Nama : Siti Sumanti Hasan Judul : Kenakalan Remaja Masa Kini

Siti sumanti
Karya Siti sumanti Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 07 Februari 2018
Nama : Siti Sumanti Hasan Judul : Kenakalan Remaja Masa Kini

                                             KENAKALAN REMAJA MASA KINI

                                                                     OLEH:

                                                       SITI SUMANTI HASAN

                                                MAHASISWA SEMESTER VII UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUPANG

                                                                 ABSTRAK

     Remaja adalah masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 12 tahun sampai 21 tahun. Remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak-anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira-kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, dan dalamnya suara. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol ( pemikiran semakin logika, abstrak, dan idealis ) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga.

Kata kunci: kenakalan, remaja, masa kini.

PENDAHULUAN

     Remaja adalah harapan dan tumpuan segala orang tua dan remaja adalah generasi perubah bangsa. Dengan remaja suatu bangsa akan menjadi baik apabila pemudanya yang memipin juga baik, tetapi jika pemudanya jelek moral dan perilakunya pasti Negara atau suatu masyarakat tersebut akan rusak juga dipimpin oleh remaja yang sudah rusak moralnya.

 

 

BAGIAN INTI

Pengertian Kenakalan Remaja Masa Kini

     Mengenai ciri-ciri remaja tidak mesti dilihat dari satu sisi, tetapi dapat dilihat dari berbagai segi. Misalnya dari segi usia, perkembangan fisik, phisikis, dan perilaku. ciri-ciri remaja usianya berkisar 12-20 tahun yang dibagi dalam tiga fase yaitu; Adolensi diri, adolensi menengah, dan adolensi akhir. Penjelasan ketiga fase ini sebagai berikut: Untuk mengetahui hubungan antara kenakalan remaja denganMasa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat, pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-masalah Oleh karenanya, remaja sangat rentan sekali mengalami masalah psikososial, yakni masalah psikis atau kejiwaan yang timbul sebagai akibat terjadinya perubahan sosial Masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasannya usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas. Pubertas yang dahulu dianggap sebagai tanda awal keremajaan ternyata tidak lagi valid sebagai patokan atau batasan untuk pengkategorian remaja sebab usia pubertas yang dahulu terjadi pada akhir usia belasan (15-18) kini terjadi pada awal belasan bahkan sebelum usia 11 tahun. Seorang anak berusia 10 tahun mungkin saja sudah atau sedang mengalami pubertas namun tidak berarti ia sudah bisa di katakan sebagai remaja dan sudah siap menghadapi dunia orang dewasa. Ia belum siap menghadapi dunia nyata orang dewasa, meski di saat yang sama ia juga bukan anak-anak lagi. Berbeda dengan balita yang perkembangannya dengan jelas dapat diukur, remaja hampir tidak memiliki pola perkembangan yang pasti. Dalam perkembangannya seringkali mereka menjadi bingung karena kadang-kadang diperlakukan sebagai anak-anak tetapi di lain waktu mereka dituntut untuk bersikap mandiri dan dewasa. Memang banyak perubahan pada diri seseorang sebagai tanda keremajaan, namun seringkali perubahan itu hanya merupakan suatu tanda-tanda fisik dan bukan sebagai pengesahan akan keremajaan seseorang. Namun satu hal yang pasti, konflik yang dihadapi oleh remaja semakin kompleks seiring dengan perubahan pada berbagai dimensi

 

 

PENYEBAB TERJADINYA KENAKALAN REMAJA

  1. Faktor Kepribadian

     Kepribadian adalah  suatu organisasi yang dinamis pada sistem psikosomatis dalam individu yang turut menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya biasanya disebut karakter psikisnya.  Masa remaja dikatakan sebagai suatu masa yang berbahaya. Pada periode ini, seseorang meninggalkan masa anak-anak untuk menuju masa dewasa. Masa ini di rasakan sebagai suatu Krisis identitas karena belum adanya pegangan, sementara kepribadian mental untuk menghindari timbulnya kenakalan remaja atau perilaku menyimpang.

