Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 4 November 2016   23:24 WIB
Munajat

Munajat

 

Dengan nama Tuhanku,

Allah yang tiada selain Dia

Aku yang seluruh diriku 

Dalam kuasanya

Menghaturkan gemuruh

Membuncah di dalam dada

 

Supaya aku mengikat ingatan

Tentang hari ini

Tentang penjelasan yang berdatangan

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam

 

Supaya aku mengingat

Setiap kali aku menghitam

Supaya aku kembali menghadap

Sehingga bersih dari lumpur hitam

Supaya cangkang jernih dan koasong

Sehingga bunga hikmah 

Kilau butir-butir ilmu

Tumbuh di sana dan berbuah banyak

 

Pokok pertama

Adalah kelupaan yang melahirkan masa

Membebat luka menyembuhkannya..

Ini November sayangku

Kalau kau menengok jalan di belakangmu

Akan kulihat senyum ringan Mata berbinar terbuka lebar

Di ujung jalan ada gadis belia

Memandang samar-samar.ke tempatmu in

Mungkin dia tak yakin dengan yang dilihat

Dibuatnya garis-garis kabur

Apakah dia menggambar peta, Sayang?

Selamat datang November

Tengoklah ke depan Sayang

Genggam erat petamu

Atau pancangkan ke langit

Sehingga kau tak khawatir kehilangannya

 

Pokok kedua 

Adalah warisan berharga

Letakkan Kaki-kakimu

Luruskan di bawah pohon itu

Maukah engkau meneliti daun kering berjatuhan

Apakah dahan melambai menakjubkanmu?

Buka mata dengan hati gembira dan tentram

Apakah engkau hendak meneruskan perjalanan?

Bersama pemburu yang lalu lalang?

Berjalanlah dengan sepatu terbaik.

Bekalmu sudah memenuhi ransel

Apakah engkau hendak membuka ladang?

Berangkatlah bersama petani

Semoga musim tak menyusahkanmu mendapat panen terbaik lagi bermanfaat

-----------------------------------

Pleret, 411-2016

Karya : Nita Listiana