Tarian-Lego-lego

Sri Sidik
Karya Sri Sidik Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 05 Februari 2018
Tarian-Lego-lego

Desa Lewalu terletak di Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor. Di tempat itu masyarakatnya masih mempercayai dan memegang erat adat istiadat. Salah satu acara yang sering dilakukan adalah “acara makan baru”. Di suatu pagi yang tenang, terlihat sepasang suami istri sedang membersihkan rumah).
Ama :Ina, kalau sudah selesai membersihkan rumah, segeralah bersiap karna kita akan kedatangan tamu. (kata Ama sambil meneguk secangkir kopi hangat)
Ina : Tahun ini acaranya pasti ramai lagi, desa mana sajakah yang akan datang ama? (Sang istri mengangguk pelan)
Ama :Tentu akan sangat ramai, karna panen jagung tahun ini sangat banyak, Ama rasa kali ini yang hadir dari Desa Lewalu, Ampere, Albes, Sebanjar dan bahkan orang dari Kalabahi pun akan datang (jawab sang suami)
Ama dan Ina meninggalkan panggung !
Di sudut panggung terlihat seorang ibu yang sedang sibuk menyiapkan bawaan yang akan dibawa ke rumah adat untuk mengikuti acara makan baru. Terlihat juga seorang anak yang sedang berusaha merayu sang mama agar diijinkan untuk pergi bersama dengan seorang temannya yang sedang berlibur ke kampung halamannya.
Santi :Mama? (suara Santi memanggil sang Mama)
Mama :Iya Santi, Mama di dapur, ada apa ? (jawab sang mama dari dapur)
Santi :Saya ingin ikut ke acara makan baru kali ini mama.
Mama :Dengan siapa saja ke sana, San? (tambah mama)
Santi :Sama Ani, Siti, dan teman-teman yang lain.
Mama : (Mengangguk pelan)
Layar tertutup, dua menit berlalu layar terbuka kembali. Terlihat orang-orang yang sedang berjalan menuju ke tempat acara makan baru termasuk Santi dan beberapa teman lainnya. Setalah sampai tempat tujuan, acara sudah dimulai dan acara yang ditunggu pun tiba.
Di tengah panggung terlihat Ani dan Santi yang sedang bercerita.
Ani :Santi, apa itu tarian lego-lego? (tanya Ani sambil melihat lingkaran yang di buat oleh warga)
Santi :Tarian ini merupakan tarian khas masyarakat Alor. Tarian ini ditarikan secara secara berjamaah atau beramai-ramai. Tarian Lego-lego merupakan salah satu tarian tradisional yang diwariskan secara turun temurun oleh masyarakat Alor dan masih dilestarikan hingga sekarang. (jawab Santi pelan).
Ani :Apa semua kegiatan selalu diakhiri dengan menarikan tarian ini San?
Santi :Tarian ini awalnya merupakan tarian yang sering diadakan saat upacara atau setelah melakukan kegiatan bersama sebagai ungkapan rasa syukur dan kegembiraan mereka. Ungkapan rasa syukur itu mereka lakukan dengan mengelilingi mesbah sambil bergandengan dan menyanyikan lagu-lagu pujian.
Ani :Tunggu San, Mesbah ? Apa itu San ? (Tanya Ani penasaran)
Santi :Mesbah itu suatu benda yang disakralkan oleh masyarakat Alor.
Ani :Oh begitu. (Ani mengangguk pelan).
Ani :Alat musik apa saja yang biasa di gunakan San? (tanya Ani lagi)
Santi :Tarian ini diiringi dengan alat musik tambur, moko dan gong serta diiringi dengan lagu-lagu pengiring sesuai dengan jenis kegiatan yang dirayakan. Lagu pengiring ini biasanya didahului oleh seorang pengiring yang disebut pemantun dan disambut oleh pemain.
Ani :Selain pengungkapan rasa syukur, kira-kira tarian ini menggambarkan tentang apalagi? (rasa ingin tahu membuatnya terus bertanya).
Santi :Jadi Ani selain itu, dalam tarian ini menggambarkan semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat Alor yang terjalin erat melalui sebuah gerak tarian. Hal ini terlihat dari para penari yang saling bergandengan dan berkumpul menjadi satu untuk merayakannya bersama tanpa membedakan status sosial, jenis kelamin dan lain sebagainya. (jawab Santi dengan bangga).

Di sudut kanan panggung terlihat ramai masyarakat berkumpul untuk menarikan tarian Lego-lego. Atribut yang digunakan para penari menggunakan kain Kafate atau kain sarung. Santi pun tak mau ketinggalan dan turut serta masuk ke dalam lingkaran Lego-lego yang sudah menyerupai lingkaran obat nyamuk. Lagu pengiring yang dinyanyikan pun begitu semangat sehingga membuat para penari tidak ingin meninggalkan arena tarian. Sepuluh menit kemudian, Terlihat Santi pun keluar dari arena tarian dari sudut kanan panggung dan berjalan menuju tempat Ani dan Siti duduk.
Santi :Siti, kamu tahu tidak arti dari nyayian itu? (Tanya Santi penasaran)
Siti :Keseluruhan arti dari nyanyian itu saya kurang tahu Santi, tapi inti dari lagu itu pada bait “Ohee lele kuli mati mati haki tifang lefo o hee Haki tifang lefo ee tifang lefo ee berarti walau kita pergi sejauh mungkin tapi jangan pernah melupakan alor tercinta ini.
Santi :Oh begitu, harusnya acara dan tarian seperti ini harus tetap dilakukan sampai anak cucu kita nanti.
Ditengah panggung terlihat warga mulai meninggalkan tempat acara.
Santi dan Siti meninggalkan panggung.

 

 

  • view 84