Profesor Deutsch: The Mobile Encyclopedia Oleh: Solihin Agyl

Solihin Agyl
Karya Solihin Agyl Kategori Inspiratif
dipublikasikan 18 Maret 2016
Profesor Deutsch: The Mobile Encyclopedia  Oleh: Solihin Agyl

Profesor Deutsch: The Mobile Encyclopedia

Oleh: Solihin Agyl

?My main interest is research and the history of knowledge? begitulah professor Deutsch sering berujar untuk menjawab pertanyaan seputar spesifikasi bidang keilmuan yang menjadi keahliannya. Guru besar yang digambarkan dengan apik oleh Ahmad Fuadi?novelis trilogi ?Negeri 5 Menara??adalah tokoh rekaan saja.

Meskipun sebenarnya Ahmad Fuadi memang menceritakan keadaan nyata tentang salah satu dosennya itu (profesor Deutsch adalah dosen favoritnya saat berkuliah di sebuah universitas di luar negeri) tapi karena untuk konsumsi dan format novel ia lebih sering memakai nama samaran untuk tokoh-tokoh yang dihidupkan dalam novel-novelnya, termasuk panggilan untuk professor Deutsch itu.

Keilmuan guru besar ini memang layak dikagumi bahkan lebih lanjut Ahmad Fuadi menyebutnya sebagai ensiklopedi berjalan (Mobile Encyclopedia) karena begitu luas dan mendalamnya pengetahuan yang dimiliki sang professor.

Selain keluasan ilmunya, profesor Deutsch ternyata juga memiliki karakter rendah hati dan terbuka. Pernah dalam sebuah adegan di novel, Alif?tokoh utama yang merepresentasikan Ahmad Fuadi pribadi?bertanya tentang sebuah materi tapi ternyata sang profesor belum mengetahui materi tersebut secara mendalam. Ia meminta maaf dan berjanji akan mencarikan jawabannya untuk Alif pada hari-hari berikutnya. Dan benar, seminggu kemudian saat Alif bertemu kembali dengan sang profesor, ia sudah mendapat jawaban yang luas, mendalam dan memuaskan.

Teladan Profesor Deutsch Bagi Guru dan Dosen di Indonesia.

Para guru dan dosen sering tampil di depan siswa / mahasiswa. Dan, adalah sebuah keniscayaan bahwa segala informasi yang keluar dari mulut mereka diharapkan, setidaknya dianggap, sebagai sebuah kebenaran. Ini adalah sebuah beban sekaligus tantangan besar bagi seorang guru / dosen karena dengan profesinya itu tersirat sebuah tanggung jawab yang tidak main-main bahwa mereka adalah penyampai kebenaran.

Maka, seperti yang dicontohkan professor Deutsch, kebiasaan-kebiasaan ?pembelajaran? (pendalaman materi) sangat perlu dilakukan oleh seorang guru / dosen agar penampilan profesional mereka terasa lebih bermartabat karena mampu menyajikan info yang kebenarannya bisa dipertanggung-jawabkan.

Pertama, Seorang guru / dosen harus rajin membaca untuk memperluas wawasannya. Sebagai seorang peneliti dan senang mendalami sejarah ilmu pengetahuan, profesor Deutsch pasti banyak melahap buku-buku untuk memperluas wawasannya dan juga untuk menopang secara kuat buku-buku yang ditulisnya dan menjadi karya fenomenalnya.

Untuk meniru kebiasaan membaca ini, para guru / dosen (kebiasaan membaca sebagian besar masyarakat Indonesia dilihat dari intensitas, kuantitas dan kualitasnya masih terlalu rendah di kawasan Asia) bisa memasang target sendiri. Misalnya, dalam jangka waktu 1 bulan bisa ditargetkan untuk membaca 3 buku. Dengan begitu, berarti ada 36 buku yang berhasil di?lahap? dalam setahun. Jika kegiatan ini bisa dilakukan setiap bulan maka sebuah kemajuan pesat, hebat dan membanggakan bukanlah isapan jempol semata. Bila semua guru dan dosen di Indonesia berhasil melakukan ini, bisa kita bayangkan seberapa besarnya pengaruh kemajuan pola berpikir dan pola belajar siswa / mahasiswa yang menjadi konsumen rutinnya di kelas / ruang kuliah.

