Ingat Waktu, Ingat Juga Timeline Hidupmu!

Sukron Abdilah
Karya Sukron Abdilah Kategori Agama
dipublikasikan 16 Mei 2016
Ingat Waktu, Ingat Juga Timeline Hidupmu!

Kehilangan harta bisa didapatkan kembali dengan rajin bekerja, kehilangan ilmu bisa diperoleh lagi dengan belajar, tetapi kehilangan waktu yang berharga dalam hidup tidak bisa dicari dan didapatkan kembali, sebab waktu tidak akan pernah kembali. Jujur saja, saya sempat menangis, ketika waktu berlalu, dan tidak bisa memanfaatkannya sebaik mungkin. Saya yakin, kamu juga pernah merasakan bagaimana waktu yang berlalu tidak bisa diulang kembali. 

Namun, larut dalam penyesalan, tanpa upaya perubahan adalah kesia-siaan. Singkatnya, kita harus berupaya mengubah timeline kehidupan ke arah yang lebih positif dan produktif. Guru Oogway kepada Po dalam film Kungfu Panda yang berujar:

“Yesterday is history; tomorrow is mistery; but today is Given.”

Masa lalu, kata Guru Ogway, adalah sejarah; esok adalah misteri; dan hari ini ialah anugerah.

Jadi, tak ada gunanya kita larut dalam penyesalan, hingga lamunan menghalanigi aktivitas hidup. Memang manusiawi, seandainya hati kita sakit, jiwa gelisah dan di benak hanya ada kalimat, “aku manusia tak berguna” ketika berbuat dosa dan salah. Terpuruk dalam penyesalan tidak akan mengubah apa-apa. Tak akan mengubah apa yang telah kau lakukan. Tak akan mengubah nasibmu yang sudah tejadi.  

Lantas, apakah masa lalu harus berlalu tanpa disesali?

Salahkah kita kalau berharap hari esok diri ini harus berubah lebih baik?

Lantas, sebagai anugerah-Nya yang tak terkira, haruskah pada hari ini kita bertekad untuk menjaga diri agar tidak terjebak kembali pada kesalahan? 

Allah Azza Wajalla berfirman,

Hai anak Adam, luangkan waktu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan. Dan, Aku hindarkan dari kemelaratan. Kalau tidak, akan Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan kerja dan Aku tidak akan menghindarkanmu dari kemelaratan.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Dengan konsisten menjaga waktu berarti kita tengah menjaga kualitas timeline kehidupan yang harus dibaktikan pada Allah. Dia memberikan anugerah nyawa kepada kita yang harus disyukuri dengan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. 

M Quraish Shihab, pakar tafsir Al-Quran negeri ini mendefinisikan Waqt (waktu), sebagai “batas akhir kesempatan atau peluang untuk menyelesaikan suatu peristiwa.” Terma Waqt, memberi kesan keharusan adanya pembagian teknis tentang masa yang dialami (seperti detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, dan seterusnya), di samping keharusan adanya penyelesaian sesuatu dalam bagian-bagian tersebut, dan tidak membiarkannya berlalu hampa tanpa makna.  

Timeline tak hanya ada di sosial media seperti facebook dan twitter saja. Fitur ini juga ada pada setiap aktivitas makhluk-Nya. Hidup kita, dipenuhi oleh waktu atau time yang harus beredar di garis-garis keilahian. Karena itu, timeline hidup kita harus tetap dijaga dan dipelihara dari kekotoran jiwa.

Ingat, bahwa setiap orang memiliki jatah waktu yang sama. Namun secara kualitas, setiap orang akan menghasilkan pemanfaatan waktu yang berbeda-beda. Ingat pula, bahwa waktu terus berputar, berubah, dan tidak berada pada satu lingkar kehidupan yang tetap. 

Karena itu, bagi saya, berusaha menjaga agar perputaran waktu tetap berjalan di garis keilahian ialah dengan berhikmah pada keteladanan Rasulullah Saw. agar hidup diliputi keberkahan, kebahagiaan, dan kesuksesan. Baginda Muhammad Saw. menghargai ketidaktahuan atau kebodohan seseorang sebagai sesuatu yang harus dimaafkan. Begitu juga ketika kita masih berada pada fase pencarian atas kebenaran. Kita masih belum bisa bertobat sungguh-sungguh, karena setiap hari masih tetap belum bisa menyadari bahwa hidup adalah ibadah. Termasuk, belum mampu memperlakukan seseorang dengan lembut dan damai. Kita mengangankan pujian manusia, dan dengki melihat seseorang. Kita, ternyata belum mampu membasuh gerak jasad dengan air kemuliaan. 

Sekian!

 

  • view 166