Artikel Konseptual

steven  tameon
Karya steven  tameon Kategori Motivasi
dipublikasikan 19 Januari 2018
Artikel Konseptual


PERAN MAHASISWA DALAM GERAKAN ANTI KORUPSI DENGAN
TATANAN PENDIDIKAN ANTI KORUPSI

Oleh

Steven Tameon

Fakultas Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas Muhamadiayah Kupang


Abstrak
Korupsi adalah salah satu masalah dan tantangan besar yang
dihadapi oleh masyarakat nasional maupun internasional. Korupsi
sesungguhnya sudah lama ada sejak manusia pertama kali mengenal tata kelola
administrasi. Korupsi sering dikaitkan dengan politik, juga terkait dengan
perekonomian, kebijakan publik, kebijakan internasional, kesejahteraan
sosial, dan pembangunan nasional. Korupsi tidak hanya berdampak
terhadap satu aspek kehidupan saja. Korupsi menimbulkan efek domino yang
meluas terhadap eksistensi bangsa dan negara. Salah satu upaya jangka
panjang yang terbaik untuk mengatasi korupsi adalah dengan memberikan
pendidikan anti korupsi dini kepada kalangan generasi muda sekarang. Karena
generasi muda terutama mahasiswa adalah generasi penerus yang akan
menggantikan posisi para penjabat sebelumnya.
Kata Kunci: Peran Mahasiswa, Gerakan Anti-Korupsi.

 

 

 


Pendahuluan
Korupsi adalah salah satu masalah dan tantangan besar yang dihadapi
oleh masyarakat nasional maupun internasional. Korupsi sering dikaitkan
dengan politik, juga terkait dengan perekonomian, kebijakan publik,
kebijakan internasional, kesejahteraan sosial, dan pembangunan nasional.
Korupsi di tanah air kita ibarat "warisan haram" tanpa surat wasiat.
Faktor internal penyebab korupsi dari diri pribadi sedang faktor
eksternal adalah faktor penyebab terjadinya korupsi karena alasan dari
luar. Faktor internal terdiri aspek moral, aspek sikap atau perilaku dan
aspek sosial. Faktor eksternal dilacak dari aspek ekonomi, aspek politis,
aspek manajemen dan organisasi, aspek hukum dan lemahnya penegakkan hukum,
serta aspek sosial yaitu lingkungan atau masyarakat kurang mendukung
perilaku anti korupsi.
Korupsi tidak hanya berdampak terhadap satu aspek kehidupan saja.
Korupsi menimbulkan efek domino yang meluas terhadap eksistensi bangsa dan
negara. Korupsi memiliki berbagai efek penghancuran yang hebat, khususnya
dalam sisi ekonomi sebagai pendorong utama kesejahteraan masyarakat. Pada
kondisi ini, inefisiensi terjadi, yaitu ketika pemerintah mengeluarkan
lebih banyak kebijakan namum disertai dengan maraknya praktek korupsi,
bukannya memberikan nilai positif yang semakin tertata, namun memberikan
efek negatif bagi perekonomian secara umum.
Salah satu upaya jangka panjang yang terbaik mengatasi korupsi adalah
dengan memberikan pendidikan anti korupsi dini kepada kalangan generasi
muda sekarang khususnya mahasiswa di Perguruan Tinggi. Karena mahasiswa
adalah generasi penerus yang akan menggantikan posisi para penjabat
sebelumnya. Juga karena generasi muda sangat mudah terpengaruh dengan
lingkungan di sekitarnya. Jadi, kita lebih mudah mendidik dan memengaruhi
generasi muda agar tidak melakukan tindak pidana korupsi sebelum mereka
lebih dulu dipengaruhi oleh "budaya" korupsi dari generasi pendahulunya.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis merumuskan masalah sebagai
berikut: (a). Bagaimana memberikan pemahaman pada mahasiswa dalam pencegahan korupsi? (b). Bagimanakah peran pendidikan anti korupsi dini dikalangan mahasiswa dalam mencegah terjadinya tindak korupsi di kampus? (c). Apakah hambatan yang dihadapi dalam penerapan Pendidikan Anti Korupsi?

