak yang menjadi seperti sebilah pisau yang kau letakan di sisi hatimu.
 
Setiap pertemuan setelah perpisahan katanya memiliki takdirnya sendiri. Karmen yang selalu bertanya kepada cinta tentang 'apakah kau yakin tentang menikah dengan Trian', karena pada kenyataannya di dunia ini ada orang-orang pertama yang menggenapi hati kita, meski setelahnya yang lain datang silih berganti. Ada seseorang yang menjadi tempat perasaan kita kembali.
 
Ini tentang puisi-puisi yang rangga tulis. Entahlah setiap kali suara itu menembus telinga hingga saya mendengarkan kata-kata lembut namun menggetarkan. Pada Batas itu saya bertanya, rindu yang kita lelapkan hingga ratusan purnama bisakah tenggelam. Orang-orang yang berusaha kita lupakan karena terlalu menyakitkan ketika mengingatnya dapatkah kita hapus seperti prasasti atau benda sejarah paling tua yang tak dapat ditemukan kembali. Perasaan menjadi selalu yang paling rumit, cinta pun demikian, kita tidak sedang berbicara tentang rasional. Karena perasaan membelah batas antara jarak-jarak yang ada, kemudian suatu ketika merekatkannya kembali. Tidak rasional bukan.
 
(To Be Continued)
 
Sutihat Rahayu Suadh
16 Mei 2016


  • Ayin Elfarima
    Ayin Elfarima
    1 tahun yang lalu.
    Bagus, Mbak.
    Jadi penasaran sama lanjutannya.

    Btw, salam kenal, ya, Mbak.

    • Lihat 2 Respon

  • Nur Hikmah Safilarial
    Nur Hikmah Safilarial
    1 tahun yang lalu.
    Ditunggu lanjutan nya mbak. Sukaaaa. hehe apalagi di bagian "karena pada kenyataannya di dunia ini ada orang-orang pertama yang menggenapi hati kita, meski setelahnya yang lain datang silih berganti. Ada seseorang yang menjadi tempat perasaan kita kembali".