Muhasabah Hati Pengemban Dakwah

Suci Lestari Az Zahra'
Karya Suci Lestari Az Zahra' Kategori Puisi
dipublikasikan 26 September 2016
Muhasabah Hati Pengemban Dakwah

Apa kabar saudariku ?

Masihkah hati itu kokoh ?

Masihkah hati itu merindu ?

Masihkah hati itu mencinta ?

 

Kokoh bertahan dalam jalan dakwah

Merindu akan tegaknya syariat Allah

Mencinta apa-apa yang dicinta oleh Allah dan Rasul-Nya

Ataukah hati itu tak lagi peduli ?

Ataukah hati itu telah membisu ?

Atau hati itu telah mati ?

Tak peduli dengan gemerlap kemaksiatan

Membisu dari melantangkan kebenaran

Mati dan tak berdaya lagi bertahan dalam kebaikan

 

Mari Tanya hati !

Sebesar apa cintanya pada Illahi

Tujuan apa yang hendak ingin diraih

Ukhrawi atau justru duniawi

Naluri tak akan pernah membohongi

Noda setitik dapat terdeteksi

Selama ia bersih dari penyakit hati

 

Tanya hati sekali lagi !

Masih ikhlaskah Ia memperjuangkan aturan tuhan

Membumi hanguskan kemaksiatan

Dan membumikan kebenaran

Ataukah Ia telah lelah dengan segala kesibukan

Atau mulai larut dalam aktivitas yang melenakan

Dan mulai lupa pada kekufuran yang menyelimuti kehidupan

Lalu membisu seribu bahasa untuk menyeru kema’rufan

 

Jika itu semua tidak benar

Lalu kemana kita saat saudara kita di bom bardir

Mereka dibantai oleh kafir penjajah

Sedang mereka berjuang mempertahankan agama Allah

Dan tak pernah berniat untuk mundur walau hanya selangkah

Bukankah kita ada di jama’ah ini untuk mengembalikan hukum Allah

Mengemban dakwah ke seluruh penjuru dunia

 

Lalu kemana kita, saat yang diminta hanya waktu, dana dan tenaga ?

Jika waktu, dana dan tenaga saja tak dapat kita ikhlaskan

Maka tentulah nyawa tak akan rela dipertaruhkan

Jika dalam kebenaran kita tak dapat ambil bagian

Lalu apa yang akan kita persembahkan di hari kemudian

 

Apakah setumpuk kesibukan duniawi

Atau hanya urusan pribadi ?

 

Tidak, tidak, tidak…

Semua itu tidaklah benar

Hati ini masihlah tegar

Utuk menghadapi hambatan dan rintangan

Walau hambatan itu bagaikan ombak di lautan

Namun hati ini akan bagaikan batu karang di lautan yang tak terkalahkan

Meski rintangan bagaikan kerasnya batu di pegunungan

Namun hati ini siap bersifat seperti air yang akan setia menetesi sampai ia tertaklukkan

 

Yah, itulah yang harus dilakukan

Jika tidak, kafir penjajah akan menghinakan

Dan Ridha Allah akan terjauhkan

Tak ada pilihan dalam kewajibanJalankan atau kita akan terpinggirkan

Amanah dakwah memang benar tidak mudah

Karena pengembannya adalah yang terpilih

 

Saudariku…

Andaikan dakwah ini ringan

Tentu banyak yang berdatangan

Jikalau saja dakwah ini menjanjikan kejayaan

Tentu semua akan datang tanpa himbauan

Dan andaikan dakwah ini menawarkan kekayaan

Pastilah semua berlomba tanpa paksaan

 

Dakwah ini berat

Tak menjanjikan kejayaan apalagi kekayaan

Justru ia meminta pengorbanan

Waktu, dana, tenaga bahkan nyawa sekalipun !

 

Beruntunglah bagi kita yang terpilih

Dan semoga kita mampu istiqomah

Untuk bersama menapaki jalan dakwah

Hanya mereka yang hebat yang diberi amanah berat

Dan dakwah ini adalah aktivitas mulia pada Rasul dan Nabi Allah

Yang dijanjikan syurga yang di bwahnya mengalir sungai-sungai

 

Semoga syurga yang Allah janjikan cukup untuk menjadi sebuah Motivasi

Lalu bersungguh dan benar-benar teropsesi

Lanjutkan dakwah ini tanpa Intimidasi

Berlomba untuk terus mnginspirasi

 

Fastabikhul Khairat

Takbir !!!!

  • view 169