Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Lainnya 18 Januari 2018   20:43 WIB
Artikel Susanti Kewa: Upaya Guru dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan

PERANAN GURU DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN

Oleh

Susanti kewa

[email protected]

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Universitas  Muhammadiyah Kupang

 

Abstrak

            Guru dalam konteks pendidikan mempunyai peranan besar dan strategis. Guru menjadi garda terdepan dalam proses pendidikan. Guru adalah sosok yang langsung berhadapan dengan peserta didik dalam mentransformasikan ilmu pengetahuan, memotivasi peserta didik agar mau belajar dengan baik dan mendisiplinkan peserta didik  pada peraturan di sekolah mauapun luar sekolah. Guru harus memiliki syarat-syarat dan kompetensi profesi  keguruan dalam mengajar, mendidik, membimbing, melaksanakan tugas, memberi keteladanan kepada siswanya. Sehubungan dengan tugasnya  selaku pengajar keberadaan guru adalah ujung tombak, jika guru melaksanakan profesinya seperti itu maka mereka dapat meningkatkan mutu pendidikan  baik dalam arti proses maupun dalam arti hasil.

Kata kunci: guru, mutu pendidikan.

pendahuluan

            Pendidikan adalah usaha sadar yang terencana dan merupakan hal yang mendasar yang dapat membawa perubahan, perkembangan terhadap manusia dan kemajuan di segala bidang yang disebabkan oleh adanya pendidikan. Dengan demikian adanya pendidikan dapat mengubah suatu keadaan menjadi kondisi kehidupan yamg lebih baik. Guru dalam konteks pendidikan mempunyai peranan yang besar dan strategis hal ini disebabkan gurulah yang berada pada barisan terdepan dalam pelaksanaan pendidikan.

        Menjadi guru merupakan pilihan yang sangat diminati apalagi dengan munculnya kebijakan pemerintah untuk memberikan tunjangan profesi bagi guru yang telah bersertifikasi profesioanal. Sertifikasi bertujuan untuk menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran, meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan, meningkatkan martabat guru, meningkatkan profesionalisme guru dan meningkatkan kesejahteraan guru. Guru tidak boleh terjebak pada rutintas, tetapi harus mampu meningkatkan kualitas mengajar dan mendidiknya sehingga upaya peningkatan mutu pendidikan dapat tercapai.

         Guru sebagai komponen utama dalam dunia pendidikan dituntut untuk mampu mengimbangi ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang dalam masyarakat. Melalui  guru di sekolah diharapakn mampu menghasilkan peserta didik yang memiliki kompetensi tinggi percaya diri yang tinggi. Pendidikan harus mampu menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, baik secara keilmuan maupun sikap mental. Guru adalah salah satu faktor yang menentukan mutu pendidikan, gurulah yang berada di garda terdepan dalam menciptakan kualitas sumber daya manusia dan ditangan gurulah akan dihasilkan peserta didik yang berkualitas,  baik secara akademis, skill, kematangan emosional, moral dan spritual. Oleh karena itu, diperlukan sosok yang memiliki syarat-syarat kompetensi dan dedikasi yang tinggi dalam menjalankan tugas profesinya.

Bagian Inti

  1. Pengertian guru

       Janawi mendefinisikan guru adalah sosok yang langsung berhadapan dengan peserta didik dalam mentransformasi ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus mendidik putra bangsa dengan nilai-nilai kontrukstif. Dalam Kamus Besar  bahasa indonesia, guru diartikan sebagai orang yang mata pencahariannya lewat mengajar.

     Dalam UU 14/2005 tentang guru dan dosen pasal 1 guru adalah pendidik  profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini  jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

    Seseorang dikatakan profesional bilamana pada dirinya melekat sikap komitmen terhadap mutu proses dan hasil kerja, serta sikap yakni selalu berusaha memperbaiki dan memperbaharui. Tugas mendidik adalah tugas menyiapkan  generasi penerus yang akan pada zaman ke depannya.

