Perang Bintang untuk DKI-1

susy haryawan
Karya susy haryawan Kategori Politik
dipublikasikan 05 Februari 2016
Perang Bintang untuk DKI-1

?

Muda-muda hebat, penuh fenomana, dan tentu harapan bangsa. Salah satu lembaga survey mengadakan penelitian nyeleneh, tiba-tiba saja meneliti tiga tokoh hebat tersebut untuk diadu seandainya menjadi DKI-1.

Ahok

Dibalik kontroversi soal cara berkomunikasi, tentu bagus dalam memerintah Jakarta. Terobosan-terobosannya banyak hasil positif yang diperoleh.? Masalah H. Lulung, Taufik, atau Syarif yang menilai minor, itu hak mereka. Juga ada beberapa anggota komunitas Kompasiana yang pasti sensi mengenai orang yang satu ini, itu adalah hak beliau-beliau tersebut. Yang jelas hasil apa yang dilakukan telah memberikan angin segar bagi pembangunan yang sekian lama lebih banyak wacana dari pada kerja. Soal anggaran yang beribet karena hendak dibenahi, jangan salahkan Pak Ahoknya, salahkan sekian lama semua diam. Menarik komentas Pak Syarif yang menyatakan Ahok di kenal hanya orang tengah kota, sedang orang pinggiran tidak tahu. Anda pasti salah, karena saya waktu di Palembang dua tahun lalu, anak-anak sekolah, itu gegap gempita soal Ahok yang diledek Pak Foke. Saya tidak yakin kalau orang Jakarta tidak kenal beliau. Soal kecewa, iya percaya bahwa banyak yang kecewa karena terganggu kepentingannya. ?Ini dapat dianalisis sendiri, siapa saja, dan mengapa. Bukan soal ini dalam pembahasan artikel kali ini.

Risma

Ibu hebat, tidak kalah dengan si puteri besi dari Inggris. Kegiihannya bukan hanya dalam bicara namun bukti tindakan nyata. Mengurus korban dan keluarga Lion Air, beliau sempat pingsan saking capeknya. Koordinasi dengana banyak pihak, dan itu dilakukan dengan baik. Layak untuk menjadi gubernur. Taman di Surabayayang dibangun mati-matian, rusak karena kecerobohan pihak lain, beliau turun tangan, memperbaiki dan menuntut tanggung jawab penyelenggara dan sukses. Kegigihan yang jarang diperbuat oleh pejabat lain. Dua catatan tidak penting negatif beliau adalah soal penutupan Gang? Dolly yang dinilai tidak menyelesaikan masalah. Ini bukan masalah juga, paling tidak sudah mencoba, mengenai hasil dan efek samping bisa dilakukan evaluasi dan mencari solusi baru. Kedua keluhan pecinta bola, bukan ranah Bu Wali soal bola. Beban birokrasi sudah banyak kog, ngapain ngurus bola. Kalau ada pejabat yang kompeten atau pribadi yang kompeten ya silakan, jangan paksa beliau untuk bisa dan suka dengan itu. Sepakbola bukan ranahnya pejabat publik, bukan kewajiban beliau kalau, membantu boleh.

Ridwan Kamil

Muda, potensial, dan kerja keras. KAA sukses luar biasa.? Pembangunan Bandung berjalan dengan bagus dan membanggakan. Kebanggan bukan hanya warga Bandung tentunya, secara umum Indonesia layak juga berbangga dengan beliau.? Pembangunan fisik dengan taman, jalan-jalan, dan penataan kota yang baik, karena memang latar belakang beliau yang menunjang itu bisa dilakukan dengan semestinya. ?Kekuatan yang sudah ditunjukkan dalam mengelola Bandung sudah terbukti. Menghukum scara positif perilaku buruk warga, terutama perusak taman dan prasarana umum KAA baru lalu. Catatan tidak penting, bahwa beliau belum teruji untuk menghadapi pertikaian sebagaimana Bu Risma apalagi Pak Ahok. Kang Emil kelihatannya masih sinergi dengan berbagai pihak, belum teruji ketika menerima kerikil dari manapun.

Tentu tidak ada manusia yang sempurna dalam kehidupan di dunia ini. Masing-masing memiliki keunggulan yang jauh lebih besar dibandingkan catatan kecil yang tidak berarti akan kekurangannya.? Sayang seribu sayang kalau semua itu harus ditarungkan, dan dua harus ?terkalahkan dan tersingkir?. Bangsa ini membutuhkan banyak sentuhan magis mereka. Ekselen dna luar biasa, kalau mereka naik jabatan dan naik kelas di wasing-masing wilayahnya. Jakarta biar saja dipegang Pak Ahok. Kerjanya sudah jelas. Menghadapi DPR-D yang tidak jelas saja sudah bisa teratasi. Bu Risma naik di jawa Timur, tentu akan lebih maju pesat dan lebih humanis, kalau seorang ibu mengelola Jatim yang keras dan panas itu. Kang Emil, membangun Bnadung sukses,naik kelas di Jawa Barat. Atau ada daerah lain yang krisis kepemimpinan bisa impor beliau untuk menangani daerahnya. Yang muda yang berprestasi untuk negeri, saatnya hentikan muda korupsi.


  • Suyono Apol
    Suyono Apol
    1 tahun yang lalu.
    Baca-baca, para bintang nasional seperti Yusril IM dan Tantowi Y juga berminat mengadu peruntungan di Pilgub DKI 2017. Bakal heboh nih.

    • Lihat 2 Respon

  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    1 tahun yang lalu.
    Sepertinya sudah mulai hangat yah, Mas Susy, padahal masing satu tahun lagi...^_ Memang agak disayangkan juga jika mereka2 yang penuh talenta di wilayah masing2 seakan tengah 'disabung' dalam satu ring. Tapi biarlah semua menjadi dinamika pembelajaran berpolitik bagi semua, dari pada di masa sebelumnya 'pilihan sangat terbatas' dan bikin gairah amblas... ^_

    • Lihat 1 Respon