Pembahasan
A. Peran Mahasiswa dalam Mencegah Tindak Korupsi
Pemuda khususnya mahasiswa adalah aset paling menentukan kondisi zaman
tersebut dimasa depan. Mahasiswa salah satu bagian dari gerakan pemuda.
Belajar dari masa lalu, sejarah telah membuktikan bahwa perjalanan bangsa
ini tidak lepas dari peran kaum muda yang menjadi bagian kekuatan
perubahan. Tokoh-tokoh Sumpah Pemuda 1928 telah memberikan semangat
nasionalisme bahasa, bangsa dan tanah air yang satu yaitu Indonesia.
Peristiwa Sumpah Pemuda memberikan inspirasi tanpa batas terhadap
gerakan-gerakan perjuangan kemerdekaan di Indonesia. Peran tokoh-tokoh
pemuda lainnya adalag Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945, lahirnya Orde Baru
tahun 1966, dan Reformasi tahun 1998. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam
peristiwa-peristiwa besar tersebut mahasiswa tampil di depan sebagai motor
penggerak dengan berbagai gagasan, semangat dan idealisme yang mereka
miliki dan jalankan.
Untuk konteks sekarang dan mungkin masa-masa yang akan datang yang
menjadi musuh bersama masyarakat adalah praktek bernama Korupsi. Peran
penting mahasiswa tersebut tidak dapat dilepaskan dari karakteristik yang
mereka miliki, yaitu: intelektualitas, jiwa muda dan idealisme. Dengan
kemampuan intelektual yang tinggi, jiwa muda yang penuh semangat, dan
idealisme yang murni terlah terbukti bahwa mahasiswa selalu mengambil peran
penting dalam sejarah perjalanan bangsa ini. Dalam beberapa peristiwa besar
perjalanan bangsa ini telah terbukti mahasiswa berperan penting sebagai
agen perubahan.
Mahasiswa didukung oleh kompetensi dasar yang mereka miliki, yaitu:
intelegensia, ide-ide kreatif, kemampuan berpikir kritis, dan keberanian
untuk menyatakan kebenaran. Dengan kompetensi yang mereka miliki tersebut
mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan, mereka mampu menyuarakan
kepentingan`rakyat, mampu mengkritisi kebijakan-kebijakan yang koruptif,
dan mampu menjadi watch dog lembaga-lembaga negara dan penegak hukum.

B. Keterlibatan Mahasiswa
1. Di Lingkungan Keluarga
Internalisasi karakter anti korupsi di dalam diri mahasiswa dapat dimulai
dari lingkungan keluarga. Pelajaran yang dapat diambil dari lingkungan
keluarga ini adalah tingkat ketaatan seseorang terhadap aturan / tata
tertib yang berlaku. Substansi dari dilanggarnya aturan / tata tertib
adalah dirugikannya orang lain karena haknya terampas.
Tahapan proses internalisasi karakter anti korupsi di dalam diri mahasiswa
yang diawali dari lingkungan keluarga yang sangat sulit dilakukan. Justru
karena anggota keluarga adalah orang-orang terdekat, yang setiap saat
bertemu dan berkumpul, maka pengamatan terhadap adanya perilaku korupsi
yang dilakukan di dalam keluarga sering kali menjadi biasa.

2. Di Lingkungan Kampus
Keterlibatan mahasiswa dalam gerakan anti korupsi di lingkungan kampus
dapat dibagi ke dalam dua wilayah, yaitu: untuk individu mahasiswanya
sendiri, dan untuk komunitas mahasiswa. Untuk konteks individu, seseorang
mahasiswa diharapkan dapat mencegah agar dirinya sendiri tidak akan
berperilaku koruptif dan tidak korupsi. Sedangkan untuk konteks komunitas
seorang mahasiswa diharapkan dapat mencegah rekan-rekannya sesama mahasiswa
dan organisasi kemahasiswaan kampus untuk tidak berperilaku koruptif dan
tidak korupsi.
3. Di Masyarakat Sekitar
Hal yang sama dapat dilakukan mahasiswa atau kelompok mahasiswa untuk mengamati lingkungan di lingkungan masyarakat sekitar.

