TelanjangKaki

sutejo
Karya sutejo  Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 27 Februari 2016
TelanjangKaki

?

? Mencoba membaur dengan alam menciptakan bahagia sendiri, merenung berjuta mimpi atau meluapkan amarah janji yang belum sempat ditepati, seperti masa bodoh akan kemana takdir menemukan jalan berhenti.

? Pernahkah melihat dua kakimu ? andai bisa mengucap kata pasti luar biasa, ia salah satu saksi saat berat mulai bertambah. Dua kaki tangguh itu kini masih sangat kokoh, masih mampu kalo-kalo Anda jatuh lalu bangkit berdiri memacu pergi. Pergi berjauhan meninggalkan bekas, entah hanya bekas ibu jari yang tampak jelas atau tumit saja.

? Bukan urusan tertinggal di mana tapi urusan apa sehingga jejakmu pernah tampak.?Apakah menemui kebahagiaan atau ?tersandung problem kehidupan. Terserah masing-masing menuntun langkah, belum tentu waktu memberi izin mengajak berdiri di tempat sama dengan orang yang sama.

?Pastilah Kakimu pernah berdiri tepat di depan orang-orang hebat pernah sengaja datang membuat dosa kecil sampai dosa besar, iya kan ?? sebelum lelah dan selesai sempatkan melangkah menuju rumah Tuhanmu, membagi sedikit cerita dengannya. Berkeluhlah tentu ia memiliki banyak waktu mendengar seluruh kesah, namun sebelum memulai sebuah ritual kamu perlu mensucikan diri, basuh juga jari-jemari kaki seperti halnya ia tanpa pamrih melangkah dari satu pandang mata berlalu orang baru hingga orang lama. Meski akan kotor lagi tidakapa, bukanya sangat sering kamu mengotorinya, tidak ada yang sia-sia karena Tuhan menciptakan keduanya agar tau jalan pulang seraya memanjakan saat terlentang. Indah bukan, semua sudah disesuaikan.

? Mari goyangkan lagi, siapa tau jejak berikutnya menjadi saksi bahwa kita pernah membuat kenangan panjang perantara setapak demi setapak, karna kakimu tak akan diam menunggu terang berganti malam kata kiasan. Kakiku pernah pergi mencari jati diri, pernah berhenti karena tertancap duri. Namun aku meyakini, Tuhan berbisik lembut padaku meminta tidak menghentikan langkah sebelum diperintah.?

? Berapa tepatnya sisa umur kita sekarang, ada yang mengetahui ? Jika kita terbatas menafsirkan permintaan sang Pencipta maka jangan pernah merasa letih menjalani semua liku. Selagi kesehatan terus terlimpah pantang berhenti menari, melompat setinggi mungkin, lampaui harapan semua orang yang diam. Doa, usaha, ikhtiar dan tawakal sebagai pangkal-tolak dan tujuan sekaligus.

Terpikir mengapa seolah-olah waktu sengaja mempertemukan kita melaluli perantara langkah, mungkinkah karena kita pantas bertemu ? Sepertinya tidak ada kata percuma, semua kesempatan datang darinya takdir selalu saja memberi pertanyaan tanpa jawaban. Jangan meremehkan pertemuan meski selalu tampak sisi baik dan buruknya barangkali ada rahasia di balik rahasia.

?Coba perhatikan dan ingat-ingat adakah pertemuan yang Anda sesalkan ? Pikirkan lalu pertimbangkan ulang. Ide ini datang dari rencana Tuhan dan semua keajaiban melalui proses panjang, proses hak serta tanggung jawab sebagai manusia. Lihatlah begitu menarik cara-cara pertemua ini, jika hari depan kita sengaja dipertemukan semoga keromantisan tidak pernah berkurang.

?

Mari sama-sama rentangkan kaki, ucapkan doa pengharapan agar jadi.

?

?

  • view 127