Tulisan: Pertemuan Kita

Sutihat Suadh
Karya Sutihat Suadh Kategori Lainnya
dipublikasikan 08 Mei 2016
Tulisan: Pertemuan Kita

 

Aku tidak tahu harus memulai darimana. Aku menulis tentangmu dengan begitu banyak jeda.

Pertemuan, selalu menyisakan tanya, siapa dan mengapa?

Dalam perjalananku, tiga tahun lalu kita bertemu dikereta yang asing. Di dunia tanpa nama.
Kau menjadi teman bicara yang menyenangkan disepanjang perjalananku. Kita berbicara tentang apa saja, hingga waktu tanpa sadari habis terkikis.
Aku yang seringkali menularkan kebekuan, menjadi orang yang berbeda ketika bersamamu. Aku lebih banyak bahagia.

Aku tak pernah tahu definisi dari kata selain percaya. Aku mempercayaimu sebelum akhirnya jatuh (hati). Sampai pada satu hari, kereta yang kita naiki harus berhenti di perbatasan kota dan kita harus kembali menjadi asing. Pertemuan kita menjadi bab baru yang kutuliskan, dan perpisahan kita menyisakan kesedihan yang tak kita ketahui.

Bagiku, pertemuan selalu memiliki alasan terbaiknya. Jodoh tidak selalu tentang sepasang kekasih yang bersama, bisa saja sebagai teman baik, aku mendefinisikan segala sesuatu tentangmu. Langkah kakimu yang ringan, senyummu yang merona, dan caramu mencintai Tuhan. Aku masih sering menulis dengan banyak jeda, barangkali caraku jatuh cinta berbeda dengan caramu.

Aku lebih suka menunggu di stasiun sendiri, membaca buku ditengah ramainya orang yang berlalu lalang. Aku percaya saat kau mengatakan "Kita, jangan saling membebani langkah karena kita berarti meringankan". Aku selalu menunggu keretamu datang, untuk kita kembali melakukan perjalanan bersa-sama. Kita akan lebih banyak bercerita tentang bagaimana hari-hari kita dari pagi hingga petang. Bagaimana buku-buku yang kita baca adalah penikmat jeda yang paling setia.

Sutihat Suadh
28 April 2016

 
 

  • view 115