Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Cerpen 23 Juni 2018   18:06 WIB
Itu

Aku berdiri di perut bumi tapi aku tak tau aku berdiri dimana?, aku bingung dengan drama yang kulihat dipagi ini, semuanya mengganjal dibenak kepalaku termasuk burung burung yang menjomblo akan dirinya karena tak mampu lagi untuk bertahan. Aku berjalan lurus kedepan aku mengikuti langkah kakiku juga mengikuti  irama angin yang membuatku jatuh tak berdosa tapi aku heran aku tak tau, mau kemana diriku, kemanakah kakiku akan membawaku pergi? Apakah aku akan masuk pada cahaya yang entah dulu aku pernah melihatnya atau ke cahaya hitam yang saat merasuk dalam diriku.

Pikirku, kenapa hidupku dipenuhi dengan kedzaliman. Kenapa hidupku bagaikan tak merestuiku lagi untuk bersenyum menatap angin dimuka bumi ini, seakan akan mereka itu kecewa dengan kehadiran ku disini.

Karawang 13 februari 1993

Awan hitam manyapaku kala itu dengan senyum manis yang terpancar pada diri awan, aku disini kehilangan arah , arah utuk kembali begitupun untuk pulang. Aku malas berada dikamarku karena sama saja aku bagaikan manusia yang telah meninggal karena hanya dia diam saja di kamar tanpa melakukan apapun, aku keluar dengan biasanya dengan mengenakan jaket hitam dengan lambang tengkorak dibelakang, ini jaket kesayangan ku, setiap aku ingin melangkahkan kakiku aku selalu dimtemani dengan jaket ini pahit nya kehidupanpun yang tak pernah merasakan kemanisa aku selalu megenakan jaket ini yang saat ini aku anggap sebagai sahabatku. Aku keluar  rumah dengan emnggunakan sepeda motor ninja yang enatah dapat darimana aku sepeda ini tiba tiba ada begitu saja, aku nyalakin mesin motor dan mengeluarkan suara yang tak kalah saing dengan yang lainnya karena mayoritas penduduk disini menggunakan sepeda ninja ini sebagai kendaraan sehari hari mereka, aku melesatkan speda ku ke arah selatan , disetiap jalan yang kulewati  aku melehat mereka penduduk sini yang berjualan kesana kesini berjalan kaki juga ada sebagian dari mereka yang menjadi pedagang kaki lima sambl berteriak seperti biasanya, setelah itu  ketika aku sampai dipertigaan jalan aku belok kanan karena aku tempat biasa yang aku singgahin itu ada di kota sebrang yang jaraknya lumayan jauh dari rumahku.

Setalah 6 menit kemudian aku sampai dibuah cafe yang ada di kota itu dan disan terpampang “cafe celcius” aku masuk dengan meninggalkan jaketku yang aku letakkan di motorku, setelah itu aku berjalan kearah mereka yang saat ini entah membicafakan apa aku gak tau, ketika salah satu dari mereka sadar bahwa aku datang dan menyapaku sambil berslaman ala remaja

“hey brow gimana kabar mu, lama kali  aku tak jumpa dengan kau?” tanyanya dengan expresi meyakinkan yang ia miliki, entah apa yang dia maksud padahal setiap hari bahkan setiap kita ketemu

“baik, tapi aku merasa aneh lex , merasa aneh dengan apa yang terjadi padaku oada hari ini, aku tak tau kenapa dan giamana aku tak tau” jawabku padanya karena aku saat ini juga merasa aneh dengan keadaanku

“apa yang aneh dikehidupanmu xel?” dengan nada keheranan dia bertanya padaku, sedangkan  teman temanku yang lain yang dari tadi sedang asyik membicarakan sesuatu yang saat ini entah aku tak memeahaminya, terpana mentapku seperti ada tanda tanya diraut wajah mereka.

“aku merasa anek lex, kenapa setiap apa yang hatiku katakan setelah beberpa menit sesuatu itu akan ada dihadapanku, seperti halnya motor yang saat ini aku gunakan lex.” Jawabku padanya yang memeng benatr seperti itu yang kurasakan

Semuanya terpana, mereka semua menganga mendengar akan apa yang telah kuceritakan tadi. Salah satu dari mereka mulai bicara

“eh xel kau ini tadi malem mimpi apa heh, mana ada ketika hati berkata langsung ada setelah beberapa menit, banyak kali kau menghayal saat ini”  sanggahannya tanda kalau dia tidak menerima dengan apa yang telah menimpa pada ku saat ini, dengan raut wajah yang marah marah gimanaa gitu juga dengan nanda tingginya tadi, tak luput dengan mata melototnya

“beneran son itu saat ini yang terjadi padaku coba lihat sepeda motorku kematen aku mengenakan motor beat kan tapi sekarang aku mengenakan sepeda motor  ninja dengan keluaran terbaru yang super cepat juga  menggunakan energi nous, bagaimana bisa kmau tak percaya?” jawabku sambil dengan menunjukkan bahwa apa yang aku rasakan pada saat ini adalah fakta dan kenyataan yang sedang kualami

“astaga kau memakai ilmu apa xel sehingga kau bisa mendapatkan sesuatu dengan ajaib itu, mungkin kau menggunakan  ilmu sihir atau apa ya?” dengan wajah yang penuh dengan tanda tanya, yang menandakan bahwa ia bingung dengan apa yang terjadi padaku saat ini

Aku bingung dengan temen temen ku apakah mereka mempercayai dengan apa yang aku katakan padanya saat ini ataukah mereka semua menganggap aku ini anak setankah, atau kah anak sihir aku masih belum tau tapi ketika aku melihat raut muka mereka yang tertekuk itu menandakan bahwa mereka sangat tidak mengerti dengan keadaanku saat ini begitupun aku yang tidak mengerti pada mereka dan dengan cara apa lagi aku harus menjelaskan pada alex dan soni serta kawan kawanku yang lain. Muncul dibenakku begini kalo aku tak segera beranjak dari tempat ini mereka akan terus menanyakan akan hal itu kepadaku, dan ketika aku mencoba menjawabnya mereka tidak mempercayainya, lebih baik aku kembali ke rumahku dan merenun disana lebih baik dari pada disini

15.47

Jarum jam telah malambaikan tangannya padaku yang menandakan bahwa aku harus kembali kerumahku.

