Berkat

Sara Kitchen Sunday
Karya Sara Kitchen Sunday Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 23 April 2016
Berkat

Sedikit kisah,

Semalam, 23.35 WIB baru tiba di rumah setelah nonton acara seni di Candi Badut (lihat posting foto, sebelum posting ini). Kulihat ada tas di meja makan. Sungguh menarik karena warnanya hijau, warna favoritku. Kalau melihat tas semacam itu, pasti dipikiranku adalah berkat atau berkatan.

Berkat atau berkatan adalah nasi kotak dan kue yang biasanya didapat pada acara pengajian, acara syukuran, atau acara lain sejenis.

Wah, pikirku ini pas sekali ya? Pas lapar, pas ada makanan. Hehe

Sebelum kubuka, mohon ijin ke nenek yang akrab kupanggil ibu, "Bu, ini berkat siapa? Dapat berkat dari acara siapa, boleh kubuka?"

Agaknya ibu mulai mengantuk setelah menonton TV, jadi mungkin juga tidak begitu jelas karena tidak tahu ada berkatan, "Berkat? Berkatane bapakmu paling? Bukaen wis." Dalam Bahasa Indonesianya begini,

"Hah? Mungkin berkatannya bapakmu? Buka sajalah." Di sini, kakekku pun akrab kupanggil bapak.

Setelah dibuka, isinya? Tara....!

Bukan berkat saudara-saudara! Ya Tuhan, isinya buku pengajian bapak-bapak. (Sambil cengar-cengir sendiri)

"Bu, isinya ternyata buku bukan berkat hahahaha."

Ibu sudah terlelap.

...(tidur juga)

 

Pagi ini kubahas lagi,

"Bu, ternyata isinya bukan berkatan tapi buku pengajian bapak-bapak ranting rukun warga."

Ibu, "Oalah nduk, buku iku yo berkat loh? Maeman rohani. Hahahahaha"

Dalam Bahasa Indonesia, "Oalah nak, buku itu juga berkat loh? Makanan rohani. Hahahahaha"

....(cuma bisa senyum)

"Lah Bu, biasanya kalau pakai tas gitu isinya berkat makanan. Jadi kukira isinya makanan."

Dan ternyata itu buku punya omku yang minggu ini mendapat giliran menjadi tuan rumah pengajian.


 

Sekian kisahnya :D

April mob sudah lewat, gak kena jebakan.

Tapi langsung double kenaknya, "Happy April Mob and Happy World Book!"