Sebuah Sajak: Done

Nita Listiana
Karya Nita Listiana Kategori Puisi
dipublikasikan 02 Juni 2016
Sebuah Sajak: Done

 
Done
Nita Listiana
pada Jum'ah yang barakah (7, 8, 15)
------------------------------------------------

Dan diawali denting nyaring piano, penuh emosi
 
Dan tertulis salam, tak jelas bermakna permulaan atau pengakhiran
 
Dan garis tangan, patrian wajah, pilinan zarah dalam darah
 
Dan wujud terindrakan, wujud terrasakan
 
Dan yang dilalui, yang akan dituju, tempat kembali
 
Dan ruh-ruh ini, semoga selalu serasi diakrabkan iman serta ilmu
 
Dan semua kesadaran, keinginan, ketakutan, harapan, keyakinan
 
Dan yang diingat seumur hidup, terlupakan sejenak, terbawa mati
 
Dan ketidakmungkinan seperti angka 13 pada jam dinding yang terus berdenting
 
Dan hari yang dijanjikan, tertulis pasti, terrahasiakan, mengkhawatirkan sekaligus memberi harapan
 
Dan semua kenikmatan, penderitaan, kekosongan, penantian, kebersamaan, pertemuan, kehilangan, pengorbanan, keteguhan
 
Dan kita saling tahu itu
 
Dan yang bergulir dalam ruang, yang berganti dalam waktu
 
Dan saat April menawarkan kesegaran dan harapan, musim semi
 
Dan saat sesuatu yang memekakkan telinga, memilukan hati, tiba
 
Dan saat itu kita tiada
 
Dan saat cita-cita dilaksanakan
 
Dan jika masanya ada
 
Dan kita saling tahu kemana rintik air hujan dikumpulkan kembali
 
Dan semua kesempatan, pengalaman, pelajaran, harus disyukuri
 
 
 
Dan hati (yang) seperti bulan
 
Dan mati (gelap), sabit, separuh, purnama, menuju gelap lagi, terus berulang
 
Dan sabit yang membawa kabar, purnama yang memberi kecenderungan pada samudera
 
Dan walau 15 purnama berlalu 
 
Dan keteguhan seperti karang
 
Dan cumi-cumi pada bulan Juni di laut jepang, tahu kapan saat yang tepat memancarkan cahayanya
 
Dan bila bukan masanya, cecumi itu tahu cara merahasiakan diri
 
Dan cahaya biru indah-nya, cecumi itu tahu tentang makna hidup
 
Dan setiap tetes getah pohon, menunggu lama digumpalkan waktu
 
Dan bongkahan kristal emas, hasil kesabaran getah pohon terhadap takdirnya menjadi damar
 
Dan ulat yang memutuskan menjadi kupu-kupu, salmon yang memutuskan hijrah ke lautan bebas
 
Dan bebek yang bertelur sembarangan, penyu yang meninggalkan telurnya
 
Dan satu hal sederhana yang pasti, tentang kesendirian ruh ini, tentang ketiadaan kepemilikan pun tanggungan
 
Dan Tuhan menciptakan segala sesuatu yang memiliki dua sisi
 
Dan semua sisi yang melengkapi sisi lainnya
 
Dan semua yang tak lengkap tetap bisa selesai
 
Dan semua yang selesai mungkin memulai sesuatu tiada berakhir

  • view 89