Seperti yang secara tersirat ditegaskan oleh Richard Hatem?penulis film Undersiege 2: Dark Territory?bahwa membaca membuka ?Chance favors the prepared mind?; kesempatan selalu berpihak pada pikiran yang siap. Artinya, bila seseorang rajin melahap buku untuk kekayaan khasanah berpikirnya maka ia akan selalu siap dengan situasi apa pun apalagi bila situasi tersebut memiliki situasi dan kondisi yang kurang lebih sama dengan apa yang pernah ia baca.? Pembaca yang baik selalu memiliki pikiran yang siap untuk mengatasi masalah apa pun.

Kedua, seorang guru / dosen harus rajin menulis. Dengan menulis, bukan hanya kemampuan bahasa dan verbal mereka akan meningkat tetapi kemampuan berpikir sistematis mereka akan terus berkembang. Sayyidina Ali R.A?sahabat? yang juga sepupu dan menantu Rasulullah Muhammah saw?bahkan memberi nasehat bahwa cara untuk mengikat ilmu dalam pemahaman kita adalah dengan cara menuliskannya.

Memang tidak banyak guru dan dosen Indonesia suka menulis atau bahkan percaya diri untuk menulis tapi kegiatan menulis ini memang harus segera? dimulai untuk meningkatkan kualitas diri yang pada gilirannya akan berimbas pada peningkatan kualitas profesionalismenya dan peningkatan kualitas siswa / mahasiswanya.

Ketiga, guru / dosen harus rajin melakukan penelitian. Ini demi kedalaman materi yang akan mereka sampaikan di depan siswa / mahasiswanya. Guru / dosen yang rajin meneliti akan memberikan jalan keluar yang sangat variatif bagi permasalahan belajar siswa / mahasiswanya. Inilah yang disebut dengan penampilan profesional yang lebih bermartabat.

Lebih lagi, seorang peneliti dan penulis sejati pasti memiliki karakter yang jujur, terbuka, tidak mudah puas, tidak mudah percaya (dalam arti positif) tentang sebuah fenomena, termasuk juga lebih sering penasaran dan keingintahuan yang amat mendalam terhadap sebuah materi. Oleh karena itu, bila guru / dosen memiliki dan menumbuhkan karakter sebagai seorang peneliti dan penulis maka ia akan haus akan sebuah info yang mendalam. Hal itu demi kebenaran yang akan disampaikannya pada para siswa / mahasiswanya.

Guru / dosen yang terbiasa melakukan penelitian pasti akan lebih resourceful; menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran bagi para siswa dan mahasiswanya. Dengan begitu, mereka selalu siap menghadapi tantangan dalam bentuk apa pun.

Dan, yang tidak kalah pentingnya, seperti yang diteladani oleh professor Deutsch, bahwa seorang guru / dosen haruslah menjadi orang yang rendah hati, jujur dan terbuka. Ini artinya, ia harus selalu membuka diri terhadap berbagai pertanyaan. Kalau pun toh ada kalanya mereka tidak mampu memberi jawaban yang benar, mereka harus menyampaikan dengan jujur bahwa mereka belum tahu dan berjanji untuk mencari tahu jawabannya dalam waktu yang tidak terlalu lama. Lalu, di kesempatan berikutnya, mereka memberikan jawaban yang diperlukan. Namun, bila komunikasi dua arah ini terhalang oleh waktu dan tempat, mereka bisa saling terhubung di internet via email, telepon genggam dan melalui media sosial lainnya. Selamat menjadi guru / dosen yang Resourceful dan jujur.

  • view 135