Long Distance Marriage? Bismillah :)

siti zahara
Karya siti zahara Kategori Inspiratif
dipublikasikan 14 November 2016
Long Distance Marriage? Bismillah :)

Jarak.. adalah hal yang paling ditakuti dalam sebuah hubungan.. Karena, bukankah menikah adalah salah satu alasan untuk meruntuhkan tembok jarak dari sebuah hubungan yang belum halal.. Lalu ketika segala hal berubah jadi halal, kenapa masih dihadapkan pada pilihan jarak kembali? serumit itukah bahagia? tapi nyatanya banyak juga pasangan yang sangat bahagia bertahun-tahun menjalani LDM.. 

Ketika kita sedang berada di puncak kebahagiaan, maka disitulah sebenarnya kita sedang diuji. Dan jawaban satu satunya adalah: hadapi, jalani, ridhoi.. mudah memang untuk diucapkan tapi terasa berat ketika dijalankan.. tapi percayalah, Allah selalu punya rencana dan hadiah indah atas usaha usaha kita.. Tinggal bagaimana kita meyakinkan hati untuk menanti hadiah indah tersebut. Walaupun, terkadang terasa goyah..

Kenyataannya, kita bukan satu satunya pasangan yang menjalani LDM.. kenyataannya, orang tua ku adalah penganut LDM.. bisa jadi memang ada darah LDM yang mengalir di tubuhku, tapi semoga darah itu berhenti di aku, tidak ke anak anakku..

Lalu bagaimana cara kita para penganut LDM menikmati ketidaknikmatan tsb? Lagi lagi, Allah selalu punya cara untuk membuat hambaNya kuat. Kesibukan sebagai wanita pekerja dan juga sebagai seorang ibu ternyata banyak menyita waktu untuk memikirkan hal hal tentang kesedihan dan rindu. Kesepian? Jangan ditanya! Sudah menjadi racun yang tidak ada penawarnya. Dan ketika rasa itu sudah memuncak, maka hanya ada suara isakan air mata yang mendengung sampai ke pulau seberang melalui sambungan telpon. Waktu terasa berjalan begitu lambat, karena setiap harinya selalu saja bermain dengan angka angka di kalender. Namun seketika segala air mata mengering ketika mendengar suara tawa canda bahkan tangis dari bocah mungil itu. Seolah olah dia berkata bahwa ada aku yang akan selalu menghiburmu, bun. Bahwa ada aku yang akan selalu menemanimu, bun. Bahwa bukan kamu satu satunya orang yang merasakan rindu pada pria di seberang sana. Tapi aku juga, bun! Oh nikmatnya.. seperti ini rasanya dikhawatirkan dan dicintai oleh 2 lelaki sekaligus..

LDM mengajarkan lebih dari sekedar bagaimana memainkan peran sebagai suami atau pun istri. LDM mengajarkan kita untuk bisa menjadi istri+suami+ibu+ayah dalam waktu yang bersamaan. Harus bisa dandan, masak, ganti popok dan benerin keran. LDM mengajarkan kesetiaan, kedewasaan, kepercayaan, kekuatan, dan harapan. Karena ternyata bukan hanya kita yang menanggung beban rindu disini. Ada pria di seberang sana yang jauh lebih berjuang menahan sepi dan rindu akan anak istrinya hanya untuk mencari penghidupan yang lebih layak. Saling percaya dan saling menguatkan adalah kunci dari hubungan ini. Karena begitu banyak mulut dan mata yang sibuk ikut meramaikan perjalanan ini. 

Dan pada kenyataannya, aku bahagia menjadi seorang istri yang bersuamikan pria jauh di pulau orang. Aku bahagia tiap mendengar kata rindu dan sayang yang selalu terucap di tiap harinya. Aku bahagia melihat anakku yang tumbuh sehat dan cerdas. Layaknya anak ABG yang dag dig dug tidak karuan ketika akan ketemuan dengan pacarnya, kami pun seperti itu. Rasanya bahagia sekali dicintai oleh seorang pria seperti ini. 

Dan entah sampai kapan perjalanan LDM ini akan berlangsung. Biarlah Allah yang menggariskannya untuk kami. Mungkin ini cara Allah untuk menguatkan cinta kasih kami. Dan kami Insyallah siap untuk menjalani takdir kami sendiri.

Salam LDM ... BERBAHAGIALAH :) 

  • view 268