Tulisan: Setelah Kita Berpisah (lagi)

Sutihat Suadh
Karya Sutihat Suadh Kategori Lainnya
dipublikasikan 26 April 2016
Tulisan: Setelah Kita Berpisah (lagi)

 

Aku mulai mengetik kata itu, ini sudah kesekian kali aku menghapusnya. "Pamit" kata itu seperti perlawanan yang tak pernah berusaha aku menangkan, karena aku masih meragukan perpisahan kita akan lebih membahagiakan ketimbang bersama.

Hari-hari yang kita lalui tak lagi menyenangkan. Kita menjadi lebih dingin dari hujan kemarin. Aku kembali menularkan kebekuan, dan kau menjadi teman yang paling diam. Aku masih menuliskan perjalanan kita hingga kita saling melepaskan genggaman tangan. Aku tahu kita hanya menunggu waktu yang tepat untuk berpisah.

Kemarin kita masih tertawa bersama, menikmati teh hangat di kala hujan turun. Kita masih berbicara tentang bagaimana jika kita menua nanti.

Aku kembali mengetikan kata terakhir untukmu.."pamit" dengan suara tangis yang tak terdengar. Barangkali waktu yang tepat adalah saat ini, karena kita sedang sama-sama terluka. Perjalanan kita tak lagi memiliki tujuan. Dan kita sudah tak lagi bahagia.

Kamu akan membaca pesanku dalam sebuah buku yang kukirimkan padamu kemarin. Buku yang pernah kujanjikan untuk kau yang pertama membacanya. Kau menjadi pemeran utama yang menghiasi 200 halaman. Itu kado terakhir sejak pertemuan kita. Kita pernah tertawa bersama, menari ditengah hujan, dan mendaki hingga melihat langit dari puncak sana. Ini tahun terakhir aku menulis dan menikmatimu melalui hujan yang turun.

Dalam halaman terakhir, aku menuliskan sepenggal rasa.

Sutihat Rahayu Suadh
Selasa 26 April 2016


  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    1 tahun yang lalu.
    ^_

  •   Kurirperasaan063
     Kurirperasaan063
    1 tahun yang lalu.
    Bakmi dua, kuahnya pisah, tapi plastic nya satuin*
    Karyamu keren, mengayuh, membuat hanyut, makasihbanyak sudah menulis

    • Lihat 24 Respon