Tulisan: Perjalanan Bersamamu

Sutihat Suadh
Karya Sutihat Suadh Kategori Lainnya
dipublikasikan 12 April 2016
Tulisan: Perjalanan Bersamamu

Sesaat aku ingin meredam kekhawatiran tentang perjalanan kita. Aku tetap berjalan dibelakangmu dengan jarak. Kau membawaku ketempat dimana segalanya terasa lebih asing, hanya ada kita yang menikmati perjalanan bersama.
 
Kau menghentikan langkahmu distasiun dimana kereta menunggu untuk kita naiki. Kita duduk ditempat yang sama masih dengan jarak. Disepanjang perjalanan kita lebih banyak diam. Kita melihat segala yang kita lewati; langit, laut, gedung-gedung, dan yang ada disana. Sampai dipemberhentian terakhir, kau melangkah keluar dan menyiratkanku untuk kita kembali melangkah bersama. Aku masih tanpa ragu berjalan dibelakangmu meski tanpa tujuan.
 
Kau tersenyum didepan sana, aku masih tersenyum di belakangmu.
 
"Sejauh ini dengan semua yang kita lewati bersama-sama, kau masih yakin dengan lelaki sepertiku? Lelaki yang tak menjanjikanmu tujuan, lelaki yang tak menawarimu perjalanan yang menyenangkan, lelaki yang lebih banyak diam?"
 
"Tidak apa, karena kita sedang belajar bersama, menikmati segala yang kita lewati disepanjang perjalanan. Aku ingin mempercayaimu seperti seorang kekasih, seperti seorang anak yang mempercayai ibunya. Meski perjalanan bersamamu tak selalu menyenangkan."
 
Kau hanya tersenyum, seperti biasa tak banyak berkata-kata.
 
Tahun-tahun perjalanan kita menjadi lebih jauh. Kini kau menghentikan langkah kakimu dan memintaku mendekatkan jarak. Aku melangkah kearahmu masih dengan kekhawatiran. Hingga jarak kita sebatas satu langkah kaki kecilku.
 
"Jika jarak kita sedekat ini, aku percaya pada kesabaranmu menanti. Langkah kakimu tak sepanjang langkah kakiku, dan tak sekuatnya juga. Kau berjalan, mengikutiku dan percaya bahwa aku akan membawamu pada tujuan meski kau tak pernah bertanya, meski aku melihat kekhawatiran yang selalu berusaha kau sembunyikan."
 
Katamu menyentuh jemariku yang terasa membeku.
 
"Aku percaya kau akan membawaku ke tempat yang lebih dari sekedar syurga yang dibicarakan Tuhan.. "
 
"Terimakasih, kau, maukah menikah denganku. Dengan lelaki yang tak pandai berkata-kata, dengan lelaki yang seringkali menularkan kebekuan, dengan lelaki yang sering mengabaikan?"
 
Kau tahu, disepanjang perjalanan kita aku seringkali melihat punggungmu. Terkadang aku melihat kekhawatiran diwajahmu yang berusaha kau sembunyikan. Kita berjalan dengan jarak yang cukup jauh, aku selalu berada di belakangmu, mencintaimu dengan cara-cara yang tak kau ketahui. Aku bahagia menjadi perempuan yang bisa kau lihat ketika kau lelah dengan tujuanmu, ketika kakimu terluka karena jalan terjal yang kau lewati. Aku percaya, setiap perjalanan akan menemukan tujuannya.
 
Sutihat Rahayu Suadh
Selasa, 12 April 2016

  • view 269