Tentang Dia

susi11 Hidayah
Karya susi11 Hidayah Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 08 April 2018
Tentang Dia

Ini tentang Dia. Seorang perempuan yang saat ini telah berusia 21 tahun. Hidupnya mungkin tak seperti kebanyakan anak perempuan se-usianya. Make up, fashion, social media semua bukan menjadi hal pokok dalam hidupnya. Dia menjalani semuanya dengan apa adanya. Dia tak pernah memikirkan hal – hal buruk yang dipikirkan orang lain tentang dirinya. Ia hanya tahu bahwa hidup ini tak boleh disia – siakan dengan melakukan hal – hal yang tidak berguna. Untuk itu, ia selalu berusaha untuk menjadi orang yang berguna bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Apakah hidupnya bahagia ?. Ia selalu bahagia bahkan sangat bahagia. Ia sadar bahwa bahagia tidaknya seseorang tergantung pada dirinya sendiri dan ia memutuskan untuk selalu menjadi orang yang bahagia dan bisa membahagiakan orang lain. Apakah ia tak pernah sedih ? . Jawabannya adalah pernah. Kapan ?. Saat ia melihat orang lain sedih entah karena dirinya atau karena orang lain. Bagaimana ia bisa seperti itu ?. Itu semua ia dapatkan dari pengalaman. Pengalaman mengajarkan banyak hal kepadanya.
Sejak kecil ia adalah anak yang disiplin. Ibunya selalu mengajarkan kepadanya tentang pentingnya pendidikan untuk seorang perempuan. Perempuan akan menjadi sekolah pertama untuk anak – anaknya. Perempuan akan menjadi guru, ahli keuangan, juru masak, tukang bersih – bersih, manager, dan semuanya. Seorang perempuan harus cerdas, ia tak boleh goyah dengan segala godaan. Itulah pesan ibunya. Setiap hari ia belajar dengan rajin. Prestasinya sangat bagus. Selama duduk di bangku sekolah ia selalu mendapat peringkat satu di kelasnya dan pernah satu kali mendapat juara 1 pada lomba menulis puisi. Orang – orang disekitarnya sangat bangga dan menyukainya.
Saat ia menginjak usia empat belas tahun ada sesuatu yang berubah dalam hidupnya. Ada seorang yang mulai hadir mengisi hari – harinya. Setiap hari ia selalu mendapat ucapan selamat pagi dan senyuman manis dari seseorang yang sebelumnya tidak pernah ada dipikiran maupun hatinya. Anak laki – laki itu telah berhasil mengubah dunianya menjadi dunia yang penuh warna. Sebelumnya Dia tak pernah mempunyai teman laki – laki sepertinya yang selalu dekat dan perhatian. Hari – hari Dia saat itu penuh dengan kebahagiaan. Sebelumnya, tidak ada orang yang perhatian dengannya kecuali ibu dan bapaknya. Sebelumnya, ia adalah anak yang jarang sekali pegang handphone, jarang tersenyum, jarang pakai bedak, dan jarang jalan – jalan. Harinya dipenuhi dengan kegiatan belajar, belajar, dan belajar.
Namun, semenjak Dia mengenal anak laki – laki itu, ia merasa ada orang lain yang perhatian padanya, selalu mengingatkan untuk makan, shalat, belajar, dan minum obat saat ia sakit. Semuanya berubah dengan begitu cepat termasuk perasaannya. Perasaan senang ketika mendapat sapaan, senang saat mendapat pesan singkat, senang saat bisa duduk berdampingan, dan sedih saat satu hari tak bisa melihatnya. Perasaan yang belum pernah ada sebelumnya. Perasaan apa itu ? Ya... perasaan suka namun, bukan cinta karena anak seusia itu terlalu dini untuk memikirkan masalah cinta. Cinta tak semudah itu tumbuh, cinta butuh perjalanan yang panjang, dan saat itu yang muncul adalah perasaan suka. Apakah anak laki – laki itu tahu bahwa ia menyukainya?. Iya, anak laki – laki itu tahu karena Dia mengungkapkannya. Lalu, apakah anak laki – laki itu juga menyukainya ?. Tidak, anak laki – laki itu tidak menyukainya. Lalu, apa maksud perhatian yang ia berikan padanya selama ini ? Entahlah, hanya anak laki – laki itu dan Tuhan yang tahu dan Dia juga tak ingin bertanya atau mengetahuinya.
Moment itu sangat berharga untuknya. Meskipun pada awalnya ada perasaan sedih dan kecewa namun, dengan mengalami itu semua, ia akhirnya tahu bahwa ketika kita menyukai seseorang kita harus siap dengan segala kenyataan yang akan kita terima. Apakah orang itu juga menyukai kita atau justru mempunyai perasaan yang bertolak belakang dengan kita. Semenjak itu pula ia memutuskan untuk tidak mudah membuka hati untuk orang lain atau menyukai orang lain. Ia lebih senang menjalin pertemanan yang sewajarnya saja. Tak perlu ada perhatian lebih yang diberikan untuknya karena itu akan menjadi suatu hal yang mungkin akan menjadikan seseorang menyalah artikannya. Apakah ia trauma dengan kisah cintanya saat remaja ?. Tidak, ia tidak trauma ia hanya tidak ingin mengecewakan orang lain atau dikecewakan. Lalu, apakah sampai nanti ia tidak akan pernah menyukai orang lain meskipun orang lain itu menyukainya atau bahkan ingin menjadikan ia sebagai teman hidupnya?. Hmmmm, sepertinya itu akan berbeda ceritanya ketika ada orang yang seperti itu. Itu artinya orang itu tidak hanya menyukainya tapi yakin bahwa ia telah memilih orang yang tepat dan sudah siap dengan segala risiko yang akan ia hadapi suatu hari nanti dan untuk keyakinannya itu mungkin Dia akan berusaha untuk tidak akan mengecewakan seseorang yang telah yakin dengannya. Laki – laki seperti apa yang ia inginkan ?. Laki – laki baik agamanya, peduli dengan orang lain, dan selalu mencintai keluarganya. Kalau yang datang tidak seperti itu ?. Dia yakin Allah punya yang terbaik.
Sekarang, Dia memilih untuk menggunakan perasaan itu pada jalan yang benar. Ia sadar bahwa perasaan suka terhadap lawan jenis adalah fitrah dari-Nya tapi tidak serta merta itu ia ungkapkan kepada orang yang bersangkutan atau kepada yang lainnya. Ia memilih untuk menjadikannya sebagai motivasi untuk berbuat yang lebih baik lagi. Ya.. meskipun terkadang itu sulit untuk dilakukan tapi ia yakin bahwa dibalik niatan yang baik akan selalu ada jalan 

  • view 45