Ada Apa Dengan Cinta?

Siti Mawadah
Karya Siti Mawadah Kategori Agama
dipublikasikan 06 Februari 2016
Ada Apa Dengan Cinta?

Entah kenapa saat ini kebanyakan dari kita seperti kehilangan jati dirinya sendiri. Lebih bangga jika mengikuti gaya yang kebarat-baratan. Kita seperti kehilangan 'cahaya' yang seharusnya menjadi guidance untuk menjalani kehidupan di dunia ini. Kita lebih suka membela sesuatu yang seharusnya tidak perlu dibela. Hal yang tadinya sebuah kebenaran menjadi sesuatu yang salah, begitupun sebaliknya hal yang jelas-jelas sebuah kesalahan menjadi sesuatu yang benar kemudian mati-matian dipertahankan. Saat ini kita lebih memilih untuk membela mati-matian hari valentine yang jelas-jelas kita semua telah dikaburkan oleh sejarah yang sebenarnya, ketimbang membicarakan soal agama.

Kita lebih suka mengikuti hawa nafsu tanpa berpikir lebih dulu, apakah semua yang kita lakukan salah atau benar? Manfaat atau tidak?

Sampai-sampai kita tidak pernah menyadari bahwa kita semakin jauh dari kebenaran itu sendiri.

Atas nama kebebasan dan hak asasi manusia semua dilegalkan, semua berhak untuk bertindak sesuai dengan keinginanannya, asal itu mendatangkan kebahagiaan untuk dirinya sendiri, masa bodo dengan orang lain. Kita lebih suka membenci hanya karena orang tersebut membicarakan sebuah kebenaran dan lebih suka bertahan di jalan yang salah.

Ada apa dengan cinta? Apakah makna cinta yang sebenarnya kini telah banyak disalah artikan?

Cinta itu fitrah, yang diberikan Allah kepada setiap manusia untuk senantiasa mengingat-Nya. Jika cinta itu karunia dari Allah, pasti cinta itu sangat suci dan tidak mungkin diciptakan untuk merusak makhlukNya. Tapi lagi-lagi justru kita yang menodai makna kesucian dari cinta. Jika cinta itu datangnya dari Sang Maha Pemilik Cinta, lalu apalagi yang mampu menandinginya? Allah tidak menciptakan cinta pada tanggal tertentu. Allah tidak pernah memberikan simbol cinta dengan bunga dan cokelat. Tapi yang jelas Allah menciptakan manusia, kehidupan dan alam semesta ini dengan penuh cinta, bukan dengan hawa nafsu. Cinta dan hawa nafsu adalah dua hal yang berbeda.

Lalu cobalah pikirkan, apakah hari valentine yang kita peringati setiap tanggal 14 Februari itu pantas untuk disebut sebagai sebuah ungkapan cinta yang sebenarnya?

Hari valentine diciptakan oleh manusia, bukan diciptakan oleh Sang Pemilik Cinta. Hari valentine diciptakan oleh manusia hanya untuk merusak akidah, tapi cinta diciptakan Allah bukan untuk merusak akidah. Hari valentine diciptakan dengan mengatas namakan cinta padahal hanya untuk kepuasan hawa nafsu belaka, sedangkan Allah menciptakan manusia, kehidupan dan alam semesta ini dengan penuh cinta, bukan dengan hawa nafsu.

Semua itu yang mendasari mengapa hal ini menjadi sangat serius. Indonesia negara yang mayoritas muslim justru menjadi sasaran empuk para kapitalis untuk meraup keuntungan yang sebesar-besarnya. Dengan simbol cokelat, bunga bahkan kondom, mereka memanfaatkan ini untuk meraup keuntungan sekaligus merusak akidah umat Islam. Agama yang menjadi guidance, saat ini hanya sekedar urusan dibelakang dapur yang tidak penting untuk diperlihatkan. Agama yang menjadi satu-satunya benteng pertahanan diri, kini mudah untuk dihancurkan. Hari valentine yang tidak kita ketahui asal usulnya, bak primadona yang diagung-agungkan. Hari valentine yang justru merusak, malah dipertahankan mati-matian.?

Masihkah kita berpikir bahwa ini adalah hal sepele? Renungkanlah!?

Allah lindungilah kami yang membela agamaMu dari serangan orang-orang yang ingin merusak kami, aamiin.

  • view 163