Jalan Tuhan

sutejo
Karya sutejo  Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 01 Mei 2016
Jalan Tuhan

Suara-suara peluit nyaring, lampu pijar tergenggam erat petugas malam. 

 

Beberapa penumpang memang sudah tidur sejak keberangkatannya, bahkan dua orang teman juga pulas memimpikan bulan yang sendari tadi mengikuti tanpa henti. Perjalanan menuju Kota Bandung lumayan menguras tenaga, dimulai pukul 20:08 WIB dari Yogyakarta tiba pukul 04:18, tak apalah memang hobi ini cukup menyenangkan. Seperti hewan melata, besi ini menempel pada jalur khusus sesekali lajunya menengok kanan-kiri setelahnya melaju lagi.

 

Hari ini aku ditemani Khalil Gibran juga secangkir kopi kemasan gelas plastik, dialah kawan setia tanpa peraduan keluh kesah bahkan pulasnya mengisi jurang-jurang hampa membuat kepala bebas menerjuni batasan akal, suara derit dan goncangan membuat sempurna syair-syair Gibran melekat pada dinding telinga membuai sepi, masih belum puasnya pertunjukan dini hari, masuklah orang-orang dari umur termuda hingga paruh baya terus melewati diam berlalu-lalang, entahlah mungkin ada yang ingin mereka keluarkan atau ada sesuatu yang mengganjal minta tumpah.

 

Pandanganku juga menjadi tajam, meneliti rumah-rumah, lampu-lampu serta apapun yang kami lewati. Sesekali kamu harus mencoba mengamati proses kehidupan megah karya Tuhan, setiap gores kuasanya menampilkan arti bahwa manusia memang terbatas dan tidak berdaya, lalu simpul bagaimana mensyukurinya ? aku juga belum menemukan titik terang menuju pulang, namun ada banyak nasehat hidup yang musti kita temui sendiri. 

 

Setiap pemberhentian selalu ada orang baru dan ada yang bergegas meninggalkan, mereka memiliki alasan juga tujuan masing-masing, perjalanan selalu mengikuti polanya.

  • view 99