Mengunggah Kenangan Lama Di Jelang Senjaku

Stephanie Lucia
Karya Stephanie Lucia Kategori Renungan
dipublikasikan 12 Mei 2017
Mengunggah Kenangan Lama Di Jelang Senjaku

#Kebijaksanaan Diri

Aku yang  mendengar, aku yang merasakan, aku yang mengalami, dan yang aku menikmati. Siapapun tidak akan pernah bisa mengertikan banyak tentang aku. Aku hanyalah seorang wanita yg ingin bahagia dengan apa adanya yg aku miliki. Aku tiada hendak memaksakan kehendakku kepada siapapun. Tetapi banyak yg memaksakan kehendaknya kepadaku. Dan aku berusaha, sudah pernah berusaha, sudah pernah mencoba menjadi seperti apa yang mereka mau. Dan hasilnya aku menderita lahir dan batin. Hasilnya, aku gagal di dalam setiap perjalanan yg akan aku lalui, apapun proses nya, berapapun waktu yg aku miliki, aku selalu gagal, tak pernah bisa menyelesaikan perjalanananku itu.

Seiring berjalannya waktu, aku tekadkan diriku untuk menjadi Aku apa adanya Aku. Aku yg hina dina ini, Aku yg terbuang,, Aku yg selalu menajdi pembangkang sejak kecil, Aku yg pernah terlempar di jalanan bagaikan sampah, mencoba utk menjadi lebih baik dgn menjadi Aku apa adanya Aku. Dan inilah aku sekarang yg seakan terlihat seakan keras sekeras baja, yg seakan tegar setegar batu karang, yg seakan lepas tanpa beban. Aku menjalani sebagian besar proses perjalanan hidupku tanpa airmata, yg pernah meneteskan airmata di setiap malam  jelang pagi hanya karena kehidupan yg keras seakan tak tersentuh olehku. Mencoba merubah semuanya menjadi sebuah keyakinan dan tekad yg bulat untuk menjadikan diriku kuat sekuat-kuatnya sampai titik akhir hidupku, apapun yg akan terjadi. Aku takkan mau gagal dan menyerah lagi, karena aku tau betapa semuanya ada ujian yg hrs akulalui dgn tekad sekeras baja.

Proses dan waktu inilah yg semakin lama semakin membuatku paham akan apa yg dinamakan KEBIJAKSANAAN DIRI pribadi, aku yg mencoba menjadikan diriku bagaikan LILIN yg siap terbakar habis demi mereka, mereka yg kekurangan perhatian dan kasih dari orang-orang terdekat mereka. Aku akan menjadikan aku sebagaimana harusnya Aku yg dijadikan di dunia ini bukan tanpa maksud oleh Tuhanku. Tuhan selalu punya maksud dan rencana di setiap nafas kehidupan yg diberikan kepada semuanya insanNYA di dunia ini. Itu kalo pun di sadari.

Inilah renungan yg selalu aku sukai di setiap aku diam dalam kesendirian dan kesunyian harianku.

Aku menyukai semua kenangan dan belajar dari semua kenangan itu untuk menjadikan aku manusia yg bisa mengertikan banyak hal positif dari mana awal aku menjadi seperti aku di hari ini.

 

Mencong-Ciledug, Jumat, 12 Mei 2017

17.08 WIB

Stephanie Lucia

  • view 54