APAKAH KAMU TAK BERPIKIR?

Solihin Agyl
Karya Solihin Agyl Kategori Inspiratif
dipublikasikan 28 Juli 2016
APAKAH KAMU TAK BERPIKIR?


Oleh: Solihin Agyl

 

Al-Qur’an berkali-kali mengulang kalimat: Afalaa Tatafakkaruun (apakah kamu tidak berpikir?) karena Allah swt tahu bahwa manusia takkan bisa menghadapi masalah-masalah hidupnya tanpa sebesar mungkin memanfaatkan fungsi otaknya: berpikir. 

Itulah mengapa sekolah itu penting karena secara sengaja kita diajarkan caranya berpikir. Dan, memahami perbedaan: Fakta, opini dan persepsi adalah salah satu cara berpikir itu.

Namun sialnya, banyak masyarakat kita merasakanbeban hidup mereka semakin hari semakin berat karena sebenarnya mereka tidak paham cara membedakan “Fakta”, “Opini” dan “Persepsi”. Mereka mengirakesulitan-kesulitan ituadalah sebuah fakta padahal hanya opini dan persepsi mereka saja. Lebih parah lagi, mereka membuat kesulitan-kesulitan—yang akhirnya menjadi fakta juga—hanya berdasarkan opini dan persepsi mereka pula.

Alangkah beruntungnya orang yang tidak mengenyam pendidikan tinggi namun mampu belajar dari pengalaman. Mereka segera sadar dan mampu menyerap ilmu caranya berpikir melalui pengalaman mereka, tanpa melalui sekolah.

Itulah substansi pendidikan. “Pendidikan” bisa terjadi di mana saja: umumnya di tempat belajar resmi (Sekolah, Universitas, Pondok pesantren, dsb) tapi juga bisa terjadi di tempat yang bukan sekolahan.

Dan orang yang beruntung itu adalah orang yang hampir tidak mengeluarkan biaya sekolah tapi dia “berpendidikan”. Pengalaman lah sekolah sekaligus guru mereka. Mereka bisa jadi orang-orang yang berkeliling dari pintu ke pintu menawarkan barang dagangan mereka. Mungkin juga mereka adalah para tukang becak, pedagang sapi, loper koran, makelar besi tua, pedagang kaki lima, para perawat di panti jompo atau bahkan dukun beranak.

Namun, pada saat yang sama, tidak sedikit pula orang yang “bersekolah” tapi tidak juga “belajar” betapa pentingnya ilmu caranya berpikir itu. Dalam kehidupan sehari-hari “orang sekolahan” ini masih saja mengandalkan opini dan persepsi dalam menghadapi setiap persoalan hidup. Mereka tidak berpijak pada fakta untuk kemudian mencari solusi yang strategis dalam menyelesaikan masalah-masalah mereka.

  • view 204