4. Di Tingkat Lokal dan Nasional
Mahasiswa dengan kompetensi yang dimilikinya dapat menjadi pemimpin (
leader ) dalam gerakan massa anti korupsi baik yang bersifat lokal maupun
nasional. Kegiatan-kegiatan anti korupsi yang direncanakan dan dilaksanakan
secara bersama dan berkesinambungan oleh mahasiswa dari berbagai perguruan
tinggi akan mampu mengembangkan kesadaran masyarakat akan buruknya korupsi
yang terjadi di suatu Negara.

C. Peran Pendidikan Anti Korupsi Dini di Kalangan Mahasiswa dalam Mencegah
Terjadinya Tindak Korupsi
Pendidikan budi pekerti adalah salah satu pendidikan penting untuk
bekal hidup setiap orang. Dalam mempelajari nilai-nilai ini akan ditemukan
manfaat jika kita mematuhi pagar aturan tersebut dan apa akibatnya jika
kita melanggarnya. Sebetulnya inti dari pendidikan anti korupsi adalah
bagaimana penanaman kembali nilai-nilai universal yang baik yang harus
dimiliki oleh setiap orang agar dapat diterima dan bermanfaat bagi dirinya
sendiri serta lingkungannya. Di antara sifat-sifat itu ada jujur,
bertanggung jawab, berani, sopan, mandiri, empati, kerja keras, dan masih
banyak lagi.
Pendidikan adalah salah satu penuntun generasi muda untuk ke jalan
yang benar. Jadi, sistem pendidikan sangat memengaruhi perilaku generasi
muda ke depannya. Termasuk juga pendidikan anti korupsi dini. Pendidikan,
sebagai awal printer pemikir besar, termasuk koruptor sebenarnya merupakan
aspek awal yang dapat merubah seseorang menjadi koruptor atau tidak.
Pedidikan merupakan salah satu tonggak kehidupan masyarakat demokratis yang
madani, sudah sepantasnya memiliki andil dalam hal pencegahan korupsi.
Salah satu yang bisa menjadi gagasan baik dalam kasus korupsi ini adalah
penerapan anti korupsi dalam pendidikan karakter bangsa di Indonesia,
khususnya ditujukan bagi mahasiswa. Karena pada dasarnya mereka adalah agen
perubahan bangsa dalam perjalanan sejarah bangsa.
Pendidikan anti korupsi sesungguhnya sangat penting guna mencegah
tindak pidana korupsi. Jika KPK dan beberapa instansi anti korupsi lainnya
menangkapi para koruptor, maka pendidikan anti korupsi juga penting guna
mencegah adanya koruptor. Seperti pentingnya pelajaran akhlak dan moral.
Pelajaran akhlak penting guna mencegah terjadinya kriminalitas. Begitu
halnya pendidikan anti korupsi memiliki nilai penting guna mencegah aksi
korupsi.
Satu hal yang pasti, korupsi bukanlah selalu terkait dengan korupsi
uang. Seperti yang dilansir dari program KPK yang akan datang bahwa
pendidikan dan pembudayaan antikorupsi akan masuk ke kurikulum pendidikan
dasar sampai pendidikan tinggi mulai tahun 2012. Pemerintah akan memulai
proyek percontohan pendidikan antikorupsi di pendidikan tinggi. Jika hal
tersebut dapat terealisasi dengan lancar maka masyarakat Indonesia bisa
optimis di masa depan kasus korupsi bisa diminimalisir.

D. Hambatan dalam Penerapan Pendidikan Anti Korups di Lingkungan Kampus
1. Minimnya role-models atau pemimpin yang dapat dijadikan panutan dan kurangnya political will dari pemerintah untuk mengurangi korupsi
2. Penegakan hukum yang tidak konsisten dan cenderung setengah-setengah.
3. Karena beberapa perilaku sosial yang terlalu toleran terhadap korupsi.
4. Struktur birokrasi yang berorientasi ke atas, termasuk perbaikan birokrasi yang cenderung terjebak perbaikan renumerasi tanpa membenahi struktur dan kultur.
5. Peraturan perundang-undangan hanya sekedar menjadi huruf mati yang tidak pernah memiliki roh sama sekali.
6. Kurang optimalnya fungsi komponen-komponen pengawas atau pengontrol, sehingga tidak ada check and balance.
7. Banyaknya celah / lubang-lubang yang dapat dimasuki tindakan korupsi pada sistem politik dan sistem administrasi Indonesia.
8. Kesulitan dalam menempatkan atau merumuskan hal, sehingga dari contoh-contoh kasus yang terjadi para pelaku korupsi begitu gampang mengelak dari tuduhan yang diajukan oleh jaksa.
9. Taktik koruptor untuk mengelabui aparat pemeriksa dan masyarakat yang semakin canggih.
10. Kurang kokohnya landasan moral untuk mengendalikan diri dalam menjalankan amanah yang diemban.