“lex, son dan yang lainnya maaf ya aku sekarang ada acara keluarga yang tak bisa aku tinggalkan karena ini sangat penting bagiku dan juga bagi keluargaku” ungkapku pada mereka dengan raut wajah yang meyakinkan mereka bahwa aku beneran ada acara, akan tetapi itu hanyalah alasan semata agar aku tak diserbu oleh pertanyaan yang bertubi tubi yang keluar dari bibir manis mereka.

Segera aku berdiri untuk menghindarkan pertanyaan yang akan timbul dari bibir mereka karena jika aku ladeninin aku akan mati kutu oleh nya, aku berjalan ke arah motorku berada   dan aku naiki motorku lalu motorku melaju dengan  sangat cepat dan meninggalkan bayangan mereka yang sangat menyeramkan bagiku. Pemandangan yang aku lihat sama seperti waktu aku berangkat itu yang mana disamping jalan dipenuhi oleh mereka orang orang yang menyibukkan dirinya sendiri dengan berjualan dan bermain lalu aku belokkan motorku ke arah barat dan ternyata tetap sama tidak ada yang berubah satupun.

Ketika aku berada di jalan aku teringt bahwa besok adalah hari ulang tahunku yang ke 25 tahun aku tak tahu dengan apa yang akan terjadi besok dihari ulang tahunku ini, setelah beberapa lama kemudian aku sampai dirumahku dan langsung memarkir motor ninjaku ini  digaransi yang juga teah disediakan didepan rumahku. Aku masuk kerumahku dengan membawa kebingungan yang tiada tara dalam benakku, langsung aku menuju kekamar ku dan merebahkan badanku dikasur yang empuk dulunya dan sekarang hanya tinggal namnaya kasur empuk dan tak sadarkan tiba tiba aku terlelap dalam lamunanku

14 Februari 2022

Aku terbangun dari tidurku semalam entah mengapa aku tidur lama banget ini, aku juga bingung.

“xel kamu udah bangun nak” teriak mamaku yang berada disebrang pintu sana entah keberadaannya aku tidak mengetahuinya.

“iya ma, aku baru bangun ini aku mau langsung mandi ma” jawabku dengan suara ku yang baru bangun itu.

Ketika itu pun aku langsung menuju kamar  mandi yang berada di kamarku karena kamarku ini di desain dengan adanya kamar mandi di dalam seperti halnya hotel bintang sepuluh. Beberapa lama kemudia setelah mandi aku mengenakan baju terbaik yang berada di rumahku yang ku pakai di hari ulang tahun ke 25 ini, aku berkaca sambil merapikan pakaianku yang kini aku kenakan, juga aku menggunakan minyak rambut terbaikku dihari spesial ini. Setelah diriku rapi aku berankjak keluar dengan penuh keyakinan dan wibawa akan tetapi ketika aku berada dibibir pintu aku membayangkan dan mengatakan pada hatiku ada seoarang perempuan cantik yang jelita datang padaku, terus aku langkahkan kaki ku menuju kegerumulan orang orang di ruang tamu yang sejak tadi menunggu ku. Tiba-tiba muncul di ubun ubun pintu utama rumahku sosok wanita cantik jelita bagaikan bidadari, sosok wanita yang tak pernah aku lihat di sekitar sini, sangat semupurna diriku memandang wanita itu, dia berjalan ke arahku, dia semakin dekat dengan tempat aku memijakan kaki. Jantungku tak karuan dengan situasi seperti seperti seakan akan ingin copot, wanita itu tepat berada dihadapanku dengan senyum manisnya yang membuat hatiku mencair, dan jantungku semakin tak karuan, apalagi aku mencium wangi parfum pada dirinya yang sangat wangi sekali

“happy birtday axel, semoga lebih baikya dari tahun kemarennya” katany padaku yang membuat kata kataku habis dengan senyuman stelah dia mengatakn seperti itu, dan suaranya pun sangat indah sekali

“iya makasih” aku menjawabnya dengan nada terbata bata, karena entah aku tak tau kenapa ini menjadi kenyataan dalam hidupku

Tak dapat kusadarin wajahnya mendekat kearah wajahku apa mungkin manita ini ingin menciumku, tanpa berfikir panjang aku juga mendekatkan wajahku ke wanita ini ketika wajahku hampir dekat dengan nya aku mencium bau parfumnya sangat melekat dirongga hidungku ketika wajah kami tinggal 2mm lagi yang ingin berdekatan, perlahan ketika bibirku hampir bersentuhan dengannya tiba tiba......

 

“ayo bangun bangun bangun sholat shubuh” suara rois pondokku  menggedor gedor pintu kamarku  dan membangunkanku ketika shubuh.

Karya : Rifki Hardiansyah