Asam Garam

Sukron Abdilah
Karya Sukron Abdilah Kategori Puisi
dipublikasikan 02 Mei 2018
Asam Garam

Gerah eskalasi politik bangsa, tatkala aku terhuyung-huyung menahan sakit, perih, luka menganga, dan perut keroncongan;

bekerja di rumah sendiri tapi merasa seperti di sebuah hutan belantara

yang dihuni hewan-hewan bertaring yang siap menyergapku.

 

Aku sudah makan asam garam dengan kemiskinan dan kelaparan,

kebutuhan pokok yang mahal

dan intrik-intrik penipuan yang licik selicik manusia kerdil.

Aku ibarat domba yang terasing sendirian di padang ilalang

dikerubuti serigala-serigala penyantap dagingku yang peot, ringkih, kurus

dan pancarkan kemelaratan.

 

Aku korban para penggembala domba yang makan asam garam

dan meninggalkanku sendirian

di padang rumput untuk dilahap Serigala.

Mereka telah makan asam garam menindih, menindas, dan menggasak.

Sementara aku hanya bisa berdalih, berpuluh tahun aku lihai

menjadi korban dari politik asam garam.

-- 02 November 2007

  • view 43