Pria Berjaket Oranye

Sri Eko Maryati
Karya Sri Eko Maryati Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 31 Maret 2016
Pria Berjaket Oranye

?Gila kamu, Ta!? Risa tidak bisa lagi menyembunyikan kekesalannya, ?Ini kan mimpi kamu banget. Kesempatan ininggak akan datang dua kali. Kapan lagi coba ada cowok asli Korea, muslim, dan ngajak kamu nikah?? lanjutnya sambil berbisik, masih dengan nada sedikit kesal. Jam kerja memang sudah usai, tapi masih ada beberapa orang yang belum pulang.

Yang disebut gila seolah tidak peduli. Tita yang sedang bersiap untuk pulang, hanya tersenyum melihat rekan kerjanya bereaksi seperti itu. Dia sendiri tidak tahu dari mana Risa dengar berita itu. Kalau Tita akan dikenalkan pada seorang muslim Korea yang sedang mencari istri orang Indonesia asli.

?Kamu kan tahu kalo aku udah nggak tertarik lagi sama Korean things.? Tita mencoba mengingatkan.

Ya, dulu dia memang menggilai segala sesuatu yang berhubungan dengan negeri ginseng itu. Saking gilanya, Tita bermimpi suatu hari akan menikah dengan seorang muslim Korea. Dan mimpinya benar-benar jadi nyata. Ah, tidak. Nyaris jadi nyata, jika saja dia mau menerima ide seorang konsultan asing yang ingin mengenalkannya pada si Muslim Korea tadi.

?Aku masih nggak percaya, Ta. Oke, kamu udah bukan Korean Freak lagi. Tapi ? ah, come on, Ta. Siapa tahu kalian memang berjodoh?? Risa masih berusaha meyakinkan.

Lagi-lagi Tita hanya tersenyum menanggapinya. Risa, dan teman-teman lainnya memang belum tahu yang sebenarnya. Mereka belum tahu tentang rencana pernikahan Tita di akhir tahun nanti.

Jika saja Tita masih segila dulu, tanpa pikir panjang dia pasti sudah memerima tawaran itu. Tapi saat ini situasinya lain. Tak ada sedikit pun ketertarikan untuk menanggapi tawaran itu. Karena hatinya sudah terpatri pada dia.

Dia, pria berjaket oranye yang Tita kenal akhir Februari lalu. Pria yang menyatakan keseriusan niatnya awal Maret lalu. Dan pria yang sama pula, yang telah membuktikan keseriusannya dengan menemui keluarga lalu secara resmi meminangnya di Syawal lalu.

Kesederhanaan dan kesungguhan pria berjaket oranye itu telah meluluhkan hati Tita, yang selama ini seolah beku dan terkunci rapat.

?Ta, kamu masih dengerin aku, kan??

?Oh, ummm yeah, sure,? kilahnya.

Ah, tak sabar rasanya ingin segera memberi tahu Risa dan yang lainnya tentang kabar baik ini. Tapi yang keluar dari Tita hanya, ?Ada saatnya nanti kamu akan tahu alasan kenapa au menolak tawaran itu, Sa.?

Risa mengernyitkan dahi dan menatap Tita curiga. Firasatnya mengatakan, ada yang disembunyikan Tita darinya. Dan Tita semakin senang melihat reaksi temannya itu. Lagi, dia hanya tersenyum penuh arti lalu meninggalkan Risa di ruan kantor yang mulai ditinggal penghuninya pulang.

?I HATE THAT SMILE! YOU OWE ME A STORY TO TELL, TITA!? Teriakan Risa dari dalam kantor bergema hingga ke koridor. Tita hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil terus berjalan keluar gedung kantor.

?

My Room, 240815.

00:14 am

*Edited

  • view 98