  1. Tugas guru

     Adalah untuk (a) mengajar, adalah kegiatan  yang dilakukan guru dalam memberikan ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya kepada peserta didik sesuai dengan pedomaan peserta didik sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan.  Agar guru dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dalam mengajar, mereka di tuntut dalam  hal kemampuan merumuskan tujuan pembelajaran, penguasaan prinsip belajar mengajar, penguasaan sumber belajar, penguasan pendekatan, metode dan teknik belajar mengajar, kemampuan menggunakan sarana belajar dengan baik, kemampuan mendorong siswa untuk belajar secara aktif, penguasaan bahan ajar, kemampuan mengolah kelas, mengelolah program belajar mengajar dan menggunakan media, (b) mendidik, adalah kegitan guru dalam memberi contoh, keteladanan yang dapat ditiru oleh peserta didik. Maka seorang guru dituntut untuk mampu merumuskan tujuan yang ingin dicapai, memahami dan menghayati  tugas profesi sebagai guru, mampu menjadi teladan yang baik, jadi orang tua di sekolah, jadi teladan yang baik, dan memiliki sifat terpuji, (c) pembimbing,  guru memiliki peranan dalam memberikan  bimbingan kepada peserta didik yang mengalami masalah-masalah  karena itu guru harus menjadi model, sebab tidak mungkin guru dapat menjalankan peranannya sebagai pembimbing apabila mereka tidak memiliki kepribadian  yang baik, (d) tugas guru sebagai administrator, adalah menyangkut peranan  guru dalam kaitannya tugas adminitrasi di sekolah. (e) komunikator, yaitu memberikan nasehat, sebagai pemberi inspirasi dan dorongan.

      Tugas guru juga berusaha mencerdaskan peserta didiknya, menghilangkan ketidaktahuan atau memberantas kebodohan mereka serta melatih keterampilan mereka sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya. Dengan percepatan dan perkembangan zaman, sehingga guru dituntut untuk memiliki kepekaan intelektual dan informasi, serta memperbaharui pengetahuan dan kealihannya secara berkelanjutan agar tetap dan tidak cepat hilang atau lenyap. Guru juga  memiliki peran dan fungsi untuk membangun peradaban (pendidikan ) yang berkualitas di masa depan. Tugas  guru juga merupakan  sesuatu yang luas dan mulia, karena itu guru harus selalu menampakan keteladanannya sebagai orang yang bertanggung jawab dan meningkatkan mutu pendidikan, baik ketika mereka berada di sekolah maupun berada di masyarakat.

  1. Syarat dan kompetensi guru

          Agar guru dapat melaksanakan peranannya dengan baik, maka mereka harus memiliki beberapa syarat yaitu kemampuan personal, kemampuan sosial dan kemampuan profesioanal. Pertama kemampuan personal merupakan komponen dan ciri yang dimiliki guru guna membangkitkan semangat atau minat siswa untuk belajar. Kedua komponen sosial yaitu  kemampuan guru yang realisasinya memberi manfaat bagi pemenuhan yang diperlukan masyarakat. Ketiga kemampuan profesional kemampuan  yang  dimiliki  guru  sebagai  pengajar  yang  baik, mencakup   kemampuan dasar tentang disiplin ilmu yang dipelajari atau yang menjadi bidang spesialisnya. Kemampuan profesional juga meliputi kemampuan instruksional, manajemen kelas, mengevaluasi dan penguasaan bahan ajar. Menurut kementrian pendidikan bahwa seorang guru dikatakan profesional apabila mereka memiliki kemampuan penguasaan bahan ajar, pengelolaan program belajar mengajar, pengelolaan  kelas yang kondusif untuk belajar siswa, penggunaan media dan sumber  pengajaran, penguasaan landasan pendidikan,  pengelolaan interaksi belajar mengajar, pengelolaan penilaian hasil belajar siswa demi kepentingan pembelajaran siswa, pelayanan bimbingan konseling, menyelenggarakan adminitrasi sekolah, memahami prinsip-prinsip penelitian pendidikan serta mampu melaksanakan hasil-hasilnya untuk keopentingan pengajaran. Apabila syarat dan kompetensi tersebut sudah melekat pada diri setiap guru, maka hampir dipastikan guru dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dalam proses belajar mengajar.

