Pastor dan Pak Haji

susy haryawan
Karya susy haryawan Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 04 Februari 2016
Pastor dan Pak Haji

?

Pastor Felix lahir dan dibesarkan di daerah yang banyak tetangganya Moslem, namanya anak-anak biasa ledek-ledekan mengenai agamanya. Paling sering Felix kecil diejek dengan kata salib...salib...dan itu ternyata membuatnya luka batin, hingga dewasa bahkan tua, saat mendengar kata itu diucapkan dengan nada sedikit saja sinis, akan membuatnya naik pitam.

Dalam forum lintas agama ia, berjumpa dan bersahabat dengan Pak Haji Poltak. Suatu hari Bu Hajjah mau melahirkan, cepat-cepatlah Pak Haji memanggil Somat sopirnya untuk membawa mereka ke klinik bersalin. Di jalan kampung yang cuma bisa dilewati satu mobil, ada mobil yang berjalan dengan pelan, karena sopirnya dan penumpangnya asyik ngobrol dan kelihatannya menikmati pemandangan. Pak Haji yang panik sambil menghibur istrinya di tengah, memberi aba-aba ke sopirnya dengan keras, salib...salibbbb.....

Tidak dinyana tidak disangka, mobil di depan itu tidak kalah ganas menyahut, langgar...langgar....

Pak Haji bingung, dan heran, mengapa ada orang sejahat dan kejam begitu hanya mau didahului mosok akan dilanggar. ?Mad minggir, biar aku samperin, siapa dia?? katanya tetap kalem.

?Berhenti...., lho Pastor, mengapa mau melanggar saya? Ini istri saya mau melahirkan dan mau buru-buru ke klinik bersalin....? bingunglah Pak Haji.

Felix yang pastor tersenyum kecut dan mempersilakan Pak Haji untuk mendahului. Bergegas ia ambil hp nya dan cerita semua masa kecilnya, bahwa ledek-ledekan dengan temannya itu masih mengiang hingga kini, dan Pak Haji yang Batak salah tangkap bahwa langgar yang dia maksud adalah surau, bukan tabrak.

Sms-nya yang terakhir ditutup dengan selamat berbahagia Pak Haji atas kelahiran yuniornya yang akan menambah kebahagiaan keluarga Anda, salam dan doa, Pastor Felix.

Salam Humor


  • Den Bhaghoese
    Den Bhaghoese
    1 tahun yang lalu.
    Salib dan langgar

  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    1 tahun yang lalu.
    Wah...wah... wah... pengalaman yang cukup sensitif, yang semoga tak disalah tanggapi oleh kita semua...^_ Terlepas apakah ini adalah kisah nyata atau bukan, kisahnya amat menarik sekaligus bikin deg2an, mengingatkan kita semua agar jangan pernah menghina pihak/agama lain, karena lukanya memang kerap terbawa hingga bertahun2 kemudian...^_