     Faktor ini dapat mencakup segi cacat atau tidaknya secara fisik dan segi jenis kelamin. Ada suatu  teori yang menjelaskan adanya kaitan antara cacat tubuh dengan tindakan menyimpang meskipun teori ini belum teruji secara baik dalam kenyataan hidup.  Menurut teori ini, seseorang yang sedang mengalami cacat fisik cenderung mempunyai rasa kecewa terhadap kondisi hidupnya. Kekecewaan tersebut apabila tidak disertai dengan pemberian bimbingan akan menyebabkan si penderita cenderung berbuat melanggar tatanan hidup bersama sebagai  perwujudan kekecewaan akan kondisi tubuhnya.

CARA MENGHADAPI ANAK REMAJA YANG NAKAL

     berbincanglah, pahami, dan yakinkan anak bahwa Anda menyayanginya dan selalu ada untuknya dalam kondisi apapun. Berilah anak kebebasan untuk berekspresi dan tetap awasi ia dari jauh.Cara menghadapi anak remaja yang nakal, Anda perlu melakukannya dengan cara khusus. Seorang anak remaja biasanya bingung untuk menemukan identitas dirinya. Kondisi anak yang labil dan mulai bertingkah nakal, kerap membuat orang tua bersikap over protective. Sikap orang tua yang seperti ini malah membuat anak menjadi pemberontak. Bagaimana cara menghadapi anak remaja yang nakal. Hormati privasinya. Ingatlah, anak Anda bukan anak kecil lagi, ia butuh ruang khusus untuk menghabiskan waktunya sendiri atau bersama teman-temannya. Berikan kepercayaan kepada anak dan buat aturan sederhana, misalnya pukul 7 malam sudah di rumah atau aturan lainnya.

     Jadilah sahabat anak. Ciptakan rasa aman dan nyaman untuk anak Anda. Buat ia mempercayai Anda sebagai tempat untuk mencurahkan segala isi hatinya. Komunikasi terbuka merupakan suatu keharusan jika Anda ingin membantu anak melalui masa- masa remajanyaTerapkan aturan ketat. Aturan ini dapat terbentuk dengan sendirinya dengan menerapkan nilai-nilai atau tradisi keluarga Anda. Namun, ada juga aturan yang dibuat atas kesepakatan Anda dan anak, misalnya ketika anak melanggar aturan tersebut, Anda berhak memberikan hukuman untuk anak. Bukan berupa hukuman fisik.Selalu ada untuknya. Selain materi, anak remaja juga memerlukan sosok yang selalu hadir saat ia butuhkan. Hal-hal kecil seperti pelukan, motivasi, dan hal lain yang dapat mengekspresikan kasih sayang sangat ia perlukan.

     Cara menghadapi anak remaja yang nakal terpenting adalah berbincanglah, pahami, dan yakinkan anak bahwa Anda menyayanginya dan selalu ada untuknya dalam kondisi apapun. Berilah anak kebebasan untuk berekspresi dan tetap awasi ia dari jauh.

KESIMPULAN / SARAN

     Kenakalan remaja adalah semua perubahan anak remaja usia belasan tahun yang berlawanan dengan ketertiban umum nilai dan norma yang diakui bersama yang di tujukan pada orang, binatang, dan barang-barang yang dapat menimbulkan bahaya atau kerugian pada pihak lain.

   Remaja sering mengalami penyimpangan sosial seperti, mabuk-mabukan, berjudi, mengkonsumsi ganja, inek, dan melakukan seks bebas itu semua terjadi karena kurang perhatianya dari pihak keluarga dan kurang tegasnya hukum di Indonesia, faktor lain yaitu dari lingkungan dan masyarakat yang kurang ada perhatian kepada pemuda yang mengalami perilaku menyimpang tersebut jadi semua itu di anggap wajar saja. Padahal semua itu bisa merusak moral dan merusak generasi penerus bangsa jika pemuda-pemuda di masyarakat tersebut tidak di didik dengan tegas dan baik.

    

 

DAFTAR RUJUKAN 

Eitzen, Stanlen D. (1986), Social Problems, Allyn and Bacon inc, Boston, Sydney, Toronto.

Kaufman, James M. (1989), Characteristic of Behavior Disorders of Children and Youth, Merril Publishing Company, Solumbus, London, Toronto.

Mulyono, B. (1995), Pendekatan Analisis Kenakalan Remaja dan Penanggulangannya, Kanisius, Yogyakarta.

Soerjono, Soekanto, (1988), Sosiologi Penyimpangan, Rajawali, Jakarta.

Willis, S. (1994), Problema Remaja dan Pemecahannya, Penerbit Angkasa, Bandung.

 

  • view 107