  1. Peranaan guru

          Adapun peranan guru dalam kaitannya dengan peningkatan  mutu pendidikan adalah sebagai berikut: (1) motivator, yakni memberikan dorongan dan anjuran kepada siswa agar secara  aktif dan kreatif untuk itu guru dengan seni dan ilmu yang dimiliki  dapat merangsang minat dan perhatian siswanya untuk menerima pengalaman baru (2) fasilitator, yakni upaya guru dalam menciptakan suasana dan penyediaan fasilitas yang memungkinkan dalam proses belajar mengajar, (3) organisasi, yakni upaya guru dalam mengajar, merencanakan, memprogramkan dan mengorganisasikan seluruh kegiatan proses belajar mengajar, (4) informator, yakni upaya guru dalam memberikan informasi oleh siswa untuk kepentingan dan kelancaran kegiatan proses belajar mengajar maupun untuk kepentingan masa depan siswa, terutama informasi tentang kelanjutan dan keberlangsungan belajar, (5) inisiator, merupakan ide yang kreatif yang dapat dicontohi oleh anak didiknya, (6) transmiter, yakni dalam kegiatan belajar mengajar guru juga bertindak selaku penyebab kebijaksanan pendidikan dan pengetahuan, (7) mediator, yakni menjadi penengah dalam kegiatan belajar siswa, (8) evaluator yakni seorang guru dapat menilai prestasi anak didik dalam bidang akademis maupun tingkah laku sosialnya, (9) konselor, yakni memberikan bimbingan dan konseling  kepada siswa yang mempunyai permasalahan. baik yang bersifat edukational dan  instruksonal emosional dan sosial maupun yang bersifat spiritual (H. Abdurrahman, 1993:144).

  1. Mutu pendidikan

        Jika setiap guru melaksanakan perannya dengan baik dan diiringi  dengan sifat keteladanan yang mulia di sekolah maupun di masyarakat, maka dipastikan guru seperti itu dapat meningkatkan mutu pendidikan. Dalam konsep yang lebih luas, mutu pendidikan mempunyai makna sebagai suatu proses dan hasil pendidikan secara keseluruhan  yang ditetapkan sesuai dengan pendekatan kriteria tertentu (Mohammad Surya, 2003). Mutu pendidikan dari aspek proses adalah suatu keseluruhan aktivitas pendidikan dalam berbagai dimensi, mutu pendidikan dari aspek hasil adalah kualitas yang terjadi dalam diri keseluruhan peserta didik. Salah satu indikatornya adalah kualitas proses belajar mengajar yang berlangsung melalui interaksi antara guru dengan peserta didiknya  dan indikator hasil pendidikan saat ini adalah berupa hasil evaluasi belajar peserta didik yang dinyatakan dalam bentuk nilai dalam simbol kuantitatif dan kaulitatif. Dalam konteks yang lain, mutu pendidikan dapat dilihat  dari tiga aspek yaitu: produk, efek , dan dampak.

penutup

simpulan/saran

       Pendidikan adalah usaha sadar yang terencana dan merupakan hal yang mendasar yang dapat membawa perubahan, perkembangan terhadap manusia dan kemajuan di segala bidang yang disebabkan oleh adanya pendidikan. Dengan adanya pendidikan dapat mengubah suatu keadaan menjadi kondisi kehidupan yamg lebih baik. Guru dalam konteks pendidikan mempunyai peranan yang besar dan strategis hal ini disebabkan gurulah yang berada pada barisan terdepan dalam pelaksanaan pendidikan. Tugas guru adalah mengajar, mendidik, pembimbing, adminisator dan komunikator. Agar guru dapat melaksanakan peranannya dengan baik mereka harus memiliki syarat yaitu kemampuan personal, kemampuan sosial, dan profesional. Peranan guru dengan peningkatan mutu pendidikan adalah motivator, fasilitator, organisasi, informator, inisiator, transmiter, mediator, evaluator dan konselor. Guru juga mengemban misi dan tugas yang berat, sehingga profesi guru dipandang  sebagai tugas mulia.

 

Daftar Rujuk

Abdurrahman,  H 1993 peranan Guru

https : // www.kompasiana.com

https : // yenypurwantotechnical.wordpress

https: // karyatulis ilmiah.com

Janawi   2012 kompetensi Guru: Citra Guru Profesional

Surya, Muhammad 2003 Mutu Pendidikan

         

 

 

 

 

 

            `

 

 

 

 

 

 

Karya : Susanti Kewa