Saat Si Kecil Demam

Saat Si Kecil Demam

suci cahyani
Karya suci cahyani  Kategori Kesehatan
dipublikasikan 23 Juli 2018
Saat Si Kecil Demam

Demam bukan hal asing dalam kondisi kesehatan manusia. Tiap orang pasti pernah sekali dua tiga kali mengalami demam. Demam bisa terjadi kapan dimana dan pada siapa saja tanpa kenal batasan usia. Generalnya demam adalah suatu mekanisme pertahanan tubuh seseorang saat melawan penyakit atau infeksi yang bisa jadi disebabkan oleh bakteri, virus, atau mikroorganisme.
 
Keadaan yang biasanya membuat cemas ayah bunda adalah apabila demam terjadi pada si kecil yang masih bayi. Apalagi kalau ayah bunda baru pertama kali punya momongan nih.. Hakikatnya tubuh bayi memang masih dalam keadaan rentan karena daya imunnya masih rendah sehingga bayi mudah sekali terserang penyakit. Demam pada bayi tidak melulu karena suatu penyakit lhoo ayah bunda... Bisa jadi karena perubahan dan perkembangan organ bayi seperti tumbuh gigi atau pasca imunisasi dapat menimbulkan demam.
 
Tapi ayah bunda tidak perlu khawatir lagi, berikut beberapa tips yang dapat dilakukan saat si kecil mengalami demam.
 
Yang pertama, ayah bunda perlu memastikan apakah si kecil benar-benar mengalami demam. Biasanya ini dapat dilakukan dengan melakukan pengukuran suhu tubuh bayi dengan menggunakan termometer. Termometer ini adalah alat wajib lhoo yang harus dipunyai ayah bunda yang telah memiliki bayi. Nah karena zaman sekarang serba canggih, maka termometerpun banyak varians dan macamnya yang mudah dalam penggunaannya. Setelah dicek, coba lihat hasil angka yang ditunjukkan pada termometer. Seseorang dikatakan normal apabila suhu basalnya antara 36,5°-37,5°C. Selebihnya 37,5°C bayi dapat dikatakan demam.
 
Nah... bagaimana jika ayah bunda tidak punya termometer? Eiits... tak perlu khawatir, ayah bunda dapat langsung mengecek suhu bayi dengan melakukan perabaan pada kening bayi atau telapak tangannya. Perabaan dilakukan dengan menggunakan punggung tangan ayah bunda dan hindari perabaan dengan telapak tangan ayah bunda karena suhu telapak tangan akan lebih hangat seperti suhu tubuh yang nantinya akan menimbulkan kesan yang salah.
 
Setelah bayi dipastikan mengalami demam, rawatlah bayi dengan memberikan ASI lebih. Kok lebih, kenapa? Ya bun, jadi bayi yang demam tetap harus diberi ASI karena ASI adalah makanan utama bayi yang mengandung gizi lengkap dan seimbang. Nah lebih disini maksudnya adalah asupan ASI untuk bayi ditambah. Misalnya dalam sehari bunda bisa jadi menyusui bayi > 12 kali atau bayi disusui tiap 2/3 jam sekali. Ini penting bun karena saat demam bayi mudah mengalami dehidrasi karena panas tubuh meningkat. Jadi bayi harus sering-sering disusui bunda.
 
Dan yang ketiga adalah skin to skin. Apa itu? Ayah bunda dapat melakukan kontak kulit ke kulit dengan bayi, dengan cara bayi hanya sebagian kecil memakai pakaian atau popok saja kemudian kulit tubuh bayi ditempelkan pada kulit tubuh ayah atau bunda tanpa ada alas kain atau pakaian yang menghalangi. Sehingga teknik ini disebut skin to skin. Teknik ini hampir sama dengan metode kanguru yang dilakukan pada bayi dengan berat badan lahir rendah. Fungsi skin to skin adalah sebagai konduktor dari kulit bayi ke kulit ayah bunda yang harapannya akan terjadi perpindahan panas tubuh bayi ke tubuh ayah bunda, sehingga demam bayi dapat menurun. Kesan yang timbul apabila ayah bunda melakukan teknik ini adalah akan timbul keringat di badan dan demam bayi turun.
 
Selain tips di atas, ada beberapa hal yang perlu ayah bunda perhatikan saat bayi mengalami demam, yaitu usahakan bayi tidak dikenakan pampers dan pakaian panjang atau baju berlengan. Penggunaan pampers dan pakaian panjang pada bayi demam hanya akan mempertahankan demam bayi itu sendiri karena panas tubuh dan panas cairan tertahan dalam pampers dan baju bayi. Selain itu ayah bunda akan kesulitan mengukur intake dan output bayi melalui urine. Bayi yang normal sedikitnya dalam sehari dapat BAK sebanyak 6 kali. Kurang dari itu berarti bayi mengalami dehidrasi. Jadi usahakan saat bayi demam hanya mengenakan popok kain dan baju tanpa atau dengan lengan pendek.
 
Yang perlu ayah bunda waspadai, jika demam menetap > 24 jam dan ada kemungkinan mengarah pada gejala suatu penyakit tertentu maka akan lebih baik jika bayi diperiksakan dan dikonsultasikan ke dokter atau bidan terdekat. 
 
Semoga bermanfaat ♡
 

  • view 40