Metode Islam dalam Menemukan Peracun Kopi Mirna

Suci Yundari
Karya Suci Yundari Kategori Politik
dipublikasikan 01 Februari 2016
Metode Islam dalam Menemukan Peracun Kopi Mirna

Metode Islam dalam Menemukan Peracun Kopi Mirna

Sejak dua hari yang lalu, Jessica Kumala Wongso sebagai tersangka atas kematian Wayan Mirna Salihin. Penetapan Jessica sebagai tersangka menjadi jawaban dari pertanyaan public tentang pelaku pembunuhan mirna. Akan tetapi sampai detik ini, belum ada pengakuan resmi dari Jessica tentang dirinya sebagai pelaku serta alasan dirinya melakukan tindakan pembunuhan tersebut. Walaupun polisi mengaku sudah mempunyai alat bukti yang kuat untuk menjadikan Jessica sebagai tersangka pembunuhan.

Dalam pandangan islam, pengakuan dari yang tertuduh hal yang sangat penting untuk pembuktian. Karena merupakan salah satu metode pembuktian selain kesaksian, sumpah dan dokumen tertulis. Selama tidak ada pengakuan Jessica, dan tidak ada kesaksian yang memadai serta sumpah dan dokumen tertulis maka tidak boleh mendakwa atau menuduh seseorang sebagai peracun kopi. Hal ini berdasarkan Dalil Al qur?an dan As sunnah bukan hanya sekedar akal semata.

Untuk mendapat pengakuan dari tertuduh dapat menggunakan cross examination (uji silang), yaitu mengajukan bermacam-macam pertanyaan kepada tertuduh, oleh beberapa pemeriksa sekaligus jika diperlukan, sehingga tertuduh akan mengaku secara sukarela, karena tak bisa mengelak lagi mengingat setiap jawaban akan selalu diuji silang dengan jawaban lain sehingga kalau berbohong akan jelas sekali kontradiksi dan inkonsistensinya.

Adapun pendekatan pendekatan saintifik (seperti hasil laboratorium forensik) boleh dimanfaatkan sebagai upaya memperoleh pengakuan dari para tertuduh. Cara tersebut diperbolehkan selama memperoleh pengakuan tidak ada pemaksaan fisik maupun non fisik.

Inilah pandangan hukum islam dalam menemukan peracun kopi mirna yang tidak mengandalkan metode saintifik untuk menuduh seseorang. Jika hanya mengunakan metode saintifik masih mungkin terjadi kekeliruan dan ketidakpastian akan menyebabkan kezaliman kepada si tertuduh.

?

  • view 201