Tidak Butuh Dimengerti

Dayu Soraya
Karya Dayu Soraya Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 27 April 2017
Tidak Butuh Dimengerti

Aku tidak mengerti, kenapa harus ada bersitan rasa kecewa yang begitu mendalam saat aku mengerti bahwa perasaanku dan perasaanmu telah berubah. Bagiku ia bermakna satu hal: tidak sejati. Kamu bukan cinta sejatiku. Aku bukan cinta sejatimu.

Aku tidak mengerti, tentang segala ungkapan yang aku buat kepadamu, tentang segala ungkapan yang pernah kamu buat kepadaku. Aku tidak mengerti, kenapa semua hal itu tidak berarti lagi, kini.

Aku tidak mengerti, kenapa harus ada semacam perasaan tidak rela untuk menyebutnya sebagai cinta saat kita berproses bersama. Bagiku itu bukan cinta, entah bagimu.

Aku tidak mengerti, kenapa seluruh hal tentangmu tidak berarti lagi, kini.

Aku tidak mengerti, kenapa segalanya berakhir tanpa rasa. Ah, tanpa rasa, hambar. Air putih saja, yang diklaim tawar, masih ada manis-manisnya. Bagiku, ini tidak menyenangkan, tapi aku juga tidak mengerti, bagaimanakah akhir yang menyenangkan itu?

Aku tidak mengerti, apa itu arti dari seluruh rasa sedihku. Apa yang kutangisi? Kehilangan cintamu kah? Atau justru harapan-harapan kecil yang bersemayam di otakku?

“Aku tidak mengerti”, kataku kepada seseorang. “Tak butuh dimengerti”, tanggapnya. Ya, barangkali, di dunia ini ada beberapa hal yang tak harus dimengerti, seperti rasa yang dulu pernah ada.

 

Malang, 27 April 2017

6:15

  • view 86