Array
(
    [data] => Array
        (
            [post_id] => 49503
            [type_id] => 1
            [user_id] => 23327
            [status_id] => 1
            [category_id] => 79
            [project_id] => 0
            [title] => Bingung
            [content] => 
Aku keluar dari ruang yang hampa
Yang hanya berisi kekosongan
Mengisikan hanya angin yang kala itu melintas
Menyakitkan rindu yang kala itu berkobar
Ketika aku berada diluar
Aku bebas
Aku tak tau dengan siapa, dan pada siapa aku berhadapan
Kuambil secangkir kopi
Kurasakan akan keegoisan yang melintas dihadapanku
Dengan rombongannya
Aku harus bagaimana........
Kau membawaku dalam janji manismu
Dan kau balas dengan ucapan basi dari mulutmu
Yang dulu adalah sebuah permata, tapi hanya tersisa duri
Entah.....
Apalah dayaku dalam tindakanmu
Aku hanya bisa berbaring pada angin
Dan membawaku kenegrinya
Untuk memulai akan  sandiwaraku
Dalam lambaran kuno yang telah ada dalam batinku
Aku tersipuh malu
Karena kini hanya ada kopi
Pikiranku mulai menjadi putih
Setia itu bukanlah cinta, kopi adalah hal setia bagiku
Ia selalu memberiku ketenangan
Dikala aku sudah tak berada dalam duniaku dan menghilang dari kedipan matamu
Tanpa adanya yang namanya pelangi 
Yang ada hanyalah diriku yang menjadi kenangan.
 
 
21 April 2018
 
Sudut_kamar
[slug] => bingung [url] => [is_commented] => 1 [tags] => None [thumb] => file_1529674046.jpg [trending_topic] => 0 [trending_comment] => 0 [total_viewer] => 44 [issued] => 0 [author] => Rifki Hardiansyah [username] => Sudut_Kamar [avatar] => avatar.png [status_name] => published [category_name] => Puisi [type_name] => article [kode_multiple] => [total_comment] => 0 [total_likes] => 0 [created_at] => 2018-06-22T20:27:26+07:00 [updated_at] => 2018-10-01T09:08:37+07:00 [deleted_at] => ) [process_time] => 31.324288ms [status] => 200 )