Berbagai Permasalahan Pada Kompresor Angin Beserta Pengaplikasiannya

Juli Anggraeni
Karya Juli Anggraeni Kategori Teknologi
dipublikasikan 14 September 2017
Berbagai Permasalahan Pada Kompresor Angin Beserta Pengaplikasiannya

Kompresor angin adalah alat mekanik yang banyak digunakan di dunia perindustrian. Baik industri kecil maupun besar, dari yang di pinggir jalan sampai di lepas pantai untuk pengeboran, semua menggunakan compressor untuk membantu pekerjaan mereka. Pentingnya peran kompresor mengharuskan compressor selalu tampil prima, jika terjadi permasalahan maka harus segera dibenahi agar pekerjaan dapat diteruskan. Semua mekanis yang bekerja dengan mesin ini dibekali pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan untuk membenahi compressor jika dalam kondisi rusak atau bermasalah. Jika Anda adalah seorang profesional atau pekerja yang menggunakan compressor sebagai salah satu alat utama, maka Andapun wajib tahu cara mengatasi berbagai permasalahan pada compressor.
 
Suatu sistem refrigrasi masih dapat berjalan jika condensor atau evaporatornya yang bermasalah, namun jika compressor yang bermasalah maka semua sistem akan macet sebelum Anda memperbaikinya. Masalah kerusakan pada compressor dibedakan menjadi 2 yaitu masalah mekanis dan masalah elektrik menurut situs took yang menampilkan berbagai harga kompresor angin.

 

Masalah mekanis umumnya terbagi menjadi 5 kategori yaitu:

 
  • Kemacetan bagian-bagian compressor
Biasanya disebabkan karena kurangnya bahan pelumas atau oli. Hal ini dapat menjadi akibat dari beberapa faktor yaitu:
 
  • Oli tidak berfungsi dengan baik.
  • Adanya penghambat oli di sistem.
  • Kurangnya jumlah oli.
  • Kurangnya refrigerant.
 
  • Berisik / bising pada compressor
Kebisingan biasanya merupakan akibat dari kurangnya pelumas pada compressor. Jika tidak segera ditangani compressor bisa rusak dengan cepat.
 
  • Terlampau panas
Penyebab panas yang berlebih pada compressor adalah:
 
  • Beban terlalu besar.
  • Rasio kompresi terlalu tinggi.
  • Tekanan head yang tinggi.
  • Oli yang tidak begitu bagus kualitasnya.
 
  • Gagal untuk memompa
Penyebab sebuah compressor mengalami kegagalan dalam memompa adalah:
 
  • Silinder head bocor.
  • Katup discharge bocor.

Sedangkan untuk masalah kelistrikan pada kompresor angin justru seringkali tidak terdeteksi, misalnya:

 
  1. Compressor tidak mau jalan
Biasanya disebabkan oleh:
 
  • Switch yang terbuka.
  • Motor terbakar.
  • Fuse yang putus.
  • Start winding terbakar.
 
  • Compressor hidup kemudian mati:

 
  • Low pressure switch terlalu tinggi.
  • High pressure switch terlalu rendah.
 
  • Compressor hidup secara terus menerus:

  • Condensor kotor.
  • Beban terlalu tinggi.
  • Insulasi bocor.
 

Aplikasi compressor telah meliputi berbagai bidang diantaranya:

 
  • Pada bidang otomotif:

  • Pengkompresian udara untuk mengisi ban kendaraan.
  • Untuk pengecatan dengan menggunakan tehnik semprot.
  • Sebagai pengering dan pembersih dalam dunia perbengkelan.
 
  • Pada aplikasi lainnya:

  • Untuk mengkondisikan udara untuk menaikkan temperatur maupun menurunkannya.
  • Digunakan dalam turbo charger untuk memasukkan udara dalam silinder.
  • Sebagai alat pembantu dalam pembangkitan listrik pada PLTU dan PLTG.
 
Pada pengaplikasian skala rumah tangga, kompresor angin digunakan melalui alat yang berbeda-beda sesuai dengan tekanan dan volume angin yang diberikan. Misalnya pada tekanan tinggi dapat Anda temukan di alat pemampat atau pengisi udara untuk balon atau ban, pada tekanan rendah terdapat di berbagai blower alat kebersihan maupun blower untuk pengering bulu hewan kesayangan. Sedangkan compressor dengan tekanan sangat rendah banyak kita gunakan di kipas angin atau fan. Jika Anda memiliki salah satu atau beberapa alat rumah tangga dengan compressor di dalamnya, pastikan Anda merawatnya dengan memberikan pelumas atau oli secara berkala, matikan mesin saat tidak terpakai agar menghindari panas berlebih akibat waktu hidup yang terlalu lama dan hindarkan compressor dari hujan maupun sinar matahari langsung.
 
 

  • view 1.2 K