Tips Rahasia Menulis - Membongkar Rahasia Para Penulis Best Seller

Sunali Agus Eko Purnomo
Karya Sunali Agus Eko Purnomo Kategori Inspiratif
dipublikasikan 25 Desember 2017
Tips Rahasia Menulis - Membongkar Rahasia Para Penulis Best Seller

Dewasa ini, hobi menulis semakin berkembang dengan munculnya forum-forum hingga komunitas penulis yang ada di Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 pun mempunyai program unggulan meningkatkan kegiatan literasi ini bernama “Gerakan Literasi Bangsa (GLB)”.

Awalan sebelum membahas rahasia menulis, maka tidak kalah penting yaitu membuka wawasan tentang pentingnya menulis. Pramoedya Ananta Toer mengatakan, “Orang boleh pandai setinggi langit. Tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dari masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”. Dari Imam Al-Ghazali, “Jika engkau bukan anak raja, bukan pula anak ulama’, maka jadilah penulis”. Dan dari Ali bin Abi Thalib, “Ilmu laksana hewan liar, maka ikatlah ilmu dengan cara menulisaknnya”.

Setiap penulis pasti mempunyai prinsip dan motivasi yang mendasarinya. Dalam hal ini, akan diungkapkan empat rahasia besar motivasi menulis.

Pertama, yaitu motivasi akademik.

Hal ini berhubungan dengan urusan-urusan akademik seperti membuat tugas, mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Karya Tulis Ilmiah (LKTI) hingga menyusun skripsi atau tugas akhir. Selain itu, melalui ini pula seseorang biasanya menerbitkan jurnal atau tulisannya di lembaga-lembaga research di lingkup nasional dan internasional. Semakin banyak karya dan jurnal yang bisa dipublish atau diterbitkan maka semakin cepat pula ia mendapat gelar professor di bidang yang sedang ia tekuni.

Kedua, yaitu motivasi finansial.

Tidak ada salahnya pula, selain urusan akademik. Ketika menulis juga menginginkan mendapat bayaran dari tulisan kita. Misalnya menulis di koran, majalah dan menerbitkan buku, dan lain-lain yang bisa menghasilkan finansial yang menggiurkan, contoh yang paling fenomenal yaitu J.K Rowling, penulis novel Harry Potter. Melalui novelnya ini, dikabarkan bahwa J.K Rowling mampu menjadi wanita terkaya di Inggris, bahkan kekayaan melebihi Ratu elizabeth.

Motivasi finansial melalui tulisan, memang merupakan salah satu cara dan jalan terbaik untuk bisa mandiri. Disisi lain, sekarang banyak pula pekerjaan freelance yang siapa saja bisa menulis lepas sesuai artikel yang dibutuhkan dan seberapa besar honor yang diberikan.

Motivasi ketiga adalah popularitas.

Hal ini pun tak bisa dipungkiri, dan menjadi seorang penulis adalah jalan terhormat untuk menjadi selebriti. Bagaimana tidak? Hanya dengan menelurkan idenya, dan dituangkan dalam tulisan dengan bahasa yang menarik, akan menyedot pasang mata yang melihatnya dan banyak mulut yang akan membacanya. Tidak hanya itu, bukan seratus hingga lima ratus pembaca. Namun, bisa ribuan orang yang akan mengetahui dan mengenal dia.

Disamping itu, melalui karya tulisan ini pula, banyak industri perfilman yang tertarik hingga akhirnya membuat film dari suatu karya seorang penulis. Asma Nadia dengan novelnya, Andrea Hirata, Habiburrahman el-shirazy, dan banyak penulis lain yang akhirnya terkenal gara-gara karya yang telah ia terbitkan.

Keempat, yakni motivasi idealisme.

Motivasi ideologi inilah, yang jauh kedepan dan melampaui ketiga motivasi lainnya dan biasanya lebih menancap walaupun terkadang tidak mendapat ketiga yang diatas. Salah satu motivasi ideologi ini adalah ketika nanti di Padang Mahsyar, ku terbelalak melihat catatan amalku: “Ya Allah, bukankah timbangan amalku tak sebesar ini?”.

Kemudian ku terima jawaban dari-Nya: “Ya, kau benar. Tapi ribuan orang telah tergerak beramal kebaikan setelah membaca tulisan-tulisanmu. Berantai amal sunnah terkerjakan setelah ribuan manusia membaca karya dari jemarimu.” Ingat, jika motivasi keempat ini sudah kita peroleh dan kita tanamkan, maka bonus yang berupa finansial, prestasi akademik, dan popularitas pun akan datang sendirinya secara beriringan.

Niat sudah kita kantongi dengan baik. Namun, masih enggan untuk menulis. Karena ada alasan yang notabene klasik. Yakni, nggak pede, ngak sempet, binggung memulai, nggak ada ide, nggak bakat, nggak menjanjikan dan lain sebagainya. Semua bisa teratasi asalakan kita mau mengubah alasan-alasn tersebut dengan tiga tahap menulis, yakni persiapan sebelum menulis, berupa mencari ide, gagasan, alur dan lain sebagainya. Semua orang pasti mempunyai ide, selama ia masih bisa berpikir, ide akan tetap mengalir deras.

Tahap kedua adalah tahap penulisan. Bagi yang merasa nggak pede, nggak sempet, binggung memulai, nggak bakat dan nggak menjanjikan. Ayo dicoba dulu, gunakanlah rumus labrak. Yang dimaksudkan adalah keberanian dalam menulis,apapun yang ada di benak, kita keluarkan begitu saja. 

Tahap terakhir yaitu editing. Tahap pemeriksaaan lagi tulisan agar sesuai dengan kaidah yang berlaku, tidak mengandung sara’ serta tidak menyinggung pihak lain.

Selain itu, agar tetap produktif dalam menulis, gunakan selalu cara-cara berikut: 

a) Menggunakan rumus labrak

b) Bukan lagi memperkarakan fasilitas

c) Saat ada ide, segera tulis

d) Siapkan buku saku (untuk mencatat ide-ide

e) Konssisten

f) Terpaksa baru tebiasa (jika menulis belum menjadi habit, maka harus dipaksa untuk menjadi habit. Sehingga, jika kita tidak melakukannya akn merasa ada yang kurang

g) Peka terhadap permasalahan lingkungan, dan

h) Perbanyak kosa kata dengan membaca dan berdiskusi, Karena pada dasarnya good writer is good reader.

  • view 258