Drama Susanti Kewa : Gading Lamaholot

Susanti Kewa
Karya Susanti Kewa Kategori Lainnya
dipublikasikan 18 Januari 2018
Drama Susanti Kewa : Gading Lamaholot

(Di desa lewotolok hiduplah seorang gadis yang terkenal sangat cantik bernama Leni. Ia hidup bersama orangtua dan juga kedua adiknya Ella dan Yusub. Pagi-pagi Leni bersama ibunya sedang bersih-bersih di rumah).

Ibu Leni   : Leni cepat dan rapikan pakian kamu karena sedikit lagi kamu akan berangkat.

Leni           : a ibu, semua pakianku sudah dirapikan                              

Ibu leni    : Kalau begitu mandi lalu makan dulu sebelum teman kamu datang dan menjemputmu

Leni           : Ia ibu (sambil berlari) menuju kamar mandi.

Tidak lama kemudian Hani datang ke rumah Leni dan mereka pun jalan bersama-sama menuju tempat kegiatan).

Hani         : Leni! Leni (memanggil Leni sambil mengetuk pintu rumah).

Ibu Len    : Eh, Hani silakan masuk nak (sambil mempersilakan Hani duduk)

Hani         : Makasih bibi Leni sudah habis siap bibi.

Ibu Leni   : Ia nak sudah siap, tunggu bibi  panggilkan (sambil memanggil Leni)

Leni          : Ia ma, jawab Leni (muncul dari dalam kamar menuju ruang tengah lalu berpamitan dengan mamanya).

( Suasana panggung begitu  ramai dengan kedatangan orang dari berbagai Desa salah satunya adalah Leri, dari kejahuan Leri sedang menatap Leni.)

 

Hani     : Leni dari tadi kalau diperhatikan laki-laki itu sedang memandangmu (sambil berbisik)

Leni      : Mungkin dia sedang mencari seseorang Han.

Hani      : Jangan-jangan laki-laki itu suka sama kamu, makanya dia selalu melihat ke arah sini

Leni       : Ah, tidak mungkin itu firasat kamu saja Han.

(Dari kegiatan mudika itu mereka saling berkenalan karena Leri juga salah satu anggota mudika, keduanya pun saling akrab. Waktu  terus bergulir akhirnya Leri mengungkapkan isi hatinya kepada Leni).

Leni : (Sambil mengajak) Maukah kamu meluangkan waktu untuk jalan-jalan bersamaku ada yang ingin aku sampaikan.

Leni  : Memangnya apa yang ingin kamu sampaikan

Leri   : Nanti kamu akan tau sendiri Len.

Leni  : Kalau begitu hari sabtu saja Leri

Leri   : Ok, nanti aku tunggu di tempat biasa. Akhirnya mereka pun bertemu di tempat yang sudah dijanjikan.

Len    : Leri maaf kamu pasti sudah tunggu lama.

Leri    : Belum juga Len.

(Mereka pun bercerita-cerita dan Leri pun mengungkapakan isi hatinya kepada Leni, mereka pun  menjalani hubungan sebagai sepasang kekasih yang bahagia. Timbulah rasa ingin memilikinya sebagai pendamping hidup. Akhirnya Leri memutuskan untuk meminang Leni. Leri pun nekad mendatangi rumahnya).

Leri               :Tok-tok (Datang ke rumah Leni dan mengetuk pintu rumah dengan penuh rasa gugup).

Ayah Leni   : Silakan masuk Leri.

Leri               : Ia om.

Ayah Leni   : Tujuanmu datang ke rumah ini untuk apa yah?

Leri               : Kedatangan saya kesini  ingin memberitahukan kepada om bahwa saya dan Leni saling menyukai satu sama lain

Ayah Leni : Kalau begitu pulang beritahukan orangtuamu  datang ke rumah untuk  menentukan hari di mana kamu dan keluargamu datang dengan seorang amakaka atau juru bicara supaya kamu dan Leri saling terkait dalam satu ikatan peminangan.

Leri               :Ia om, kalau begitu saya pulang dulu om

Ayah Leni  : Ia Leri.

(Setelah keluarga Leni terima maka mereka akan menentukan hari yang mana kedua orangtua masing-masing  menetapkan delegasi untuk mulai membicarakan proses penentuan belis. Hari yang ditentukan pun berlangsung pihak dari  Leri dan  Leni sudah berkumpul di rumah  Leni, mereka pun duduk bercerita dan menikmati siri pinang yang telah di sediakan. Tidak lama kemudian mereka pun mulai membicarakan maksud kedatangan mereka).

