Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Politik 4 Agustus 2018   12:54 WIB
Pilkada Sampang: Mencuatnya Isu Keamanan dan Intimidasi

Sampai saat ini, isu Pilkada Sampang 2018 masih hangat. Pasca penetapan perolehan suara, hingga berlanjut pada sengketa perolehan suara di MK, Pilkada Sampang masih menyisakan banyak cerita. Sebagian besarnya adalah cerita tentang ancaman, ketakutan, kecurangan, dan kongkalikong. Paslon yang saat ini mengajukan gugatan di MK tetap pada keyakinan awal, bahwa ini bukan soal tidak menerima atas kekalahan, tapi lebih pada memperjuangkan keadilan atas terjadinya berbagai kecurangan dan semakin tampaknya pembiaran. Terlebih, undang-undang memberikan ruang untuk melakukan sengketa perolehan melalui jalur hukum di Mahkamam konstitusi (MK).

Masalah naif yang kemudian muncul di lapangan adalah adanya blow up isu dari pihak tertentu, bahwa kalau sampai pihak penggugat menang di MK dan mungkin saja akan menang suara nantinya, maka situasi keamananlah yang akan menjadi taruhan. Sederhanya, kalau Paslon yang sementara unggul suaranya dikalahkan, maka Sampang tidak akan aman. Para bajingan sudah siap untuk mengondisikan. Bahkan, tidak hanya itu, ancaman dan intimidasi sudah benar-benar diterima oleh pihak-pihak tertentu yang berkaitan dengan proses Pilkada ini.

Disebut naif karena cara-cara seperti itu adalah cara pengecut yang (sejatinya) tidak yakin dengan kemenangan mereka. Semacam ada ketakutan terhadap “hal” tertentu, yang ketika itu ditemukan dan dibuka, akan membuyarkan euforia kemenangan yang sudah dipersiapkan dengan matang. Ada apa? Kalau memang mereka itu mau main cantik, kenapa harus ada ancaman? Kenapa harus selalu cara-cara intimidatif yang dilakukan? Tidak nyoblos sesuai permintaan, diancam. Melaporkan kecurangan, diancam. Tidak patuh terhadap perintah, diancam. Bahkan ikut-ikutan menjadi saksi yang memberatkan, diancam.

Lalu sampai kapan rakyat Sampang bebas dari ancaman jika yang menang adalah pihak yang suka main ancam dan hobi melakukan intimidasi seperti itu?

Kenapa harus ada “ketakutan” ketika suara perolehan sementara diunggulkan? Kenapa orang-orang itu masih suka mengancam, dan bahkan, kalau sampai mereka ternyata kalah, maka Sampang tidak akan aman. Hebat betul mereka itu.

Lalu takutkah rakyat Sampang?

Tidak!

Rakyat Sampang tidak pernah takut, sebab ada hukum yang melindungi mereka. Ada polisi dan TNI yang akan menjaga keamanan dan ketentraman mereka. Seribu kali orang mengancam, dua ribu kali rakyat akan melawan melalui jalur dan proses hukum yang benar. Kalau ternyata pihak yang menggugat itu menang di MK, tidak perlu khawatir dengan ancaman sebab polisi dan tentara akan berada satu barisan untuk melawan para pengancam itu, untuk menjaga keamanan rakyat Sampang, dan untuk mengalahkan hegemoni penguasa kecil yang selama ini sok-sokan.

Isu itu digulirkan dengan harapan akan menjadi pertimbangan bagi negara atas kasus Pilkada Sampang 2018 yang saat ini sedang berlangsung di MK. Sesuatu yang sebebarnya tidak nyambung, sebab MK memutuskan berdasarkan fakta dan data yang ada, bukan cerita karangan yang “dipaksakan” untuk dipercaya. Tidak hanya MK, polisi dan tentara pun akan demikian, bahwa keputusan MK nantinya bersifat final. “Siapapun kamu yang mengancam dan membuat onar, urusannya dengan kami!”, begitu kira-kira bahasa Kepolisian dan TNI. Kita harus percaya itu sepenuhnya, bahwa isu ketidak-amanan yang dihembuskan tidak akan berpengaruh apa-apa terhadap putusan.

Sebab jika itu (isu ketidak-amanan) dijadikan pertimbangan, maka sejatinya negara telah “menistakan” kemampuan alat negaranya sendiri, yaitu Kepolisian dan TNI. Tidak bisa hanya karena alasan keamanan, ketidak-adilan dan kecurangan dalam pelaksanaan Pilkada dibiarkan. Apalagi rakyat percaya, bahwa kedua institusi tersebut pasti mampu melakukan tugasnya dengan baik.

Jadi, mari kita jaga Sampang ini dengan tidak menciptakan ancaman dan intimidasi murahan. Rakyat Sampang tidak pernah takut dengan ancaman. Kita tidak perlu menjadi pengecut dengan menyebarkan isu murahan. Mari kita ikuti proses Pilkada Sampang 2018 ini sampai selesai, tahapan demi tahapan. Tak perlu merecoki dengan hal-hal dan strategi murahan. Biarkan perkara berjalan, biarkan rakyat Sampang tetap aman.

Sebab, apapun nanti hasilnya, semua pihak harus lapang dada. Menyelesaikan segala pertentangan dengan tangan terbuka.

Karya : Suara Demokrasi