Alunan Gemuruh Sungai

surya maulana adam
Karya surya maulana adam Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 26 Februari 2016
Alunan Gemuruh Sungai

? ? suasana wajah alam yang sangat ramah kini membuatnya mulai merasakan keagunganNya. Pemuda itu masih duduk dekat bayang-bayang nostalgia yang masih kuat menemaninya , sebuah letelatur visual kini mulai menceritakan lagi kisahnya seiring jatuhnya suara? deruan keras air sungai? . kicauwan burung tak henti hentinya menyanyi seolah menjadi penyemangat pikirannya untuk terus menceritakan semua yang pernah terjadi . semuanya begitu cepat berlalu di lahap sang waktu yang tak pernah bisa di ajak kompromi untuk istirahat walau hanya sedetik saja .

? ? sedikit informasi tentangnya, dia adalah seorang pengusaha sukses, penghasilannya sudah mencapai milyaran atau bahkan triliunan. Di kota, beberapa? gedung apartemennya yang tinggi membuktikan bahwa dia sudah tidak lagi memikirkan tentang makan apa besok? . Tidak itu saja, orang itu juga memiliki beberapa perumahan di beberapa wilayah , mempunyai beberapa pabrik produksi makanan ringan , beberapa toko penyedia bahan- bahan untuk membuat bagungan, rumah produksi produk sandang kualitas jempolan ,dan masih banyak perusahaan- perusahan miliknya yang kini berdiri kokoh atas jeri payahnya.?Namanya Mr. alwan adam kenoya, pengusaha ternama perusahaan kaliber multinasional.

? ? Tarikan nafasnya yang dalam kini sedang menjadi kekuatan pikirannya dalam mengingatnya kembali.?? ia mulai bernostalgia tentang sesuatu yang telah ia lewati pada bebarapa masa dalam hidupnya . disamping tubuhnya terletak sebuah buku catatan tua diatas batu penjaga sungai . sampul awal bukunya bertuliskan ? ME ? dengan tulisan huruf miring ditulis rapih dengan tinta hitam pekat gaya huruf Brush Script M7.

? ? sorot matanya penuh perasaan dan penghayatan menatap buku kenangan masa lalunya , tangannya mulai menggapai buku tersebut , mengambilnya meletakannya di atas pahanya yang kini sedang duduk bersilang. Lalu membuka acak lembaran bukunya.

02/01/1998

?? 22.54

Lautan Ombak dan Topan ganas

? ?Wahai diri .. derasnya ombak dan besarnya topan? hari ini cukuplah membuatmu sadar akan arti keharus tidak pedulianmu tentang semua ini. Impianmu adalah gunung yang harus kau pindahkan sendirian kawan, sayang hanya sebuah cangkul kecil yang kau punya hari ini, namun tak ada yang mustahil tentang semua hal, semua bisa di atasi bahkan jika untuk memindahkan bumi sekalipun, cukup dengan kekuatan tekad kuatkaulah kawan..

? ?Ya itulah yang akan mengundang si pemindah gunung sebenarnya untuk hadir membantumu. kau harus belajar untuk tidak mempedulikan semua ini, taklukanlah, taklukanlah semua ombak yang menghalangimu, janganlah kau sudi kalah dngnnya, tantanglah semua topan yang akan membunuhmu wahai diri.

? ?Wahai diri.. mimpimu adalah seekor Gajah besar yang takan mungkin kau taklukan dengan hanya mengandalkan seutas tali rotan kecil nan rapuh, namun kau harus belajar untuk tak peduli dengan semua itu, biarlah tuan harapan membantumu meski kau tak tau dia akan datang atau tidak , yang jelas kau harus percaya kawan... kelak nanti, kau akan memakan daging Gajah harapanmu yang akan kau taklukan sendiri, biarlah seutas tali rapuh yang kau miliki sekarang menjadi penolongmu untuk memanggil sebuah harapan besar .

Aku menunggumu kawan ..

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?Salam hangat,ttd

????????????????????????????????????

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?Harapanmu

? ? Sesaat kemudian Ia mengangkat tatapan matanya dari buku dan membuangnya kearah air terjun dan ?sial ? ucapnya ...? #bersambung...

  • view 130