Amakaka I   : Kedatangan kami ini karena hubungan yang dijalani kedua anak kita mereka saling mencintai dan Leri ingin menikahi Leni.

Amakaka II :  Kalau Leri ingin menikahi Leni ia harus memberikan belis gading berukuran lima sarung kain adat.

Amakaka I  : Untuk ukuran itu terlalu banyak dan terlalu besar juga mahal apalagi Leri juga seorang  anak yatim.

Amakaka II  : Kalau Leri tidak bisa memberikan belis seperti kami minta  maka Leri tidak bisa menikahi Leni.

Amakaka I  :  Kami menunggu saja,apabila Leri sudah mendapatkan belis seperti yang kami minta maka kita berkumpul kembali untuk tahap selanjutnya.

(Akhirnya Leri pun memutuskan untuk bekerja dan berusaha untuk mendapatkan  belis yang telah ditentukan. Leri pun bekerja sebagai tukang kayu. Setiap hari ia bekerja tanpa mengenal  lelah dan kerja kerasnya  itu ia mengumpulkan uang untuk membeli gading. Tiga tahun berlalu akhirnya semua yang diharapkan dan diinginkan tercapai dari hasil kerja kerasnya ia dapat membeli gading. Leri pun mengumpulkan keluarganya untuk membicarakan proses selanjutnya).

Leri               :  Saya sudah  mendapatkan belis  bala watek lema jadi bagaiman  selanjutnya.

Amakaka I  :  Kalau begitu pulang beritahukan kepada keluargamu bahwa besok kita akan datang ke rumah Leni untuk membicarakan proses selanjutnya  karena belis yang ditentukan sudah didapatkan.

Leri               : Ia  Bapa akan saya sampaikan kepada keluargaku.

(Pagi hari Leri sudah mengumpulkan keluarganya dan mereka pergi ke rumah  Leni untuk memberitahukan bahwa belis yang telah ditentukan  suah didapatkan jadi bagaimana proses selanjutnya . pihak dari Leni setuju dan sepakat kalau besok mereka akan melakukan acara tetek bang, acara ini adalah untuk  mengantar belis berupa gading dan seekor kambing bersama Leri yang mau menikah ke rumah keluarga Leni. Setelah dari acara itu  dilakukan resepsi pernikaha).

Leri             : Cepat siap-siap karena kita akan pergi mengantar gading ke rumah Leni.

Amakaka I : Mamanya Leri tolong siapkan barang-barang yang mau dibawa  ke rumahnya  Leni.

Ibu Leri      : Semuanya sudah  disiapkan

Amakaka I  : Kalau begitu mari kita semua berangkat ke rumahnya Leni.

( Akhirnya keluarga Leri pun berangkat ke rumahnya Leni,  disana keluarga Leni terlihat sangat sibuk dan mereka sedang mempersiapkan segalanya untuk menyambut kedatangan keluarga Leri. Tidak lama kemudian Leri dan keluarganya datang  mereka  menerima kedatangan keluarga Leri dengan senang hati. Selesai dari resepsi pernikahan semua suku dari pihak Leni berkumpul kembali untuk melihat kado atau hadiah dari nana opulakesemua kemudian dilkukan nawo ana bareken acara ini untuk mengantar  Leni yang telah menikah kerumah suaminya atau Leri).

Amakaka II : Anak kita Leni telah menikah dan semua orang sudah tahu bahwa Leni sudah menjadi orangtua dan mempunyai  rumah tangga serta keluarga baru jadi  mintalah restu pada om atau pamanmu.

Leni              : Om berikan restu kepadaku dan minta maaf kalau kemenakanmu ini ada salah baik tutur kata maupun perbuatan

Om Leni     : Ia kemenakanku, hari ini kamu meninggalkan semua keluargamu jadi om harap keduanya bisa memelihara, menjaga, dan merawat dalam keluarga baru berkembang biak sampai ke pelosok dari gunung sampai keturunannya  menyebar dari gunung sampai ke pesisir pantai. Kalau begitu mamanya Leni tolong sipkan dan rapikan barang yang mau dibawa Leni  ke rumah suaminya.

Ibu Leni         :   Semuanya sudah disiapkan

Amakaka II   : Kalau begitu  mari kita berangkat  mengantarkan Leni ke rumah suaminya.

(Acara ini ditutup dengan memercikan air yang dicampur dengan jenis tanaman atau rumput yang namanya keru baki, agar semua warga kedua belah pihak mendapat kesejukan sehingga terhindar dari marah bahaya. Semua orang pun turut mendoakan mereka berharap hidupnya akan selalu diselimuti kebahagian yang melimpah sampai akhir haya).

 

 

 

 

 

 

 

  • view 70