Makhluk-Makhluk Entah

Sonia Fitri
Karya Sonia Fitri Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 Juni 2016
Makhluk-Makhluk Entah

Sebelum bercerita, saya ingin menegaskan kalau euforia The Conjuring 2 menjangkiti banyak orang, tapi saya tak termasuk di dalamnya. Silakan saja semua orang penasaran menonton di bioskop, lalu pamer cerita tentang kengerian itu film, tapi saya sama sekali tak tertarik menontonnya. Bukan karena takut. Hanya sedikit gengsi untuk terkaget-kaget oleh jelmaan "makhluk-makhluk entah" yang rekayasa. Hahaha...

***
Kabarnya, dunia ini diciptakan dengan beragam dimensi. Meski berada di satu lokasi, sesungguhnya dunia penuh dengan beragam makhluk ciptaan-Nya. Di antaranya ada mereka yang tak kasat mata bagi kita, dan kita yang mungkin tak tampak juga bagi mereka. Manusia tinggal di sisi dimensi anu, sedang dimensi yang lain ditempati makhluk lainnya. Dalam dimensi yang berbeda, kita hidup berdampingan dan tidak saling menghiraukan. Mungkin semaca "lakum diinukum waliya diin".

Dimensi yang berbeda itu mungkin memiliki sekat yang tipis, makanya rentan persinggungan. Makanya ada sering kita dengar dari zaman dahulu kala, cerita tentang orang-orang yang kesurupan, pertapaan, tempat keramat, atau mereka yang bisa berkonspirasi dengan "makhluk-makhluk entah" untuk melakukan santet, pelet, pesugihan atau hal-hal mistis lainnya.

Manusia modern punya penjelasan akannya. Jenis makhluk yang tadinya disebut Jin atau Hantu oleh orang tradisional, disebut sebagai "energi" oleh mereka. Makanya kekuatannya bisa memengaruhi dimensi manusia. Namanya apalah saya tak paham. Manusia modern senang merasionalisasi banyak hal. Meski tanpa ditampakkan pun, "Makhluk-Makhluk Entah" itu selalu terasa ada. Sering kali membuat parno buat saya, tapi juga ampuh membuat pasrah berdoa minta perlindungan Tuhan.

Salah seorang teman, sebut saja namanya Dino, paham betul akan situasi ini. Ia memiliki kemampuan khusus yakni dapat melihat Makhluk-Makhluk Entah yang tak kasat mata itu. Dia, misalnya, bisa menunjukkan ada sosok perempuan jangkung berambut panjang di pojok tangga di kosan tempat saya tinggal, suara gaduh rumpi para jin di ruangan kantor redaksi di jam tertentu, jelmaan orang-orang seram melayang-layang yang lalu lalang tapi kakinya tak menapak bumi di stasiun, dan segala penampakan lainnya yang semuanya menyeramkan, kapan pun dan di mana pun.

Ketika bersama Dino, saya selalu kepo soal keberadaan mereka dan sedang apa. Seperti semalam dalam perjalanan pulang selepas kami liputan di Senayan. Dino cerita, ada Makhluk Entah yang menjelma sesosok laki-laki yang duduk di sebelah kami, atau di lokasi lain ada makhluk entah menjelma perempuan yang menatap kami karena saya terlampau banyak bertanya soal keberadaan mereka saat itu. Rasanya ngeri-ngeri sedap :-D --tanpa bermaksud merendahkan keberadaan mereka.

Sebab ketika Dino dapat menjangkau mereka, timbal baliknya, para Makhluk-Makhluk Entah pun menjadi peduli akan keberadaan Dino. Kepedulian itu ditunjukkan dengan menatap sepanjang jalan, menunjukkan sikap suka atau tidak suka ketika ia menjangkau wilayah-wilayah yang diklaim jadi kawasan mereka. Beberapa dari mereka bahkan dapat saling bertukar pesan, berkeluh kesah atau minta tolong pada Dino.

Saya tak ingin memperdebatkan benar atau tidaknya kemampuan itu, atau mencari tahu bagaimana bisa ia bersinggungan dengan makhluk di luar dimensinya. Tapi pasti hidupnya banyak kejutan setiap hari, setiap malam. Ia mengaku kerap ketakutan. Makhluk-Makhluk Entah yang tampak di matanya selalu menyeramkan, meski ia telah terbiasa. Dipastikan ia tak perlu lagi menonton film The Conjuring 2 atau sebangsanya.

Ketika di satu dimensi makhluk-makhluk berjejalan. Di antara para makhluk itu, ada saya, Anda dan semua orang. Di sana juga ada makhluk kecil dan besar, tinggal di sudut-sudut darat, laut dan udara. Ada yang tak kasat mata, tidak disadari, misalnya semut, mikroba. Mereka mungil, tapi bernyawa, bergerak, menjalani hidup. Ada juga yang sebesar raksasa, misalnya paus yang sumber makanannya juga dijamin tersedia.

Belum lagi urusan Makhluk-Makhluk Entah yang ada di dimensi lain, atau di manapun ia.Sebagian kita adalah Makhluk Entah untuk sebagian yang lain, begitu pun sebaliknya. Karena hanya serupa butiran debu, senangnya cari perhatian, takut diabaikan, banyak pinta. Padahal harusnya kita percaya, begitu banyak yang diurus-Nya, tapi kita sanggup dijangkau dan diurus dengan sebaik-baiknya. Sebaliknya, begitu terbatasnya kemampuan manusia. Pun pengetahuannya. Kita cuma jadi setitik debu di jagat raya, tapi berani sombong.

Itu Saya.

21062016

 

 

  • view 92