Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Renungan 10 Agustus 2017   23:38 WIB
"Rumah"

Rumah adalah keteduhan. Disana ada rasa dalam laku. Tumpukan-tumpukan kasih bermula dan tertinggal di dalamnya--sebagian lain kita bawa dalam ingatan dan ketika kita bisa kembali, kasih dlm kisah kemudian menyatu.
Tapi kadang rumah punya arti lain; ia kadang tidak menjadi tujuan untuk kembali, tidak juga untuk menyatu--disana terkadang kita dituntut untuk pergi, untuk terpisah, untuk kehilangan.
Sesuatu memang terasa penting ketika sudah tidak ada--tak lagi dirasakan. Dengan itu kita belajar, bahwa segala sesuatu memiliki arti. Hanya saja, arti tak akan kita temukan dalam kelimpahaan. Ia berada tepat di tengah kelimpahan dan kelangkaan. Dalam kelimpahan, yang ada hanya kepongahan dan tak akan kita temukan arti, sebaliknya dlm kelangkaan, hanya ada harapan. Tapi justru dlm harapan itu terselip tuntutan untuk menemukan--arti dlm ketidak-punyaan. Apa yg penting dibawah atap dan keteduhan ketika pada akhirnya diri harus meninggalkan? ialah Kenangan.
Dirumah, ada kepingan-kepingan waktu yg membeku. Masa kecil, bertumbuh, lalu di tuntut untuk pergi, semuanya terbingkai dalam keindahan dan kesuraman.
Jarak memang selalu membikin kita sukar untuk mendefinisikan batas-batasnya. Ketika kepergian harus menyisakan kerinduan, jarak mengukuhkan dirinya pada tumpukan ingatan.
Syahdan, Rumah jadi misteri justru ketika kita berada jauh darinya. Disana tersimpan teka-teki yg kita tinggalkan dlm kepergian. Di sana ada masa lalu.

#Andi Sultan (mikir error)

Karya : Andi Errorman