Tulisan: Jika Kamu Lebih Bersabar?

Sutihat Suadh
Karya Sutihat Suadh Kategori Lainnya
dipublikasikan 08 Mei 2016
Tulisan: Jika Kamu Lebih Bersabar?

Jika kamu dapat sedikit menahan barangkali besok adalah hari yang paling aku tunggu untuk mengatakan segala sesuatunya.
Mengatakan sesuatu yang telah aku fikirkan di sepanjang perjalanan kita. "Aku Jatuh Hati Padamu"

Aku merencanakan mengatakan kata-kata yang tak pernah bisa ku katakan meski kita telah bersama cukup lama.

Aku harap kau lebih memahamiku dibanding yang lain. Aku yang keras kepala, aku yang lebih suka sendiri, dan aku yang tak punya banyak waktu untuk kita.

Aku membelikanmu hadiah kecil, jam tangan. Aku sering memperhatikan tanganmu yang tak cukup besar mengenakannya. Aku pun tahu kau lebih banyak diam dan mengalah, bukan karena kau sepenuhnya salah hanya kau tak pernah ingin kita sama-sama diam. Karena aku pernah mengatakan bahwa barangkali jika kita bersama kita akan seperti bencana, erupsi gunung berapi atau bahkan tsunami.
Hari terakhir kita bertemu, aku bahagia mendapati kita tak lagi kaku. Kita banyak tertawa, biasanya kita lebih banyak diam.

Entah apa alasanmu tiba-tiba menjadi lebih dingin. Aku berfikir tentang bagaimana akhirnya kau membekukanku, bagaimana aku dengan segala kekhawatiranku tentang perpisahan bertanya padamu tentang akhir perjalanan kita.

Katamu kau lebih suka sendiri. Aku memahami segala sesuatunya, barangkali kita memang harus berhenti.
Aku pernah berharap jika perpisahan kita dulu adalah yang terakhir. Kau tidak ada dalam rencanaku, begitupun pertemuan kita. Hingga akhirnya aku merasa segala sesuatunya sudah tak menyenangkan.
Seandainya kau bisa lebih bersabar
Seandainya kau bisa lebih memahami segala tentangku

Ah, sakit rasanya mengatakan "seandainya" karena kenyataannya aku harus menelan pil pahit perpisahan kita. Kita telah menjadi asing. Kau lebih dingin, dan aku lebih beku.

Sutihat suadh,
Rabu, 4 mei 2016

  • view 72