Simpulan
Dari pembahasan di atas dapat sisimpulkan bahwa:
1. Pendidikan anti korupsi dini sebagai langkah awal terhadap penanganankasus korupsi yang dimulai dari diri sendiri dan diharapkan berimplikasi terhadap kehidupan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
2. Dalam jangka panjang, pendidikan anti korupsi dini diharapkan mampu mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN serta mampu melaksanakan Undang-Undang Dasar '45 demi terwujudnya good government.
3. Pendidikan anti korupsi dini diharapkan mampu memberikan pola piker baru terhadap generasi muda dalam mewujudkan negara yang bebas dari KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme).
4. Pedidikan merupakan salah satu tonggak kehidupan masyarakat demokratis
yang madani, sudah sepantasnya memiliki andil dalam hal pencegahan
korupsi. Salah satu yang bisa menjadi gagasan baik dalam kasus korupsi
ini adalah penerapan anti korupsi dalam pendidikan karakter bangsa di
Indonesia, khususnya ditujukan bagi mahasiswa. Karena pada dasarnya
mereka adalah agen perubahan bangsa dalam perjalanan sejarah bangsa.
5. Dengan kemampuan intelektual yang tinggi, jiwa muda yang penuh
semangat, dan idealisme yang murni terlah terbukti bahwa mahasiswa
selalu mengambil peran penting dalam sejarah perjalanan bangsa ini.
Dalam beberapa peristiwa besar perjalanan bangsa ini telah terbukti
mahasiswa berperan penting sebagai agen perubahan (agent of change).

Saran
1. Perlu peningkatan peran keluarga dalam penerapan pendidikan anti
korupsi dini sebagai figur dalam pembentukan karakter. Karena
pendidikan utama yang paling awal didapatkan generasi muda berasal
dari keluarga.
2. Pendidikan anti korupsi (PAK) seharusnya diterapkan di bangku
Perguruan Tinggi sebagai mata kuliah wajib maupun pilihan. Karena,
Mahasiswa sebagai salah satu bagian dari generasi penerus bangsa
memiliki kompetensi intelektual, ide-ide inovatif, kebijakan, dan pola
pikir yang lebih diplomatis menjadikan mereka agen
perubahan pembelajaran kehidupan nasional.
3. Salah satu cara memberantas korupsi adalah dengan membentuk lembaga
yang independen yang khusus menangani korupsi.
4. Adanya kerjasama masyarakat, pemerintah serta instansi terkait secara
sinergis untuk dapat mengimplementasikan dan
menerapkan pendidikan anti korupsi dini di segala aspek kehidupan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2013. Korupsi . Diperoleh dari
http://id.wikipedia.org/wiki/Korupsi .

Ansari, Yamamah. 2009. Perilaku Konsumtif Penyebab Korupsi . Diunduh dari
http://dellimanusantara.com/index/php .

Aulia, Aylea. 2013. Peran Pendidikan Karakter Bangsa Sebagai Pencegahan
Korupsi Seja Dini . Diambil dari http: // aylea-aulia-
peace.blogspot.com/2012/08/peran-pendidikan-karakter-bangsa.html

Khoiri, Mishad. 2013. Pendidikan Anti Korupsi . Diambil dari
http://kualitaindonesia.blogspot.com/2012/03/pendidikan-anti korupsi.html
http://rizalrazib.blogspot.com/2011/11/peran-pemuda-dalam
pemberantasan.html
http://kompasiana.com/post/hukum/2011/01/29/peran-serta pemuda-sebagai-agen-
pemberantasan-korupsi /

 

 

 

 

  • view 52