Kujang Salak

Soleh Sohih
Karya Soleh Sohih Kategori Puisi
dipublikasikan 21 September 2017
Kujang Salak

 


Narkocin
Oleh: Moch Soleh Sohih

ini tidaklah antik
namun lebih membunuh dari narkotik
ini tidak terlarang
namun lebih jalang dari burung elang malam

kita bertekuk lutut pada ini
kita rela jadi romusa demi ini
kita ikhlas jadi rodi karena ini

hahaha kita frontal soal ini
kita sakau oleh ini
kita binal karena ini
kita gegar, bongkar-bangkir sebab ini

sssttt …
ini soal narkocin
narkoba jenis cinta yang lengket-lengket licin

hey, kawan: muda mudi yang gemar narkocin
perlihara jiwa raga
biar asmara mecekik tenggorokan
kalau ikrar suci belum dilapalkan
Jangan sentuh pria lajang
jangan kecup bibir perawan
tumbangkan maniak cinta yang terlarang

hahaha kau tutup kuping
geleng-geleng kepala pontang-panting
hahaha kau membuka mata
manggut-manggut sembari mengurut dada

ini soal biasa
cerita lama sampai akhir masa
ini lebih bahaya
narkoba jenis cinta
lebih melanglangbuana
merenggut trilliunan korban jiwa

Bogor, 05 Juli 2017

UNTUK SYABIT
:Gadis kecil yang malang nasibnya
Oleh: Moch Soleh Sohih

Syabit, tujuh puluh ribu jiwa terbangun dalam darahmu
Menusuk nusuk nadimu sampai pada tulang putihmu
Meredupkan sinar matamu menumbangkan gerak lincahmu

Syabit, jiwa-jiwa itu hanya memberi sedikit hiburan padamu
Agar kautak sunyi; taksepi; tak pernah benar-benar merasa sendiri
Syabit, tersenyumlah! Kau anak manis dalam asuhan penuh klimis
Ayah ibumu begitu syahdu mengais harap dalam setiap syarat

Syabit, orang orang terhagatmu begitu sayang padamu
Menciar-ciarmu adalah ketukan halus pada langit Tuhanmu

Syabit, kau belumlah mengerti apa yang terjadi pada duniamu
Membaringkan tubuhmu; menyodorkan tanganmu pada peristirahatan semu
Hingga kau harus menikmati tusukan perih jarum itu
Menguras darah sadis dengan darah manis yang baru
Tusukan itu adalah perantara hidupmu, Syabit
Pembasah urat nadimu, penghilang dahagamu juga penunjang detak jantungmu

Tuhan, Syabit itu belumlah ranum bibirnya
Barulah hadir dalam gendongan orangtuanya
Halustingkahnya belumlah baligh mukanya
Mata kecilnya berkedip riang walauhidupnya mengerikan

Tuhan, Syabit itu begitu malang nasibnya
Bergantung hidupnya pada asupan darah barunya
Tulang-belulang, onggok dagingnya, serta kulit halusnya kering
Kala kantung darah lari terkencing kencig pada sebuah bak asing

Syabit, Ini hidup; iniredup; ini kenyataan yang tidak bisa ditutup
Entah berapa jutaan kilometer untuk bisa mengulummanis nikmatNya
Sampai Kauuji dengan aneka ragam bunganya

Tuhan, berikanlah kedamaian hati pada kedua orangtuanya
Meranyah Ibunya atas uratnadinya yang selalu menghantui tidurnya
Aku, keluargaku berada di kiblat yang sama 
Senantiasa mengetuk pintulangit dengan mengecup kuci-Nya

Bogor, 11 Maret 2017

Maafku Pada Gadis Kota Kembang
Oleh: Moch Soleh Sohih

Musim penghujan telah datang
Menghujankan mutiara kata dari kayang
Membasahi tanah gersang
Menyirami pepohonan
Membangkitkan batang pohon yang tumbang
Maafku pada gadis kota kembang
Tangaki yang bangkit kini kembali lagi tumbang
Di hantam puting beliung yang ganas menerjang

Aku malu pada air wajahku
Tak mampu mengembangkan bunga kuncup di kota itu
Kuurungkan segala niat baikku
Tak tega memetik bunga kuncup itu
Kutunggu sampai kau mekar dan bermadu
Kan kuhampiri dirimu di satu waktu
Memantapkan segala niat baikku

Bogor, 23 Januari 2017

TENTANG PENULIS

 

Moch. Soleh Sohih. Mata pena dari Muhamad Soleh, lahir di Tenjo-Bogor, Jawa Barat pada 16 Juli 1994., Wakil Kepala Redaksi PPMPI Publisher, Dewan Persatuan Penulis Muda dan Pemula Indonesia (PPMPI). Anggota Class Acting Rumah Hitam Putih (RHP). Ia mengabdikan dirinya di salah satu sekolah dasar negeri di Kabupaten Bogor sejak juli 2014 sampai saat ini. Buku Puisi perdananya “Pena Jalang Terbentur Karang” terbit 2016 lalu di Kekata Publisher-Surakarta. Puisinya “Serdadu Qur’an, Kawan” dimuat di Tabloid Inspirasi Pendidikan asal Malang, karya-karya puisi lainya terbit dalam antologi bersama, di antaranya buku kumpulan puisi Kata Cinta 200 Anak Indonesia “Kata Kasih Untuk Ibu” Penerbit Uwais Inspirasi Indonesia, “Hijrah Jiwa” Penerbit Uwais Inspirasi Indonesia, “OURS” penerbit Ujwart Publisher, “Taman Hati, Sastra Bumi Nusantara Grup” penerbit Sembilan Mutiara Publishing, “Kenangan” penerbit Penulis Muda Publisher, “Menanam Kenangan” penerbit Bebuku Publisher, “Ta’aruf Penyair Muda Indonesia-Cinta Yang Terus Mengalir” penerbit Soulmedia, “Sinar Hati Yang Meredup” Penerbit IN, “Kujang Salak” Penerbit Nikko dll. Penulis ikut serta sayembara manuskrip puisi tingkat nasional Kekata Pena Kawindra Award 2016 (KPKA_ 2016), penyelenggara Kekata Publisher dan Komunitas Sastra Senjanara. Ikut serta Sayembara Buku Puisi serta menghadiri undangan Anugerah Hari Puisi Indonesia 2016 di Graha Bakti Budaya Taman Izmail Marzuki-Jakarta, penyelenggara Yayasan Hari Puisi Indonesia dan INDOPOS. Peserta Jambore Susastra Jabar 2017 (bersama 50 peserta lolos seleksi ). Naskah dongeng perdananya “Si Krobo, Buaya Manja” masuk dalam antologi “25 dongeng penghibur pengantar tidur” bersama 17 penulis muda tanah air, sedang proses terbit di Elex Media Komputindo (Gramedia Group). Bagi yang ingin berdiskusi sambil mendebukan cerutu dan menikmati pekatnya kopi, penulis bisa dihubungi di media social: facebook: Moch Soleh Sohih, Fanspage:   Moch. Soleh Sohih, e-mail: moch.solehsohih94@gmail.com, Hp. 08567751916

 



  • view 71