Kompetisi

Suci Muqodimatul Jannah
Karya Suci Muqodimatul Jannah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 April 2016
Kompetisi

 

image
 

sebelum bercerita, izinkan saya memperkenalkan wanita-wanita cerdas plus lelaki cerdas diatas. Mereka adalah para terapis muda dan calon terapis muda. sebagian besar dari mereka sudah aku kenali sebelumnya, tetapi ada 3 wanita yang baru aku kenali melalui kegiatan ini.

Kegiatan ini adalah kegiatan yang kami kehendaki sendiri adanya, dalam rangka mempersiapkan tim untuk “bertarung”. 5 malam kami belajar bersama, membahas salah satu elemen tubuh manusia yang sangat penting, ‘sistem saraf’.

sejujurnya aku sudah lama merindukan kegiatan ini, kegiatan yang secara langsung memaksaku untuk belajar dan memahami. mempelajari apa yang belum tentu dipelajari oleh teman-temanku yang lain. sejujurnya aku telah lama menantikan kesempatan ini, tergabung kedalam tim olimpiade fakultas.

Ahmad Akata berkata dalam acara schotalk Bandung beberapa hari yang lalu “berusaha mencari ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya sesuai passion dan minat. salah satunya dengan kompetisi. Yang penting prosesnya, ‘prestasi juara’ akan mengikuti”. dan kata-kata itu benar, dengan adanya kompetisi ini memaksaku untuk belajar sedikit lebih.

image
 

dan inilah tim perwakilan Fisioterapi UMS yang siap bertarung beberapa jam kedepan. segala persiapan sudah kami lakukan termasuk menyeragamkan kostum kami. ini bukan kostum siswa tengah pertama (SMP) yaaaa, tapi ini adalah kostum mhs. fisioterapi di kampusku. ini adalah senyum kepercayaan kami, percaya dan optimis bisa membawa pulang piala2 itu.

image
 

skip ke putaran ke3. apalah daya, 2 tim kami dibabak sebelumnya telah gagal memperjuangkan kepercayaan kami. dan tersisalah timku yang diapit oleh almammater oren ibu kota. kami berhasil menyingkirkan satu tim dari mereka dan menyamakan poin dengan tim yang berada disamping kiri kami. satu langkah lagi menuju final. karena poin kami sama, maka juri memberikan soal tambahan untuk menentukan siapa diantara kami yang berhak berdiri di babak final. keraguan dan ketakutan ku yang membuatku tidak memencet tombol itu. aku takut jika aku memncet dan menjawabnya ternyata jawabanku salah. aku takut salahdan gagal. dan ternyata ketakutan ku ituterjadi, timku sudah gagal bahkan sebelum kami sempat memncet tombol dan menjawab pertanyaan itu. si almamater oren berhasil merebut poin dengan jawaban yang sudah aku siapkan diotakku.

maka berakhirlah kepercayaan kami bisa membawa pulan ketiga piala itu. kepercayaan kami mungkin secara tidak langsung membuat kami merasa sombong dan terlalu berharap. tapi yasudahlah, ilmu dan pengalaman tetap bisa kami bawa pulang.

image
 

dan terakhir, kami semua tetap bisa tersenyum dengan kepercayaan bahwa di next event, fisioterapi UMS bisa membawa pulang piala ‘itu’. mungkin kami khususnya aku harus meluruskan niat. berniat menuntut ilmu dengan proses yang baik dan benar dengan menghindari segala penyakit hati yang bisa merusak impian2 kami.

terimakasih untuk ilmu dan pengalamannya! #banggaUMS #fisiokanIndonesia

Surakarta, 24 April 2016