Khotbah Jumat: (TUJUAN DICIPTAKAN MANUSIA)

Herru Sanjaya
Karya Herru Sanjaya Kategori Renungan
dipublikasikan 03 November 2017
Khotbah Jumat: (TUJUAN DICIPTAKAN MANUSIA)


Khotbah Jumat: TUJUAN DICIPTAKAN MANUSIA


"Manusia adalah makhluk paling sempurna yang diciptakan Allah Subhanahu wa ta'ala."
"Lalu, untuk apa sebenarnya Allah menciptakan manusia?" Tanya khatib di atas mimbar.
Tanpa menunggu jawaban dari jamaah, khatib pun melanjutkan khotbahnya:

 Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

"Dan Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku" (QS. 51:56)

Jadi, manusia dan jin itu diciptakan Allah agar mereka menyembah kepada-Nya.
Hanya manusia dan jin yang disuruh menyembah.
hewan-hewan tidak. Sapi tidak, monyet tidak.
Kalau ada manusia yang tidak menyembah Allah subhanahu wa ta'ala. berarti dia bukan manusia, bisa jadi monyet.

"Kalian tahu monyet?" Tanya khatib
"Monyet itu kalau di kebun ada pisang, dia langsung metik, langsung dia makan pisangnya. Padahal monyet enggak pernah menanam pohon pisang itu. Maling dia." Lanjut khatib

"Kalau ada manusia yang suka maling berarti dia monyet.
Korupsi, nyolong duit orang itu namanya maling. Nah, nyang korupsi itu monyet." Jelas sang khatib.

"Ente semua jangan niru-niru tuh monyet."

"Kalau ada RT yang nyuri duit warga, itu...?" tanya khatib.

"MONYET" (jawab anak-anak di seberang saya dengan serempak)

"Kalau ada RW yang korupsi duit warga namanya...?"

"MONYET" (anak-anak dengan suara kompak dan serempak menjawab)

"Kalau ada Lurah, make duitnya warga, berarti lurahnya...?"

"MONYET" (anak-anak semakin bersemangat menjawab)

"Kalau ada Camat/Wali kota, dia korupsi duit warga namanya..?"

"MONYET" (semakin kesini semakin kompak jawabnya)

"Kalau Gubernur kite korupsi duit warga, gubernurnye..?"

"MONYET" (anak-anak semakin riang menjawab)

"Bahkan kalaupun Menteri kite, Presiden kite, Anggota DPR yang terhormat itu, mereka pada korupsi, nyolong duit warga. Mereka itu semuanya...?"

"MONYET" (jawab anak-anak kompak)

Saya diam, khidmat mendengarkan teriakan monyet dari anak-anak di seberang saya. Ada semacam rasa risih sebenarnya, karena mengingat ini khotbah di dalam masjid. Tapi, mau gimana? anak-anak memang selalu bersemangat untuk urusan teriak-teriak.

Khatib melanjutkan khotbahnya:

"Bahkan nih ye, ada pengurus masjid yang make duit masjid buat kepentingan pribadi, die itu nyolong duit masjid, korupsi duit masjid. naudzubillah tsumma naudzubillah. berarti die juga..?"

"MONYETT" (anak-anak bersemangat menjawabnya)

Hadirin jamaah jumat yang dimuliakan Allah subhanahu wa ta'ala. Sungguh jangan sampai kita meniru perangai monyet. Jangan suka mengambil sesuatu yang bukan hak kita. Jangan sampai kite korupsi duit warga apalagi duit masjid.

"Jadi, hadirin jamaah jumat. Kalian, pingin jadi manusia apa monyet?" tanya khatib kemudian.

"MONYEEEEEEEET." (anak-anak menjawab dengan kompak dan mantap).

Saya yang sedari tadi kesel, kali ini malah mata saya berkaca-kaca.
Saking nggak kuatnya nahan tawa gara-gara jawaban anak-anak yang terakhir tadi.



Jakarta, 3 november 2017

H SANJAYA

  • view 34