Surat Terbuka Untuk Yang Masih Berusaha Setia

Inspirasi Surat Terbuka
Karya Inspirasi Surat Terbuka Kategori Lainnya
dipublikasikan 06 November 2017
Surat Terbuka Untuk Yang Masih Berusaha Setia

Kekasihku, seseorang pernah berkata padaku :

“Kesetiaan itu tidak ada, yang ada hanyalah orang yang berusaha setia”

Aku tak mengamininya. Kupikir, kesetiaan bisa dibangun

dengan kepercayaan dengan banyak pemakluman dan kesepakatan dalam sebuah hubungan.

 

Kekasihku, kita bisa merencanakan menikah dengan siapa, tetapi,

“Kita tidak bisa berencana untuk jatuh cinta kepada siapa”

Begitulah yang diucapkan Sudjiwo Tedjo dan kupikir, kalimat itu benar adanya.

Maka beruntunglah orang yang bisa menikah dengan orang yang ia cintai.

 

Kekasihku, aku tahu cinta bukan berasal dari hal-hal yang kongkrit.

Cinta sepenuhnya abstrak, teramat abstrak untuk dijelaskan.

Dahulu, rasaku adalah yang seperti itu, abstrak, tak bisa diurai dengan kata-kata.

Kupikir, kata-kata bahkan tak bisa menggambarkan apa yang kurasa padamu.

 

Kekasihku, aku mengerti rasa cinta tak bisa dipaksakan.

Ia hadir begitu saja, apa adanya, tanpa perlu alasan.

Dahulu, rasamu tak seperti itu. Ia tidak abstrak.

Rasamu bisa kudeskripsikan dengan satu kata: keterpaksaan.

 

Kekasihku, kau tahu apa yang tersirat di dalam Al-Quran?

“Sebagai manusia, kita tidak boleh bersandar kepada manusia lain.”

Bahwa berharap hanya sebuah ketegasan atas ketidak-mampuan manusia.

Ketidak-mampuan manusia bersandar sepenuhnya kepada Sang Pencipta,

Allah SWT

 

Kekasihku, aku pernah membaca sedikit tulisan dari Jean-Paul Sartre,

“Kesadaran manusia selalu bergerak. Dalam satu detik, pikirannya bisa berubah.”

Maka ketika kau memutuskan untuk bersama orang lain, aku hanya bisa memaklumi.

Kuterima sepenuhnya keputusanmu, sebab itu ialah takdir milik Sang Pemilik Rasa,

Allah SWT

 

Kekasihku, aku tak lagi bisa merasakan cinta sesama manusia.

Sejak itu, sejak dengan sangat berani kau meluluh-lantakkan hatiku.

Tetapi kekasihku, kesadaran adalah hal paling utama dalam hidup

dan sejak itu, aku sepenuhnya sadar agar tak lagi bersandar padamu.

 

Kekasihku,

aku sadar tak ada cinta yang lebih besar melebihi besar cintaNya padaku

Kekasihku,

aku sadar tak ada yang patut dijadikan sandaran kecuali bersandar padaNya

 

Kekasihku, kini rasa cinta itu tak ada

Apa yang kita sebut cinta ternyata semu semata

Kecuali rasa cinta kepadaNya, Allah SWT

Tuhan semesta alam, Tuhan kita semua

 

Kekasihku, simpan saja rasa cinta itu jika masih ada di dalam dirimu

Cinta kepada sesama manusia sesungguhnya tak pernah ada

Jika tak bersandar pada cinta kepada Tuhannya.

 

Bukan hal menyedihkan jika rasamu berubah-ubah

Bukan hal menyakitkan jika kau tiba-tiba dengan orang lain

Bukan hal mengagetkan jika dirimu tetiba ingin kembali padaku

Bukan hal menyenangkan jika aku tak bisa kembali padamu

 

Dan apa yang kausebut setia, biar ia menjadi saksi

Sebagai tanda, sebagai rasa yang tak perlu dihabisi

Menjadi catatan hidup agar tak terulang kembali

Tinggal di masa lalu, bekal hidup untuk terus dipelajari

 

Kekasihku, buang saja jauh-jauh jika rasa itu masih menetap di dalammu.

Kita bukanlah kita yang kita kira. Hadapi saja.

Kekasihku, yang bukan lagi kekasihku...



Penulis: Ayu Alfiah Jonas

======
Catatan redaksi: 
Ini adalah salah satu pilihan redaksi dari beberapa Surat Terbuka yang masuk ke meja redaksi. Selanjutnya tiap hari Senin kami akan menerbitkan surat terbuka yang terpilih. Dan sesuai janji kami, kami akan mengurus pengiriman honorarium selayaknya untuk penulis yang dimuat suratnya. So, terus kirimkan Surat Terbukamu ke email: redaksi@inspirasi.co dan follow juga fanpage facebook kami di https://www.facebook.com/InspirasiSuratTerbuka/.

  • view 120